Chaterine bercerita panjang lebar mengenai masa lalunya dengan kedua orang tua Elena. Terakhir kali mereka bertemu sepuluh tahun yang lalu. Itu pun ketika Sebastian datang ke New York untuk mendapatkan penghargaan sebagai petani anggur terbaik.
"Aku tidak tahu jika kau adalah Elena. Gadis kecil yang selalu diceritakan oleh Sebastian. "
Mata Elena berbinar saat Chaterine membicarakan ayahnya. Memang benar Sebastian selalu menceritakan tentang dirinya dan bangga dengan putri satu-satunya. Walaupun ayahnya memiliki dua orang putra tapi Sebastian lebih mencintai Elena. Itu terbukti ketika Elena harus bertengkar hebat sebelum datang ke New York. Dia harus melakukan protes dengan mogok makan dan tidak bicara pada Sebastian selama satu minggu. Dan itu berhasil. Sebastian akhirnya mengijinkan Elena pergi.
"Bagaimana keadaan mereka?" tanya Chaterine.
"Oh, mereka baik-baik saja." Elena tersenyum menanggapi.
"Kau mirip sekali dengan Teresa. Sewaktu muda dia juga sama seperti dirimu. Cantik," puji Chaterine.
Elena tersenyum kecil. Pipinya sedikit merona.
"Terima kasih, tapi Anda juga sangat cantik Mrs. Rodiguez," balas Elena.
"Ah, aku sudah sedikit tua sekarang," balas Chaterine tertawa renyah.
Mereka hanya mengobrol berdua saja. Elena melihat Chaterine sebagai wanita yang cantik dan juga baik. Dia mulai menyukai wanita ini sekarang.
"Apa yang membawamu ke New York?" Chaterine bertanya karena penasaran.
Sekarang Elena sedikit kurang percaya diri untuk meminta pekerjaan pada Chaterine.
"Aku membutuhkan pekerjaan," jawab Elena dengan suara lirih.
Mata Chaterine membulat. Tadi memang dia juga mendengar dari Peter jika Elena sedang mencari pekerjaan.
"Apa Sebastian mengusirmu?" selidik Chaterine.
"Oh, bukan begitu."
"Lalu?" Chaterine menaikkan satu alisnya penasaran.
Elena bingung dengan jawaban yang akan diberikan. Dia tidak mungkin mengatakan kalau sedang hamil dan kabur dari keluarganya.
"Aku hanya ingin merasakan hidup mandiri," kilahnya.
Chaterine tidak langsung percaya begitu saja dengan perkataan Elena. Wanita itu menaruh kecurigaan. Dia tidak mudah dibodohi maupun dibohongi. Pasti terjadi sesuatu pada putri sahabatnya ini.
"Tapi, jika di sini tidak ada pekerjaan, aku akan pergi mencari ke tempat lain." Elena berbicara sambil memaksakan sebuah senyuman.
"Aku tidak bilang kalau tidak ada pekerjaan di sini walaupun tadi suamiku menolakmu." Senyum Chaterine mengembang.
"Benarkah." Wajah Elena terlihat semringah. Dia tidak bisa menutupi rasa senangnya.
"Ya, kau bisa bekerja di sini besok." Chaterine menambahi.
Elena tampak terkejut sekaligus senang mendengar perkataan Chaterine. Bibirnya tersenyum manis sekali.
"Terima kasih. Terima kasih banyak."
Chaterine tersenyum pada Elena. Dia tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi pada gadis itu. Namun, sekarang dia hanya perlu membantu sedikit.
"Oh ya, bolehkah aku minta satu permintaan?" ujar Elena ragu-ragu.
"Ya, tentu."
Elena sedikit gugup, tapi dia harus mengatakannya. " Bisakah kau rahasiakan ini dari keluargaku, " pinta Elena.
KAMU SEDANG MEMBACA
Baby, Pull Me Closer- E-BOOK DI PS
RomanceElena harus terbang ke New York, tempat Jefferson Campbell berada. Cukup satu yang diinginkannya. Status dari bayi yang dikandungnya saat ini. Setelahnya, dia akan menghilang dari kehidupan laki-laki itu. "Apa kau yakin, bahwa itu benar-benar anakku...
