Suasana rapat hari ini begitu tegang. Ada sebuah proyek baru yang akan mereka luncurkan, yaitu pembangunan hotel di Inggris. Proyek yang akan menelan biaya ribuan juta dollar, bahkan mungkin lebih. Proyek pertama yang akan mereka bangun di luar benua Amerika.
Di bawah tatapan tajam Jeff, para staf dan karyawan yang hadir tidak berkutik sama sekali. Mereka sangat hati-hati untuk mengajukan proposal proyek tersebut pada Jeff. Namun, itu sepertinya tidak berlaku untuk Scott.
Laki-laki itu tampak santai dan duduk dengan mimik wajah yang tidak begitu serius.
"Apakah Scott yang akan memegang proyek ini?" tanya Jeff langsung pada semua karyawan yang hadir.
Mereka tidak langsung menjawab, tapi hanya bisa melirik ke arah nama yang telah disebutkan oleh Jeff.
"Apakah ada yang salah, jika aku yang memegang proyek tersebut?" tanya Scott dengan nada sinis.
Scott merasa sikap Jeff sudah keterlaluan padanya. Ayahnya masih memiliki saham di perusahaan ini. Jadi, kenapa dia tidak bisa memegang proyek tersebut.
Jeff melirik tajam ke arah Scott. Matanya seperti ujung tombak yang bisa langsung menghunus jantung laki-laki tersebut.
Scott mendengkus ditatap seperti itu. "Apa kau lupa bahwa aku yang telah memenangkan tender proyek tersebut? Lalu kenapa aku tidak boleh bertanggung jawab atas kerja kerasku?"
Seluruh ruangan menjadi sangat hening. Tidak ada yang berani bicara. Para staf yang hadir sudah mengenal baik siapa Jefferson dan Scott tentunya. Jadi, lebih baik jika mereka tutup mulut daripada ikut campur. Ini bukan masalah mereka.
"Aku tahu," balas Jeff datar. Dia kemudian memeriksa kembali proposal yang ada di tangannya dan mengacuhkan Scott.
"Apa kau tidak percaya padaku?" tanya Scott dengan nada sinis.
Jeff dengan tenang meletakkan kertas proposal yang dipegangnya di atas meja. "Ini bukan proyek main-main," balas Jeff.
Setelah itu Jeff langsung berdiri dan meninggalkan ruangan rapat. Dia akan kembali ke ruangannya. Namun, sebenarnya Jeff sedang menghindari keributan di saat rapat dan bisa saja itu akan mempermalukan sepupunya atau malah dirinya sendiri. Jadi, jika laki-laki itu ingin berdebat dengannya, dia bisa datang ke ruangannya.
Benar dugaan Jeff, tak berapa lama dia masuk dan belum juga duduk, sosok Scotter sudah menyusul di belakang.
"Sekarang kita bisa bicara bukan?" Suara Scott menandakan ketidaksabaran juga sedikit emosi.
Jeff sudah menunggu hal ini. Dia mengenal baik bagaimana sepupunya tersebut. Scott bukan orang yang mudah menyerah untuk mendapatkan apa yang diinginkannya. Laki-laki itu pasti akan menggunakan banyak cara.
Jeff tidak bodoh. Dia tahu apa yang sebenarnya direncanakan oleh Scott. Itu adalah Mega Proyek jadi keuntungan yang didapatkan akan sangat besar jika berhasil. Jadi, jika seorang Scott mengincar proyek tersebut maka dapat dipastikan dia tidak hanya mengincar keuntungan tapi juga kekuasaan. Pasti para pebisnis dan investor akan bertanya siapa orang dibalik proyek tersebut. Mereka pasti akan mencari orang tersebut untuk diajak kerja sama. Jika itu sampai terjadi Scott akan punya kesempatan untuk menjatuhkan dirinya. Namun, Jeff tidak akan membiarkan hal itu sampai terjadi.
"Apa yang sebenarnya kau inginkan?" tanya Jeff melipat kedua tangannya dan bersandar di tepi meja.
"Cih, kau masih bertanya apa yang aku inginkan? Bukankah jelas aku ingin proyek tersebut!"
Jeff mencibir. Dia tidak bodoh. Sudah cukup untuk Scott menghancurkan beberapa proyek yang dipegangnya. Membuat proyek tersebut terbengkalai bahkan ketika sudah menghabiskan dana ratusan juta dollar.
KAMU SEDANG MEMBACA
Baby, Pull Me Closer- E-BOOK DI PS
RomanceElena harus terbang ke New York, tempat Jefferson Campbell berada. Cukup satu yang diinginkannya. Status dari bayi yang dikandungnya saat ini. Setelahnya, dia akan menghilang dari kehidupan laki-laki itu. "Apa kau yakin, bahwa itu benar-benar anakku...
