‹Chapter 11› ✓

134 16 0
                                    

Langit cerah yang sangat cocok untuk dipakai berjalan-jalan atau joging ditaman, tapi tidak untuk ketiga pria ini.

Dipagi hari yang cerah, mereka memutuskan untuk rapat demi kepentingan bersama.

"Jadi bagaimana agar Souko bisaku bawa pulang?" tanya Hijikata dengan serius.

"Bagaimana saat pernikahan Kamui dan Nobume saja?" usul Sougo, Gintoki dan Hijikata langsung saling tukar tatapan.

"Soichiro-kun apa maksudmu?"  Gintoki balik bertanya.

"Sougo desu," koreksi Sougo.

"Ah, aku mengerti. Saat pernikahan mereka, kita harus saling berbincang-bincang dengan Kouko-san. Dan mengajak Tsukuyo, setelah itu dengan sengaja membicarakan tentang kewajiban istri, begitukan?" tanya Hijikata dengan semangat, kedua matanya berbinar senang.

Sougo mengangguk kepalanya. "Benar begitu Hijikata-san, dan tumben— kau pintar?"

Perempatan siku-siku muncul dikepala Hijikata. "Sialan kau Sougo,"

Gintoki merelai pertengkaran Sougo dan Hijikata sebelum semakin panas.

"Begitu, ya. Tapi apa hubungannya dengan pernikahan itu Soichiro-kun! Kita bisa langsung kerumah si botak!" Gintoki menggebrak meja.

Masalahnya pernikahan Kamui dan Nobume masih terbilang lama, ia tidak bisa tinggal disini lama-lama karena takut disangka ngehomo dengan Hijikata dan Sougo.

"Kau itu bodoh atau bagaimana Gintoki! Kalau kita ke rumah Kouko secara tiba-tiba, Tsukuyo pasti akan curiga! Ia pasti tau bahwa kita mau menghasutnya lewat Kouko-san!" jelas Hijikata panjang kali lebar, sampai liurnya muncrat-muncrat mengenai, Gintoki dan Sougo.

Gintoki memasang ekspresi datar, dan mengelap wajahnya begitu juga dengan Sougo. "Hijikata-san apa yang kau katakan itu benar, tapi tolong  bisa tidak liurmu tidak ikut muncrat-muncrat!"

Sekarang Sougo yang menggebrak meja, Hijikata hanya cengengesan.

Gintoki mengorek hidungnya, sambil memikirkan cara agar Tsukuyo mengembalikan Souko kepada Hijikata dan ia bisa pulang kerumahnya.

"Soichiro-kun kapan pernikahan si kepang itu?"

"Sougo desu, 2 minggu lagi."

Gintoki menghentikan aktivitas mengorek hidungnya, dan menempelkan upilnya ke baju Hijikata. Hijikata langsung menabok Gintoki, dan langsung membersihkan baju yang terkena upil itu.

"Tidak ada cara lain kita tunggu sampai pernikahan mereka." Ucap Gintoki akhirnya.

☂️☂️☂️

"Moshi-moshi? Aa, Ha'i aku akan segera datang dengan Kagura-chan dan Tsukuyo-san. Di jalan **** nomor *** kan? Ha'i, tunggu kedatangan kami." Souko menaruh telponnya.

"Ada apa, Souko?" tanya Tsukuyo yang baru datang.

"Tsukuyo-san lupa? Hari ini kita akan membantu Nobume untuk mencari gaun yang pas? Dan juga gaun yang akan kita pakai nanti." Souko balik bertanya dengan ekspresi polos.

Tsukuyo langsung menepuk dahinya. "Ah, aku lupa. Dimana Kagura? Kita harus segera pergi."

"Kagura-chan ada di kamar sedang main game. "

"Panggil Kagura dan bersiaplah, aku akan memanaskan mobil."

"Ha'i!"

__________________________________________
Ini makin gak jelas aja ya ampun😂😂 makasih banget sama yang mau baca cerita ku;*

Okita Souko ‹FemaleSougo› ✓Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang