Chanyeol terdiam kehilangan kosakatanya, lidah pria itu tiba-tiba terasa keluh. Ini benar-benar hal buruk yang tidak Chanyeol inginkan, kembalinya ingatan masa lalu Jihyo. Terkadang pria itu berfikir lebih baik dia saja yang tersiksa, dan terus menerus membiarkan Jihyo hidup dalam ketidak tahuannya.
"Oppa pikir aku masih anak-anak?" Tanya Jihyo dengan tatapan kekecewaannya. Dia tahu jika Chanyeol ingin yang terbaik untuknya, tapi tidak seperti ini membiarkannya terus tidak tahu akan kebenaran. Dan Chanyeol yang selalu berakting baik-baik saja, nyatanya pria itu tidak bisa melewati itu. Dia bertanya karena satu alasan, adiknya itulah alasan kenapa Chanyeol memiliki tetap bertahan.
"Jika aku tidak berpura-pura kau akan terus menghilangkan ingatanku," bibir gadis itu mulai bergetar, matanya berkaca-kaca itu mampu membuat Chanyeol meringis. Bukan ini yang pria itu inginkan, dia tidak suka melihat adiknya menangis. "Maaf, aku tahu kata maaf saja tidak mampu menembus semuanya," ucap Chanyeol menunduk
"Oppa, kau sangat hebat" Jihyo menarik nafas sebelum melanjutkan kalimatnya. "Kau sangat hebat karena bisa bertahan hidup dalam kepalsuan," lanjut Jihyo.
Gadis itu mendekat ke arah Chanyeol, memeluk tubuh tinggi kakaknya itu. "Aku ingin tidak menangis tapi rasanya sangat sulit" ucap Jihyo dengan tangisnya. Tangis karena merindukan ibunya.
"Bahkan rasanya seperti suara tembakan itu terus terngiang-ngiang di kepalaku," ucap Jihyo mengeratkan pelukannya, rasa takut itu kembali menyerangnya.
"Aku bahkan masih ingat dengan jelas. Bagaimana hujan menghapus jejak ku yang menyeret tubuh kaku ibu kita, bagaimana cara aku menguburkannya semua masih sangat jelas," ucap Jihyo dengan suara bergetar nya. Setidaknya gadis itu sudah merasa lega, menceritakan semuanya yang mungkin belum Chanyeol ketahui.
Gadis itu juga merasa lega karena sudah menangis, meluapkan apa yang seharusnya dia keluar bertahun-tahun yang lalu. Rasanya seperti beban berat dipundaknya terangkat, semua terasa ringan dan rasa sesak mulai sedikit menghilang.
※※※
Sehun sudah siap dengan kemeja hitamnya, dia akan menjemput Jihyo. Bahkan gadis itu mengirimkan puluhan pesan berisi keluhan karena Sehun sedikit terlambat. Saat sudah sampai depan gerbang rumah Jihyo, gadis itu sudah berdiri didepan dengan kacamata pink.
Gadis itu masuk tanpa melepas kacamatanya, dia juga terus diam. Itu membuat Sehun tidak suka, tapi pria itu juga tidak tahu harus berbuat apa.
"Jika kau ingin bertanya kenapa aku memakai kacamata lebih baik tidak usah bertanya," ucap Jihyo seolah tahu isi pikiran Sehun. Tentu saja pria itu tersentak, apa gadis itu cenayang? Benar-benar menakjubkan. "Apa kau sakit mata, nona?" Tanya Sehun.
"Tidak, aku tidak sakit mata," kesal Jihyo. Apa pria itu mencoba memancingnya agar memberitahu kenapa gadis itu memakai kacamata. Tentu saja Jihyo tidak akan memberitahu Sehun, bisa-bisa dosen sialan itu menertawakannya. "Lalu kenapa memakai kacamata?" Tanya Sehun dengan tatapan menyelidik.
"A-anu, i-itu aku hanya kurang tidur saja. Jadi aku memakai kacamata untuk menutupi mata panda ku," ucap Jihyo menatap pemandangan jalan Seoul. Sehun tetap saja tidak percaya, Jihyo berbohong itu sangat muda ditebak. Gadis itu memang tidak ahli dalam hal berbohong.
"Jangan bilang itu menutupi mata bengkak mu karena menangis seharian," tebak Sehun membuat Jihyo terkejut lalu menoleh.
"Kau terlalu sok tahu, Oh," guma Jihyo menatap geram Sehun dari balik kacamata. Pria itu terkekeh geli membuat Jihyo semakin kesal.
