Siang yang begitu cerah dengan matahari bersinar terik. Di dalam sebuah ruangan, Jeff terlihat sedang duduk dengan mimik wajah serius. Di depannya ada seorang laki-laki berkulit hitam yang memakai setelan jas hitam lengkap dengan kacamata hitamnya. Laki-laki itu sedang berdiri tegap di depan meja kaca besar di depan Jeff. Rambutnya dipotong pendek layaknya seorang petugas militer. Dari wajahnya saja, dia terlihat sangat garang. Dia sedang menunggu instruksi yang akan diberikan oleh Jeff.
"Aku ingin kau mencari tahu tentang seseorang?"
Laki-laki itu tidak menjawab. Dia menyimak saja dengan mimik wajah serius.
"Seorang gadis yang sedang hamil dan mengaku kalau itu adalah bayiku," tambah Jeff.
Jeff mencondongkan tubuhnya ke depan. Kemudian mendorong kursinya ke belakang lalu berdiri.
"Cari tahu apa saja yang berhubungan gadis itu. Apa motif sebenarnya dan siapa orang yang telah menyuruhnya melakukan semua itu."
Tubuh tingginya berdiri menghadap jendela kaca besar. Manik birunya menatap puluhan gedung tinggi dari balik jendela kaca tersebut.
"Aku tidak tahu nama gadis itu. Dia hanya pernah berkata jika berasal dari Virginia. Dia juga menyebutkan seseorang bernama Sebastian Marquet. Cari tahu siapa Sebastian Marquet dan apa hubungannya dengan gadis tersebut," perintah Jeff.
"Baiklah, Tuan," jawab laki-laki itu patuh.
Jeff masih menatap hamparan gedung di hadapannya. Dia mencari informasi sebanyak mungkin tentang gadis itu sebelum menghubungi laki-laki yang diperintahnya tersebut. Bahkan dia sampai menyuruh sekretarisnya untuk mengecek hari dimana gadis itu muncul di perusahaannya. Menyuruh wanita yang telah bekerja selama dua tahun tersebut mencari informasi sebanyak mungkin tentang gadis itu dan hasilnya dia hanya tahu tentang Virginia dan seseorang bernama Sebastian Marquet. Walaupun begitu, itu sudah lebih dari cukup untuk mendapatkan informasi lebih.
Laki-laki yang diperintahnya saat ini dapat dipercaya untuk mendapatkan informasi tersebut.
Sebenarnya, Jeff sudah tahu sedikit tentang Sebastian Marquet. Seorang petani anggur dan pemilik pabrik yang menyuplai anggur ke beberapa hotel miliknya, tapi dia harus mencari tahu apa hubungan gadis tersebut dengannya.
"Ada lagi yang Anda butuhkan, Tuan?" tanya laki-laki yang berdiri di belakang Jeff.
Jeff berbalik kemudian berjalan ke depan dan duduk di tepian meja.
"Apa kau sudah mendapatkan informasi tentang laki-laki itu?" tanya Jeff sembari memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana.
"Informasi tersebut hampir lengkap, hanya saja ada beberapa bagian yang perlu saya konfirmasi kembali. Saya masih harus menyelidiki dan mencari informasi yang valid sebelum menyerahkannya kepada Anda." Suara laki-laki itu nyaris tidak bergetar. Keras, tegas, dan penuh wibawa.
"Bagus. Aku percaya padamu. Selidiki apa saja yang berkaitan dengan laki-laki itu. Jangan biarkan sedikit saja informasi kecil yang terlewat. Aku tidak ingin dia mengacaukan rencanaku."
"Baik, Tuan. Saya mengerti."
"Dan ingat, aku ingin informasi tentang gadis itu ada di mejaku besok pagi. Jadi, kau harus melakukannya secepat mungkin. Apa kau mengerti!"
"Saya mengerti, Tuan. Informasi itu akan ada di meja Anda besok pagi."
Aura intimidasi Jeff sangat kuat tapi laki-laki itu terlihat tidak gugup atau takut sama sekali. Dia merasa percaya diri untuk melakukan pekerjaan yang diperintahkan oleh Jeff. Laki-laki itu sudah lebih dari tiga tahun bekerja untuk Jeff dan menjadikannya salah satu orang kepercayaan laki-laki pemilik hotel berbintang tersebut.
KAMU SEDANG MEMBACA
Baby, Pull Me Closer- E-BOOK DI PS
RomanceElena harus terbang ke New York, tempat Jefferson Campbell berada. Cukup satu yang diinginkannya. Status dari bayi yang dikandungnya saat ini. Setelahnya, dia akan menghilang dari kehidupan laki-laki itu. "Apa kau yakin, bahwa itu benar-benar anakku...
