"Sya lo jadi cewek gak ada manis-manisnya, masa muka gue main lo raup aja"ucap Rendi yang kini telah mensejajarkan jalan
"Emang gue air mineral apa?, lo ngapain ikutin gue?, gue mau ke toilet"jawab kesya masih ketus menyembunyikan kegugupannya haduh, ni jantung dari tadi kenapa deg-degan terus sih batin Kesya
"Ya gue juga mau nyetor kali sya? Sudah di ujung"jawabnya singkat
Sampai di depan toilet, Rendi menahan lengan Kesya
"Nanti tunggu disini ya, jangan kemana-kemana"ucap Rendi lembut sambil mengelus pelan pucuk kepala Kesya. Seperti terhipnotis kesya hanya mengangguk, mereka pun masuk kebilik masing-masing.
Haduh, Rendi kenapa manis banget sih, lama-lama pertahanan gue bisa roboh ni, trus gimana nanti perasaan chandra, ah chandra kemana dia seharian gak ada kabar batin Kesya
Saat Kesya keluar sudah terlihat Rendi teah menunggunya, bersender pada tembok sambil menerima telepon, kalau dilihat penampilan Rendi sangat sempurna, dibanding Chandr Rendi masih menang jauh, walaupun keduanya memiliki postur tubuh yang hampir mirip, tapi dari warna kulit sangat berbeda, chandra memiliki kulit coklat, sedangkan Rendi putih langsat
Kesya berdiri didepan Rendi, Rendi hanya memberi isyarat melalui telapak tangannya.
"Oke nanti kita sambung lagi Rey, gue lagi ngedate ni"jawabnya enteng, kesya yang mendengar hanya memanyunkan bibirnya ih ngarep banget sih Rendi batin Kesya
"Maaf lama ya sayang"ucap Rendi sambil mengamit telapak tangan Kesya
"Apaain sih sayang, sayang"ucap kesya sambil menepis tangan Rendi lalu berjalan sambil melihat sekeliling, matanya tertuju ke bangku pojok di depan loket pembelian tiket, kayaknya itu chandra deh batin kesya
"Bentar Ren"ucap kesya menahan Rendi, Rendi yang bingung ikut terdiam. Kesya mengambil hp nya lalu mendial nomor Chandra matanya masih terpaku pada pria yang duduk dipojok yang dia yakini kalau itu Chandra.
Panggilan tersambung Kesya melihat pria itu meletakkan hpnya di telinga dan berdiri, benar itu chandra? Tapi siapa wanita yang tadi ada disampingnya.
"Halo ay?"suara chandra diujung sana
"Kamu dimana"tanya kesya to the point
"Oh, lagi dirumah aja ni, kenapa kangen ya? Maaf ya aku lagi gak enak badan jadi gak bisa ajak kamu jalan"kilahnya
Mata kesya masih terus mengunci pandangannya ke chandra, dilihatnya chandra menggaruk tengguknya yang mungkin tak gatal, kesya haya diam
"Kamu dimana ay?kedengerannya rame??tanya chandra
"Aku lagi di Rumah Bu de, di ajak papa"jawabnya. Rendi yang hanya diam saja langsung melotot pas kesya lagi-lagi menyebutnya papa
"Miss you ay"
"Sudah ya, aku gak enak dilihatin papa, bye"kesya menutup teleponnya sepihak matanya masih terus memandang chandra dari jauh, dia sempat melihat chandra menghel napas saat telepon terputus dan kembali duduk disamping wanita itu.
"Sya, tadi lo telepon pacar lo ya?lo kok gitu sih, kalau lagi sama gue bilangnya sama papa mulu, yang mudaain dikit kek sya?"protes Rendi panjang lebar. Air mata kesya tak mampu dibendung lagi, semua mengalir begitu deras tanpa suara. Rendi menoleh karena tak ada balasan dari Kesya, melihat dia menangis dalam diam, Rendi membawa kesya dalam pelukannya, meletakkan dagunya diatas kepala kesya.

KAMU SEDANG MEMBACA
Backstreet
Romance"Ay..gag kerasa yea besok kita uda 2 tahun..sudah cukup lama ternyata hubungan ini..kamu uda mengenal ku jauh..mengenal sikap ku yang cukup egois,gampang marah,mengenal smua keluargaku,tapi..aku belum tau apa-apa tentangmu" Chandra Tjahya Aku hanya...