mhib 10 : cinta sejati hanya sekali

8.7K 414 10
                                        

“Dengarkanlah, demi apapun maafkanlah aku. Ku tak bisa hidup tanpa kamu. Walaupun siapapun menggantikanmu. Mungkin benar, cinta sejati datang cuma sekali. Dan kuakui, itulah cintamu.”
Cinta Sejati Hanya Sekali — Aliando Syarief ft Rasya

Entah apa yang semesta dan seisinya rencanakan untuk Crystal. Namun saat ini, Crystal sukses dibuat angkat tangan akibat takdir yang terlalu menyebalkan baginya.

Bagaimana bisa jika mantannya adalah kakak tiri dari suaminya? Dan parahnya, mantannya itu sudah memiliki anak laki-laki dari perempuan yang dulunya adalah mantan pacar suaminya.

Sumpah! Bolehkah Crystal menangis saking kagetnya?

"Euis! Gimana keadaan lo?"

Nama itu lagi.

Mata Crystal menatap marah pada Jo yang sedang nyengir di ujung ranjangnya dengan tangan yang menggendong anak laki-lakinya. "Nama gue Crystal! Sekali lagi manggil gue gitu, gue lempar nih pot bunga ke muka lo!" seru Crystal sambil menunjuk pot bunga yang ada di atas rak kecil samping ranjangnya.

Jo membulatkan matanya dengan pandangan tidak percaya. "Buset! Galak amat lo sekarang. Dan lagi, nama Crystal kebagusan buat lo."

"Jo!! Monyet ya lo!"

"Wihh sekarang bahkan berani ngatain gue."

Crystal menggeram kesal.

"Jo." panggilan dingin itu datang dari Fares. Mata Fares menatap Jo dengan tatapan tajam menghunus.

"Buset!" seru Jo kemudian. Ekpresinya seolah terpana. "Sama-sama galak, ternyata," katanya sambil tertawa puas.

"Jo, udah," Vany membuka suara. Matanya menatap sang suami dengan kesal. "Kita kesini buat jenguk, bukan nyari onar. Udah tua masih aja kayak anak kecil. Umur udah mau kepala 3, padahal."

"Wiihh gaya lo, Jo," puji Crystal. "Udah mau 30 tapi masih ganteng."

Jo tersenyum lebar pada Crystal. "Iya dong."

"Jo!" kali ini, Fares terlihat marah saat menatap Jo.

Jo berdecak kagum saat menatap wajah Fares. "Cuma lo nih, yang bisa bikin dia marah, Crys."

Crystal mengerutkan alisnya dengan bingung. "Kok gue? Bukannya dia marah sama lo?"

"Lo nggak tau?" tanya Jo, kemudian berdecak tiga kali saat Crystal menggeleng. "Si Fares ini, setelah lo tinggalin, dia jadi dingin, cuek, dan datar. Gue pancing biar marah juga nggak bisa. Dan cuma karna lo muji gue ganteng doang, dia kayak mau nerkam gue. Noh, noh," tau masalah akan datang, Jo segera menurunkan sang anak, lalu berlari keluar kamar.

Dan setelah itu, Fares dengan cepat mengejar Jo yang sudah keluar dari kamar. Suara panggilan Fares dan suara tertawa Jo terdengar memenuhi koridor rumah sakit.

Dan, tersisa Vany dan Crystal.

"Hai, Crys!" sapa Vany terlambat.

Crystal tersenyum lebar. "Hai!! Udah lama kita nggak ketemu."

Vany terkekeh pelan. "Gue ketemu lo, kok, waktu lo sama Fares nikah."

"Oh ya?" tanya Crystal, menyembunyikan rasa cemburu saat Vany membawa-bawa nama suami Crystal, yang merupakan mantan Vany sendiri. "Thank you."

Vany tersenyum lebar, kemudian mendekat ke ranjang Crystal dan duduk di kursi yang tersedia di sana. "No need. Lo tau? Gue beruntung banget bisa liat akad nikah kalian. Gila! Gue berasa liat drama, tau nggak? Bener-bener mengharukan." ujarnya penuh kekaguman.

Alis Crystal mengernyit heran. "Oh ya? Mengharukan gimana?"

