“Dia untukku, bukan untukmu. Dia milikku, bukan milikmu. Pergilah kamu. Jangan kau ganggu.”
Dia Milikku — Yovie And Nuno
Nathaniel menegang akibat pelukan dari Crystal, terkejut bukan main hingga ia tidak mampu melempaskan pelukan Crystal dalam waktu sekejap.
"Niel ..."
Bisikan lembut itu, seketika membuat Nathaniel mendorong Crystal dengan kasar, membuat Crystal melongo saat terhuyung ke belakang. Nathaniel lalu menatap perempuan yang sedang berdiri terpaku di barisan koridor produk.
"Thal, ini nggak seperti yang kamu kira," Nathiel mengibaskan tangannya dengan panik, lalu menatap tajam pada Crystal, dan kembali menatap perempuan yang dipanggilnya Thal itu dengan gusar. "Aku bisa jelasin!"
Sebungkus tisu berukuran besar dilempar perempuan itu pada Nathaniel. "Ogah! Lo pasti cari-cari kebohongan lain lagi, dan dengan bodohnya bakal bikin gue percaya sama lo lagi. Trus lo bakal ketawain gue di belakang. Lo emang sebusuk itu!"
"Thal!" serunya, lalu menghampiri perempuan itu, namun perempuan bernama Thal itu langsung melindungi dirinya dengan troli. "Dia bukan siapa-siapa! Dia cuma temen—"
"Temen tidur? Temen cium? Temen hidup? Peduli setan! Gue bukan siapa-siapa lo juga."
"Thal—"
"Berhenti di sana atau gue bakal lebih membenci lo dari ini!"
Dan Nathaniel seketika diam. Ada luka yang dapat Crystal lihat dari wajah Nathaniel. Laki-laki itu terlihat pasrah dan kesakitan. Apalagi saat perempuan bernama Thal itu berjalan melewati Nathaniel dengan wajah sendu dan berkaca-kaca. Crystal hanya diam, menelan ludah dan terlihat serba salah di tempatnya. Antara ingin menjelaskan, atau membuat dirinya dipermalukan lebih lagi di depan Fares.
"Mbak—"
"Saya bukan siapa-siapanya," ucap Thal, memotong ucapan Crystal. "Nggak ada yang perlu di jelasin."
"Tapi Mbak—"
Dan perempuan itu melenggang pergi, bersamaan dengan tangan Crystal yang di tarik oleh Fares untuk mengikuti langkahnya.
"Res, aku harus jelasin ke cewek tadi."
Ucapan Crystal diabaikan oleh Fares. Lelaki itu berjalan cepat dan menemui bodyguardnya yang berdiri di tempat masuk hypermart. Fares memberikan troli belanjaan Crystal pada mereka. "Urus ini dan bawa ke rumah." perintahnya pada salah satu bodyguard.
"Baik, Sir."
Fares lalu menarik tangan Crystal kembali, dan pergi dari sana dengan langkahnya yang terburu.
"Res!" panggil Crystal, namun lagi-lagi diabaikan oleh Fares. Crystal lalu mulai memberontak dan menahan langkahnya sendiri, namun tenaga Fares yang kuat benar-benar membuat Crystal kewalahan. "Res, lepas nggak!" serunya, namun lagi-lagi diabaikan Fares. "FARES!"
Fares benar-benar menutup mata dan telinganya. Dia bahkan tidak mempedulikan saat orang-orang menatapnya dengan tatapan heran. Fares tetap melanjutkan langkahnya yang cepat sambil menarik Crystal dengannya. Dan Crystal yang merasa malu harus mengalah dan mengikuti langkah Fares yang sangat cepat.
Sampai di basement, Crystal akhirnya menyentak tangannya dengan kencang. Walaupun harus merasakan sakit, namun Crystal tetap berdiri sambil menatap suaminya tajam. "Kamu tuh apaan, sih?!" ucapnya saat Fares bergeser dan balas menatap Crystal dengan datar. "Aku tuh harus ngejelasin ke perempuan tadi! Dia salah paham."
"Kenapa dia? Kenapa kamu memikirkan orang lain di saat di sini, aku, SUAMIMU membutuhkan penjelasan dari kamu." Fares kali ini menampakan kemarahannya. Matanya berkilat tajam, sorotnya menusuk. Napasnya memburu, dan bibirnya bergetar karena marah.
Crystal sendiri langsung ciut melihat kemarahan Fares yang baru di tunjukkan padanya. Selama ini, Fares selalu bersabar pada Crystal. Apapun yang Crystal lakukan, mungkin akan langsung membuat orang lain marah. Namun nyatanya berbeda dari Fares yang dulu. Fares yang ada di depannya berubah menjadi Fares yang penyabar dan tenang. Namun kali ini, Crystal mendapat masalah. Masalah besar saat melihat Fares marah padanya.
"Aku sama Nathaniel ngga ada hubungan apa-apa," jelas Crystal kemudian. Ia menelan ludah saat Fares tidak bereaksi apapun. "Jangan marah. Aku beneran baru sekali ketemu Nathaniel. Di hari aku kecelakaan, itu hari pertama dan terakhir aku ketemu dia."
Fares hanya menghela napas panjang, menetralkan deru napasnya dan mengusap wajahnya dengan kasar. "Bukan berarti kamu boleh meluk dia depan aku!"
Crystal kali ini cemberut. "Itu karna kamu menyombongkan diri kalo kamu selalu jadi sorotan. Ya aku cuma mau balas dendam."
"Apa?!"
"Suruh siapa kamu sombong barusan? Aku kan kesel."
"Crystal, kenapa kamu kekanakan gini?"
"Iya! Emang! Masalah, hah? Nyesel punya istri yang kekanakan?"
Kembali, Fares menghela napas panjang saat Crystal terlihat kesal padanya. Fares lalu meraih kedua tangan Crystal dan mendekatkan tubuh Crystal pada Fares. Mata Fares menatap manik Crystal tajam dan lurus-lurus. "Saat kamu memutuskan untuk setuju jadi istriku dan aku bawa ke rumah, saat itulah kamu menyerahkan seluruh diri kamu padaku. Kamu. Milik. Aku," ucapnya dengan penekanan di akhir, membuat Crystal mau tidak mau, salah tingkah oleh perlakuan Fares. Apalagi dengan tatapan Fares yang tak henti menyorot manik mata Crystal. "Yang boleh menyentuh kamu cuma 3 jenis pria. Ayahmu, suamimu, dan anak-anak kamu nanti. Bahkan, aku nggak akan mengizinkan Ayah aku buat nyentuh kamu. Dan ini bukan permintaan, tapi perintah dari suamimu."
Crystal lagi-lagi menelan ludahnya dengan susah payah. Sorot Fares yang tajam dan alisnya yang mengernyit tidak suka, membuat Crystal mengetahui satu hal.
Fares memiliki kecenderungan posesif.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Husband Is a Boss [COLD DEVIL #4]
Romantik[Cold Devil Series] Bangun dari komanya, tahu-tahu Crystal sudah menjadi seorang isteri dari Fares Dharma, seorang pemegang saham kaya raya yang menikahinya akibat kejadian 10 tahun yang lalu. **** Sumpah gue baper makk. Dedeq gak kuat. Mas Fares sa...
![My Husband Is a Boss [COLD DEVIL #4]](https://img.wattpad.com/cover/159077325-64-k960838.jpg)