"Apa kau benar-benar yakin dengan keputusan ini?" tanya Sarah dengan tatapan sendu setelah beberapa saat yang lalu Elena mengatakan jika ingin kembali ke Virginia.
Elena mengangguk lemah. Sungguh, dia tidak tega melihat wanita di depannya saat ini. Sarah sudah dia anggap seperti ibunya sendiri. Walaupun mereka berkenalan dan tinggal satu atap belum terlalu lama. Namun, Elena tahu jika Sarah sangat menyayanginya.
"Apa kau tidak ingin menikah dengan Jeff?" tanya Sarah lagi. Tatapannya penuh harap pada Elena. Terlihat sekali jika Sarah menginginkan Elena untuk menjadi istri Jeff sekaligus menantunya.
"Aku datang ke sini bukan untuk menikah, hanya ingin pengakuan atas anakkku."
"Apa itu cukup?"
Pertanyaan Sarah seolah mendorongnya agar menerima ajakan Jeff untuk menikah. Elena tahu jika wanita yang sedang duduk di kursi roda itu sangat berharap padanya. Namun, kejadian demi kejadian yang dia alami membuat Elena merasa trauma. Dia butuh suasana baru. Wanita hamil itu tidak ingin membahayakan nyawa anaknya lagi. Sudah cukup semua yang telah dia lalui selama di New York.
"Aku tidak ingin memaksamu, tapi kumohon, pertimbangkan kembali keputusanmu. Anakmu bukan hanya memerlukan pengakuan, tapi kasih sayang dari ayah kandungnya, Elena. Apa kau ingat dengan cerita tentang bagaimana aku berjuang sendirian ketika Jeff kecil?"
Elena memilih untuk diam setelah mendengar perkataan Sarah. Memang benar anaknya butuh kasih sayang dari ayah kandungnya, tapi Elena sudah berpikir masak-masak untuk kembali ke Virginia. Di sana kasih sayang keluarganya sudah cukup. Dan dia juga ingat cerita tentang bagaimana Jefferson kecil yang tumbuh tanpa ayah kandungnya. Namun, dia sendiri butuh waktu untuk bisa menerima kehadiran laki-laki itu seutuhnya. Bukan hanya karena adanya anak yang dikandungnya semata.
"Apa kau ingin nasib anakmu kelak sama seperti anakku?" tanya Sarah. Sekali lagi wanita itu mencoba untuk mempengaruhi keputusan Elena.
"Aku tahu jika keputusan ini mungkin akan melukaimu, tapi untuk saat ini aku ingin sendiri merawat anakkku. Maafkan aku, dan Jeff sudah tahu jika ini adalah anaknya, jadi tidak mungkin dia akan menelantarkan begitu saja," jawab Elena dengan tenang sambil menggenggam tangan Sarah dengan hangat.
Sarah diam. Dia tidak bisa berkata apa-apa lagi. Mungkin ini adalah hukuman yang harus diterima oleh Jefferson. namun, apakah ini adil untuk Jefferson? Ah, Sarah tidak tahu jawabannya. Elena dan Jefferson bukanlah anak kecil lagi.
"Jangan khawatir. Jika anak ini lahir, kau boleh datang untuk mengunjunginya... dan tentu saja Jeff juga boleh datang." Elena mencoba untuk menghibur Sarah. Meskipun itu mungkin sia-sia karena wajah Sarah yang terlihat semakin sedih dan terluka. Bagaimana un, Elena telah menolak Jefferson, pasti itu menyakiti hati wanita itu.
"Aku harap kau mau memaafkan Jeff dan merawat cucuku dengan baik." Sarah mengusap perut buncit Elena dengan lembut dan penuh kasih sayang.
"Pasti." Elena kemudian membungkuk untuk memeluk Sarah. Meluapkan emosi penyesalan karena tidak dapat mewujudkan keinginan wanita itu agar menikah dengan anaknya.
"Jaga kesehatanmu. Aku akan merindukanmu," ucap Elena setelah melepaskan pelukanannya.
****
"Apa kau benar-benar yakin dengan keputusan ini?" tanya Jefferson ketika memasuki kamar Elena. Sedangkan wanita itu sibuk memasukkan pakaiannya ke dalam sebuah koper.
"Aku tidak pernah seyakin ini," balas Elena kemudian menghentikan aktivitasnya dan duduk di pinggir ranjang dengan pelan dan hati-hati.
Jefferson menatap lama pada Elena. Ada bongkahan rasa penyesalan yang sangat besar. Dia kemudian berjalan menuju Elena. Tanpa mengucapkan apa-apa, tiba-tiba saja laki-laki itu bersimpuh di depan Elena yang sedang duduk di tepi ranjang.
KAMU SEDANG MEMBACA
Baby, Pull Me Closer- E-BOOK DI PS
RomanceElena harus terbang ke New York, tempat Jefferson Campbell berada. Cukup satu yang diinginkannya. Status dari bayi yang dikandungnya saat ini. Setelahnya, dia akan menghilang dari kehidupan laki-laki itu. "Apa kau yakin, bahwa itu benar-benar anakku...
