chapter 7

1.2K 130 15
                                        

PLAK

"HENTIKAN OMONG KOSONG MU"

Jihyo menatap Seulgi dengan datar, tamparan yang diberikan Jihyo sangat pantas didapat Seulgi. "Aku memang tidak tau siapa itu mama, tapi aku tidak suka kau menghinanya" ucap Jihyo mendorong pelan Seulgi. Jihyo berjalan menjauh dari sana.

Chanyeol menghela nafas lega, lalu menatap Seulgi. "Irene mulai sekarang kita putus" ucap Chanyeol membuat Irene terdiam tidak percaya, bagaimana bisa Chanyeol melakukan itu padanya. Chanyeol tersenyum tipis menatap dua wanita dihadapannya. "Sekarang kalian bisa pulang" usir Chanyeol berjalan meninggalkan mereka.

"Seulgi bagaimana ini?" Tanya Irene dengan raut wajah sedih. Seulgi hanya tersenyum sinis menatap punggung Chanyeol. "Tenang saja aku pasti bisa menyingkirkan Park Jisoo" ucap Seulgi menarik Irene untuk keluar dari rumah itu.

"Nona Park" panggil seseorang yang tidak asing bagi Jihyo, itu adalah Sehun. Tiba-tiba saja jantung Jihyo berdetak tidak normal, apa dia sudah gila karena menyukai Sehun. Dia bisa apa jika Tuhan membuatnya begini

"Tangan mu kenapa?" Tanya Sehun menggenggam tangan Jihyo, tangan itu memerah karena menampar Seulgi.

"Tidak apa" ucap Jihyo menarik tangannya dari genggaman Sehun

"Ini" lirih Sehun memberikan sesuatu pada Jihyo

"Apa?" Tanya Jihyo

"Kalung mu" ucap Sehun

"Kenapa bisa ada padamu tuan Oh?" Tanya Jihyo

"Saat aku pergi untuk menghajar penjahat yang sudah membunuh kakakku kau memberikan itu" ucap Sehun dengan senyumnya

"Aku? Memberikan ini?" Tanya Jihyo tidak percaya

"Iya kau bilang itu untuk berdoa kepada Tuhan" ucap Sehun

"Lalu penjahat itu?" Tanya Jihyo penasaran

"Aku terlambat mereka..." Ucap Sehun terpotong

"Jihyo" panggil seorang gadis

Jihyo menoleh mendapati Yerin datang, langsung saja Jihyo meninggalkan Sehun. Sehun bernafas lega setidaknya dia tidak harus menceritakan hal itu sekarang, masih ada waktu sampai ia siap.

"Yerin, kemana Somi?" Tanya Jihyo mencari keberadaan Somi

"Orang tuanya berkunjung ke Korea dia jadi tidak bisa datang" ucap Yerin dengan senyumnya

"Halo Yerin" sapa Sehun

"Ah, tuan Oh datang juga" ucap Yerin terkejut

"Iya saya di undang" ucap Sehun

"Yerin nikmatilah pesta ini" ucap Jihyo seperti mengisyaratkan Yerin agar pergi ke kerumunan orang yang asik berpesta

"Tadi sampai dimana tuan Oh" ucap Jihyo setelah Yerin pergi

"...."

"Kenapa diam? Ayo beritahu aku" ucap Jihyo terdengar sedikit memaksa

"Seperti tidak bisa sekarang" ucap Sehun menutup ke gemetarnya

"Baiklah kau berhutang pada ku" ucap Jihyo tersenyum manis

"Berhutang?" Tanya Sehun

"Iya kau harus menceritakan itu saat kau sudah siap tuan Oh" ucap Jihyo meninggalkan Sehun.

Sehun hanya menatap nanar Jihyo, bagaimana pun pria itu merasa bersalah pada gadis itu. Dia merasa tidak berguna saat tidak bisa membela Jihyo dari Seulgi, bukan karena ia tidak mau tapi entah kenapa Sehun tidak memiliki keberanian. Dia memang pria yang payah.

My Sweet Dosen Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang