AZKI |7

22 3 0
                                        

Dengan sendirinya kedua kelopak Mata Indah Kirana tertutup perlahan, mengikuti gerak perlahan wajah Azka mendekat.

Dan

"Auuw." teriak Kirana. Bagaimana tidak? Azka membenturkan dahinya kepada dahi Kirana.

Kirana menatap Azka dengan bingung, sambil menumpukkan kedua alis tipisnya.

"Sorii, tadi ada nyamuk dijidat lo, terus gua bingung mau ngusirnya gimana, soalnyakan tangan gua gendong lo," jelas Azka gelagapan. Sebenarnya Azka menginginkan itu. Tidak tahu kenapa! Ingat itu.

"Ohh, sekarang Kirana boleh turun ndak? Kirana mau pulang nih," tanya Kirana polos. Yang membuat Azka terkekeh dan menurunkan Kirana sambil mengatur letak kedua tongkat Kirana.

"Ya udah, Kirana pulang dulu ya.." Pamit Kirana sambil berjalan kearah rumahnya.

"Okey..." Azka menaiki motornya dan melaju kearah rumahnya, sama seperti Kirana ia sedang Buru Buru kerumah, karena ia ingin bertemu kedua orang tuanya, karena hari ini mereka janji untuk mengunjungi anaknya ini.

---

Setelah masuk kedalam rumah, Kirana langsung menuju kekamar ibunya, ia tersenyum saat melihat ibunya tertidur.

"Ibu.. Ayo bangun, Kirana bawain makan..." tangan nya sudah menggoyangkan goyangkan badan ibunya dengan lembut.

Beliau membuka mata, dan tersenyum, ia mengangguk, menyetujui bahwa ia akan makan.

Sesuap, dua suap, tiga suap, seterusnya, masuk secara bergantian, dengan telaten Kirana menyuapi ibunya dikeranjang dalam keadan lemah seperti itu.

"Minum dulu bu." sendok terakhir sudah Beliau telan, sekarang Kirana membantu ibunya meminum air dari sedotannya.

"Ya udah, Kirana kekamar dulu bu... Mau belajar." Kirana ingin bangkit tapi tangan rapuh beliau mencegahnya.

"Oudha mahkoun (sudah makan)?" seperti ibu kebanyakan, pasti mereka menghawatirkan anaknya bukan?.

"Sudah, tadi sama teman." setelah mengatakan itu, Kirana membersihkan rumah dan bersiap tidur.

---

Berbeda dengan Azka, ia masuk kedalam kamar sambil membanting pintu, sangat kencang.

Bagaimana tidak? Kedua orang tuanya tidak ada dirumah, dan saat Azka mencari, kata bibi "belum pulang ibu sama bapak, den." padahal mereka sudah janji.

Apa kalian gak sayang sama Azka? Apa se-gak pentingnya Azka buat kalian? Sampe sampe kalian gak pulang!  Padahal sudah janji!! Argh! Azka menarik rambutnya dan langsung jatuh dikasur empuk nya —king zise—

Cinta orang tua itu perlu bagi anak anaknya.
Untuk menyemangati, memberi kasih sayang, perhatian dan lain sebagainya, dalam bentuk berbeda beda! Ada yang menyayangi dengan caranya, ada yang memberi kasih sayang dengan caranya, dan lain sebagainya.

Karena tidak ada orang tua yang tidak menyayangi anaknya.

Akhirnya Azka tertidur dalam keadaan sama saat berangkat, —tidak mengganti pakaian—

Tapi sebelum itu, Azka memikirkan satu nama yaitu, Kirana Adistia, cewek yang tidak sempurna. Karena kedua kakinya.

---

Lanjut tidak?

Comment wajib!  [Tinggalkan jejak]
Tekan Bintang pojok kiri!

Salam ✨
Dari seseorang menunggu Bintang :v

Ps: maaf kalo ada typo

(27/5/2019)

AzkiTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang