"Terima kasih atas tumpangannya." Kata Hinata saat ia keluar dari mobil dan berdiri di hadapan Itachi.
Itachi mengangguk, lalu menatap mobil Ferrari yang terparkir tidak jauh dari rumah Hinata. Senyum tipis terukir dari bibirnya.
"Sebenarnya aku menyukaimu Hinata, sejak kau masuk dalam kehidupanku dan Kazuto. Tapi, kejadian hari ini membuatku berpikir dua kali untuk mengejarmu. Aku harap hubunganmu dengan Sasuke membaik. Aku yakin kau bisa merubah Sasuke menjadi lebih baik." Kata Itachi sambil menatap Hinata.
Hinata terdiam sambil terus menatap Itachi hingga pria itu pergi dari hadapannya. Kebingungan kembali melandanya. Apakah yang dikatakan Itachi itu adalah alasan kuat untuk memberikan Sasuke kesempatan lagi?
Hinata menggeleng cepat, lalu masuk ke dalam rumahnya. Baru saja satu langkah ia meninggalkan pintu, tiba-tiba ada yang mengetuk pintunya. Hinata berbalik. Ia sedang tidak ingin menerima tamu. Pikirannya sangat kacau hari ini dan ia ingin tidur sekarang.
Hinata mengintip ke arah jendela untuk melihat siapa yang datang. Ternyata Sasuke, pria yang sama sekali tidak ingin ia temui. Badannya sekarang terasa lemah karena pikirannya. Ia tidak punya banyak tenaga ataupun melawan Sasuke saat pria itu ingin 'menyerangnya'.
"Aku tahu kau di dalam. Buka pintunya." Kata Sasuke dengan nada menuntut.
Hinata menghela napas. "Aku tidak menerima tamu. Pergilah dan jangan datang kembali."
Hinata berjalan meninggalkan pintu tanpa memperdulikan Sasuke yang terus mengetuk pintu.
"Hinata! Kumohon." Kata Sasuke. Ia melunturkan semua sikap angkuhnya. Ia harus mengakui bahwa Hinata telah membuatnya bertekuk lutut.
Hinata menghentikan langkahnya, lalu berbalik menatap pintu.
"Aku hanya mencintaimu Hinata. Aku berani bersumpah. Diriku hanya untukmu dan aku harap kau juga melakukan hal yang sama. Aku benar-benar minta maaf. Aku janji tidak akan mengecewakanmu lagi. Kumohon Hinata, berikan aku kesempatan lagi."
Hinata menghela napas. Sasuke sampai memohon padanya. Rasanya sulit dipercaya.
"Aku harap kau masih mau memberikan aku kesempatan. Baiklah, aku pergi dulu."
Hinata berjalan perlahan menuju jendela dan mengintip untuk melihat Sasuke. Ia lega Sasuke benar-benar pergi, tapi ada rasa kasihan melihat Sasuke. Haruskah ia beri kesempatan lagi?
***
Sakura duduk di halte bis sambil mengedarkan pandangannya ke sekelilingnya. Ia menghela napas karena sudah menunggu lama untuk seseorang yang sangat ingin ia temui. Ia hampir beku karena terlalu lama menunggu.
"Apa aku pulang saja?" Tanya Sakura pada dirinya. Ia berpikir sejenak, lalu menggeleng.
"Maaf." Kata seorang wanita saat tak sengaja menendang kaki Sakura saat berjalan melewatinya.
Sakura mendongak, lalu tersenyum. "Tidak apa-apa."
Sakura mengerutkan kening sambil terus menatap wanita yang menendang kakinya itu. Beberapa detik kemudian, ia bertanya, "Hyuuga Hinata?"
Hinata yang baru duduk di samping Sakura itu, langsung menoleh. "Ya? Kenapa?"
Hinata mengangkat alisnya saat menyadari wanita disampingnya ini adalah wanita yang ia dapati sedang berciuman dengan Sasuke waktu itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Hate or Love?
Teen FictionHinata membenci Sasuke dan membuatnya menyesali pertemuan mereka. tetapi, Sasuke merasakan hal yang sebaliknya. ia merasa sangat senang mereka bisa bertemu yang membuatnya tertarik dan jatuh cinta dengan Hinata. jadi, siapakah yang menang? benci? at...