"Jangan mengelak jika itu benar," ucap Sehun menggerakkan salah satu tangannya untuk melepaskan kacamata Jihyo. Gadis itu hanya menatap kesal Sehun, saat pria itu berhasil melepas kacamata yang ia kenakan. Bisa tidak menjadi orang yang tidak menyebalkan sehari saja. "Karena jujur aku lelah terus berkelahi dengan anda , tuan Oh," geram Jihyo
Sehun hanya terdiam menatap mata gadis itu, apa semalam gadis itu menangis seharian hingga matanya bengkak seperti ini. Pasti gadis itu tidak tidur. "Aku masih ingin hidup. Fokus lah menyetir jangan menatapku terus," lirih Jihyo
※※※
Jihyo duduk memperhatikan Sehun yang sedang mengajar dikelasnya. Pria itu terus menatap ke Jihyo, atau hanya perasaan gadis itu. Rasanya sangat risih Jihyo jadi tidak bisa tidur dikelas.
Tapi saat Jihyo mencoba pura-pura tertidur, Sehun sama sekali tidak membangunkan nya atau pun menegurnya. "Yerin aku mengantuk tolong bangunkan aku setelah 5 menit," pinta Jihyo yang di anggukan oleh Yerin.
Yerin memperhatikan materi yang Sehun sampaikan, dia memang berbeda dengan Jihyo. Sehun menghampiri meja Yerin memberikan sebuah note, gadis itu langsung membacanya.
'Tolong jangan bangunkan dia, biarkan saja dia tertidur. Karena saya rasa dia belum tidur,'
Yerin hanya tersenyum tipis lalu kembali memperhatikan Sehun, gadis itu senang mengetahui Sehun seperti menyukai Jihyo. Yerin yakin itu bukan hanya sekedar perasaannya saja, tapi memang benar adanya bahwa Sehun sedikit berubah pada Jihyo.
Jam kuliah sudah selesai. Hanya tersisa Jihyo yang masih tidur, Yerin yang mengerjakan tugas, dan Sehun yang sibuk mengerjakan sesuatu.
"Yerin kau tidak pulang?" Tanya Sehun. Gadis itu menoleh ke arah Jihyo yang masih tertidur lelap. Rasanya tidak tega membangunkan Jihyo, jadi Yerin memutuskan menunggu sampai Jihyo bangun. "Saya rasa Jihyo kelelahan, jadi saya akan menunggunya hingga bangun," ucap Yerin kembali mengerjakan tugasnya.
"Ada saya disini," ucap Sehun. Tapi tetap saja Yerin tidak bisa meninggalkan Jihyo, dia tidak setega itu.
"Tidak apa, saya akan tetap menunggunya bangun," ucap Yerin bersikeras untuk tetap menemani Jihyo. Sehun hanya menghela nafas, lalu memejamkan matanya. "Dia pulang dengan saya," ucap Sehun.
"Yerin kau belum pulang," ucap taehyung yang tiba-tiba saja masuk. Pria itu menatap Jihyo yang tertidur lalu tersenyum. "Macan buas menjadi terlihat manis dan menggemaskan saat sedang tidur ya," celetuk taehyung mengusap pipi Jihyo.
Yerin menyadari tatapan sinis yang diberikan oleh Sehun untuk taehyung. Dosen itu sebentar lagi akan meledak jika Yerin tidak buru-buru mengajak Taehyung pulang.
"Tuan oh, saya pulang dulu," pamit Yerin. Sehun hanya diam saat Yerin menarik Taehyung keluar. Sehun langsung merapihkan barangnya, lalu berjalan menuju Jihyo.
Merapihkan rambut yang menutupi wajah cantik gadis itu. Sehun memandangi wajah cantik Jihyo, seketika senyum terukir di wajah pria itu. Memperhatikan gadis itu lebih dekat lagi, meneliti setiap sudut wajah gadis itu. Benar-benar cantik.
"Eugghh," leguhan Jihyo membuat Sehun terkejut. Pasalnya gadis itu langsung membuka matanya, membuat mereka bertatapan. Sehun buru-buru bangkit dari duduknya. "Kau sudah bangun ayo kita pulang," ucap Sehun. Sedang Jihyo sedang menyadarkan dirinya, gadis itu masih mengantuk.
Sehun membiarkan Jihyo berjalan dibelakangnya, pria itu sebenarnya malu karena tertangkap basah memerhatikan wajah gadis itu. Semoga saja Jihyo tidak sadar.
TBC
KAMU SEDANG MEMBACA
My Sweet Dosen
أدب الهواةDosen killer tapi bikin nyaman -PJH Murid bodoh dan menjengkelkan ya cuma kamu tapi saya suka -OSH
