Pagi-pagi sekali Elena sudah bangun. Banyak yang harus dikerjakannya hari ini. Mulai dari berbelanja kebutuhan dapur juga membeli beberapa baju untuk persiapan musim dingin karena pakaian yang dibawanya hanya sedikit dan juga terlalu tipis.
Setelah itu dia akan berkeliling untuk mencari pekerjaan paruh waktu. Walaupun uang tabungannya masih dirasa cukup, tapi Elena tidak begitu yakin bisa bertahan lama jika digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dia hanya ingin berjaga-jaga. Elena tidak boleh kehabisan uang, kemudian menjadi gelandangan di kota sebesar New York. Jika itu sampai terjadi, sungguh sangat menyedihkan.
Tidak banyak yang bisa dilakukan Elena selain bertani di kebun anggur dan meracik minuman. Dia hanya lulusan sekolah menengah atas dan memilih bekerja di pabrik anggur daripada meneruskan untuk kuliah. Bukan karena keluarganya tidak mampu. Namun, gadis itu lebih suka memetik buah anggur daripada memegang pulpen. Kedengaran konyol bukan. Namun, itulah keinginan Elena.
Sudah hampir seharian dia menyusuri jalanan kota Albany yang sedikit panas dan berdebu. Kakinya sedikit letih. Elena baru menyadari jika tidak mudah mencari pekerjaan di sini. Jika ada, itu terlalu berat dan kasar. Dia mungkin tidak akan sanggup. Bukan karena Elena lemah, tapi bayinya. Sadar akan tubuhnya yang kini bukan miliknya sendiri. Ada satu nyawa lagi yang harus dijaga dengan baik-baik.
Elena memutuskan untuk beristirahat di bangku sebuah taman setelah seharian ini mengitari kota demi mencari pekerjaan. Duduk sembari mengambil botol minuman dari dalam tasnya. Dia benar-benar kehausan. Mungkin, hari ini dia harus menyerah untuk mendapatkan pekerjaan.
Setelah beristirahat sejenak, Elena bangkit dan berjalan untuk mencari taksi yang akan mengantarkan pulang ke flat kecilnya. Elena rasa, dia akan memikirkan pekerjaan yang cocok sambil memasak untuk makan malam nanti. Dirinya tidak boleh egois, tidak mungkin dia mengabaikan bayi dalam perutnya. Janin itu mungkin masih kecil, tapi dia juga butuh asupan makanan.
Ketika melintasi jalanan Manhattan, matanya tidak sengaja melihat sebuah papan nama yang tidak asing baginya. Dia mengingat-ingat di mana dulu pernah melihat atau mendengar nama tersebut. Taksi masih berjalan melintasi beberapa bangunan hingga tiba di depan flatnya.
Di sela-sela aktivitas Elena memasak, dia masih memikirkan tempat yang tadi sempat dilihatnya. Mengingat kembali nama tersebut dari kenangan-kenangannya di Virginia. Mata Elena tiba-tiba berbinar begitu dia berhasil mengingat sesuatu. Ya, dulu Ayahnya pernah bercerita, bahwa ada salah seorang teman lamanya yang berasal dari Spanyol memiliki pabrik anggur di New York. Sebastian; ayahnya, ingin sekali mengunjungi temannya tersebut tapi, dia terlalu sibuk.
****
Setelah tidur nyenyak semalaman, Elena bangun dengan rasa mual yang sungguh membuatnya tidak nyaman. Sejak kehamilan di trisemester pertama, Elena memang sering sekali mengalami morning sickness setiap hari. Beruntung itu hanya berlangsung kurang dari satu jam.
Setelah selesai memuntahkan isi perutnya, Elena segera menuju dapur dan menyeduh teh daun mint. Menghirup aroma relaksasi itulah mampu membuat Elena merasa lebih nyaman dan mampu mengurangi rasa mual yang berlebihan.
Setelah merasa lebih baik, Elena beranjak ke dapur. Dengan gesit, dia meramu beberapa sayuran untuk dijadikan menu sarapan yang enak. Sambil membuat salad, Elena lagi-lagj memikirkan nama tempat itu kembali. Semalam dia juga telah berpikir berulang kali dan berniat untuk datang ke tempat itu pagi ini. Berharap di tempat itulah dia akan mendapatkan pekerjaan. Elena harus mencobanya lebih dulu. Meski dia tidak tahu bagaimana hasilnya nanti.
Dengan mengenakan sweater berbahan wol yang sedikit ringan, dipadu celana jeans biru tua tidak lupa sepatu butnya, Elena berangkat ke tempat tersebut. Yang dia inginkan sekarang adalah mendapatkan pekerjaan demi kelangsungan hidupnya di New York. Setelah itu dia akan kembali ke Purcellville dengan bayinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Baby, Pull Me Closer- E-BOOK DI PS
RomanceElena harus terbang ke New York, tempat Jefferson Campbell berada. Cukup satu yang diinginkannya. Status dari bayi yang dikandungnya saat ini. Setelahnya, dia akan menghilang dari kehidupan laki-laki itu. "Apa kau yakin, bahwa itu benar-benar anakku...
