"Cause there'll be no sunlight if I lose you, baby. There'll be no clear skies if I lose you, baby. Just like the clouds, my eyes will do the same. If you walk away, everyday it'll rain."
It Will Rain - Bruno Mars
Fares tersentak dari tidurnya dengan napas terengah saat lagi-lagi mimpi buruk tentang kehilangan Crystal mendatanginya. Napas Fares terengah, dan matanya terbuka lebar. Fares lalu menatap ke sampingnya, dan tidak menemukan siapapun di sana.
"Crystal!" seru Fares dengan panik dan terduduk di kasurnya dengan tegang. Ketakutan Fares tumbuh seketika. Ia melompat cepat dari kasurnya, tidak peduli jika saat ini ia hanya menggunakan celana hitam panjangnya saat bergerak keluar dari kamar. Mata Fares mencari-cari ke sekitarnya dengan panik. Saat tidak menemukan siapapun, ketakutan Fares menjadi dan membuatnya menggeram. "Shit, di mana kamu, Crys?" desisnya ketakutan.
Fares lalu menuruni tangga yang menghubungkannya ke ruang televisi. Dan saat mata Fares kembali mencari-cari, dia dapat menghela napas lega saat menemukan punggung istrinya yang berada di balik meja pantry dapur. Sekali lagi, Fares menghela napas lega dan berjalan ke dapur dengan langkah cepat. Tanpa mempedulikan apa yang dikerjakan Crystal, Fares menarik tubuh istrinya, membaliknya, dan mendekap erat tubuh mungil Crystal.
"Aku pikir kamu pergi ..." lirih Fares di antara leher dan bahu Crystal. Hidung Fares menghirup aroma istrinya dalam-dalam, dan mengeratkan pelukannya pada istrinya seolah ingin menenggelamkan Crystal di sana.
"Pergi ke mana maksudnya?" tanya Crystal heran dalam pelukan Fares.
Fares menggeser kepalanya ke atas dan menyimpan dagunya di atas puncak kepala Crystal. "Kamu nggak ada waktu aku bangun."
"Oh," jawab Crystal. "Trus?"
Fares segera melepaskan pelukannya dari Crystal. Matanya menatap Crystal dengan binar tidak percaya. "Oh? Trus?" tanyanya, mengulangi ucapan Crystal. "Kamu cuma menanggapinya dengan begitu? Disaat tadi aku takut setengah mati?"
"Lebay."
"Apa aku salah denger atau emang kamu ngatain aku lebay?"
"Kamu salah denger. Aku tadi ngatain kamu seksi." kata Crystal sambil tersenyum miring dan menggigit bibir bawahnya dengan gerakan menggoda.
"Crystal ..." geram Fares.
"Fares ..." ejek Crystal, lalu tertawa saat Fares menatapnya tajam. "Aku tadi cuma lapar. Dan aku nggak mungkin bangunin kamu di saat waktu adzan subuh aja belum kedengeran."
Alis Fares mengernyit bingung. "Subuh? Memangnya ini jam berapa?"
"Jam setengah 4."
"God! Dan kenapa kamu bisa bangun jam segini?"
Crystal cemberut. "Aku laparrrr, Suamiku," rengeknya, dan tersenyum geli saat Fares tersenyum lebar. "Aku emang biasa makan malem. Kalo nggak makan, pasti suka kebangun."
"Weird."
"Apanya yang aneh?"
"Kebiasaan kamu."
"Dan apa yang aneh dari itu?"
"Tentu saja aneh untuk ukuran wanita mungil kayak kamu, suka makan malam tanpa takut gendut."
Crystal mendengus, lalu mendelik. "Aku perempuan, Res. Tentu aja aku juga takut gendut."
Fares tak tahan untuk segera menarik tubuh istrinya mendekat saat melihat wajah merajuk Crystal. "Trus kenapa kamu berani makan malem? Kalo kamu gendut gimana?"
KAMU SEDANG MEMBACA
My Husband Is a Boss [COLD DEVIL #4]
Romance[Cold Devil Series] Bangun dari komanya, tahu-tahu Crystal sudah menjadi seorang isteri dari Fares Dharma, seorang pemegang saham kaya raya yang menikahinya akibat kejadian 10 tahun yang lalu. **** Sumpah gue baper makk. Dedeq gak kuat. Mas Fares sa...
![My Husband Is a Boss [COLD DEVIL #4]](https://img.wattpad.com/cover/159077325-64-k960838.jpg)