Vany menghela napas panjang. "Hah, gue nggak tau kalo Fares bisa se-romantis itu," ucapnya tidak nyambung, membuat Crystal mengernyit tak suka akibat nada mengagumi dari Vany untuk suaminya. Melihatnya, Vany malah tertawa kecil. "Nggak ada maksud tertentu, kali, Crys. Gue cuma memuji apa yang terlihat aja."

"Maksud?" tanya Crystal makin heran.

"Lo nggak tau kronologi lo nikah?"

Crystal makin mengernyit bingung.

Vany mendengus pelan. "Gue tau. Si Fares pasti ngelarang orang lain cerita."

"Emangnya kenapa?" tanya Crystal penasaran. Mengharukan? Romantis? Bagaimana itu bisa terjadi antara dua orang yang tidak saling mencintai?

"Jadi gini," Vany mulai bercerita dan membenarkan duduknya. "Waktu 3 hari setelah lo di bawa ke Rumah Sakit, jantung lo sempat berhenti," jeda, Crystal menautkan alisnya saat mengingat ucapan sang Ayah jika jantungnya sempat berhenti. "Nah, waktu lo berhasil balik lagi, saat itulah Fares minta nikah sama orangtua dia, dan bonyok lo." lanjut Vany.

Kali ini, Crystal mengenyitkan alisnya dengan tidak mengerti. Untuk apa Fares melakukannya?

"Tentu aja, dokter dan ortu kalian nggak setuju."

"Kenapa?" tanya Crystal, spontan. Maksudnya, apa orangtua Fares tidak merestui? Atau bagaimana?

"Ya lo pikir aja," Vany bercerita dengan tangannya yang mulai bergerak. "Saat itu, lo lagi kritis, dan sempat sekarat. Kalo lo selamat ya Alhamdulillah. Tapi kalo engga? Ya Fares ditinggal mati istrinya dong?"

Sempat tidak setuju dengan ucapan awal Vany, Crystal akhirnya mengangguk mengerti. "Trus gimana lagi?"

"Ya Fares ngotot, lah! Dia ngamuk sambil nangis."

"Nangis?"

"Iya! Gila kan tuh? Ini kedua kalinya gue ngeliat Fares sehancur itu."

Ucapan yang sama dari Vany dan pernah diucapkan Fares, membuat alis Crystal mengernyit heran.

"Waktu kalian akad, gue ngerekam sampai akhir lohh. Mau liat? Di situ, Fares kayak lelaki idaman seluruh wanita banget!" seru Vany dengan antusias.

"Oh ya? Mau dong, mau!!"

"Apanya yang mau?" mendengar suara yang datang dari pintu, refleks membuat dua perempuan yang sedang bergosip itu menegok ke arah pintu. Fares datang dengan dandanannya yang kini acak-acakan. Dan di belakangnya, Jo sama acak-acakannya dengan Fares.

"Ya ampun, Jo!" seru Vany dengan panik sambil menghampiri suaminya. "Kamu ini, yah, kayak anak kecil banget, tau nggak?" ocehnya kemudian, dan diterima dengan pasrah oleh Jo yang hanya mengiyakan ucapan sang isteri.

Fares mendekati ranjang Crystal dengan helaan napas kesal. Crystal segera merapikan tatanan rambut suaminya, dan menatap Fares khawatir. "Kenapa bisa gini? Lo nggak papa, kan? Nggak luka?"

Senyum lebar terbit memenuhi wajah Fares. Tangannya kemudian mengusap puncak kepala Crystal dan mendaratkan ciuman di sana. "Lain kali, nanyanya pake aku-kamu, ya? Biar perhatian kamu makin manis."

Crystal cemberut mendengarnya. "Fares!! Nyebelin, ya lo! Ditanya malah gitu."

Fares terkekeh pelan. "Jadi gak sabar nunggu kamu cepat sembuh."

"Kenapa?"

"Biar kita bisa bikin anak."

"Fares!! Ih!"

Dan hari itu, Crystal lupa meminta video yang dibicarakan Vany.

Instagram: nrshf.mara.s
Blogger: nurshifasf.blogspot.com
Yt channel: sf ling

Nikmati aja manis-manisnya dulu ya gengs. Ini romance, dan cobalah resapi bagaimana ini berjalan sebelum menuju konflik

My Husband Is a Boss [COLD DEVIL #4]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang