"I am the beauty in a storm." —Han Yoora, Je Te Déteste
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Bagaimana bisa Yoora menghilang?" Kai bertanya setengah membentak. Melemparkan amarahnya kepada salah satu perawat yang memang ditugaskan untuk menjaga Yoora selagi Ilana tidak ada.
Sejak awal menginjakkan kaki di rumah sakit, tempat pertama yang Kai dan Sehun tuju jelas kamar rawat Yoora. Memeriksa setiap sudut ruangan, meski tak ada tanda kehidupan di sana. Ilana pun masih sibuk mengelilingi rumah sakit ketika mereka berdua tiba dan baru kembali ke ruangan ini setelah Sehun mengabarkan kedatangannya via telepon.
"Marah-marah tidak akan membuat Yoora muncul di sini, Kai." Sehun yang muak mendengar setiap bentakan dari mulut sahabatnya itu coba melerai. Fokusnya tetap sibuk menelanjangi sekitar.
"Di mana terakhir kali—"
"Mana Yoora?"
Ketiganya terlalu sibuk mencecar perawat yang terakhir menemani Yoora hingga lambat menyadari kemunculan Chanyeol. Bahkan, bukannya langsung memberi jawaban, mereka masih saja membisu tatkala mendapati presensi Anneliese di balik punggung Chanyeol. Jelas tidak habis pikir saat tahu pria itu malah membawa istrinya kemari.
"Kenapa membawa Anneliese?" Ilana kepayahan menahan rasa kesalnya, lalu menyerang Chanyeol. Tak peduli, meski tindakannya ini bisa memicu kemarahan pria itu. Sama sekali tidak terkejut saat pertanyaannya berujung pada sebuah bentakan keras. "Sudah kubilang untuk menjaga Yoora dengan baik!"
"Aku tanya, untuk apa membawa Anneliese kemari, berengsek?" Ilana tak kalah murka sampai-sampai Sehun harus menariknya ke dalam pelukan agar pertengkaran ini tak semakin parah.
Namun, Chanyeol yang tak mau mengalah secepat kilat menarik Ilana dari pelukan Sehun, lalu menyudutkannya ke tembok. "Di mana Yoora-ku?" tanyanya penuh penekanan, tapi tak mendapat balasan apa pun dari Si Gadis Kim. "Damn you, Lana!" Chanyeol mengumpat seraya meninju dinding. "Di mana Yoora?!"
"Kau tidak seharusnya membawa Anneliese kemari, Han Chanyeol," bisik Ilana. Sengaja menguarkan rasa frustrasinya melalui silabel.
"Apa itu penting sekarang?" Chanyeol menarik diri, kemudian masuk ke dalam kamar rawat Yoora. Memeriksa seisi ruangan, lalu berteriak serupa orang gila sebab tak menemukan apa pun. "Yoora? Han Yoora!"
Anneliese yang sejak awal bergeming langsung gemetar begitu melihat Chanyeol meledak. Membanting semua benda di kamar kosong tersebut dan membuatnya berakhir mengenaskan.
"Maaf." Ilana yang menyadari hal tersebut lantas memeluk Anneliese. Menenangkan ketakutan perempuan itu sekaligus rasa bersalahnya sendiri.
Di tengah-tengah suasana ricuh tersebut, datang seorang petugas keamanan bersama seorang pria dalam balutan sneli. Di belakang dua sosok tersebut, ada Yoora yang sibuk menundukkan kepala. Tampak ketakutan hingga nyaris tidak menyadari keberadaan Chanyeol yang sejatinya paling perempuan itu harapkan.