Sasuke menghela napas sambil memijat pelipisnya. Pekerjaan yang begitu menumpuk membuat kepalanya berdenyut. Ia butuh ketenangan.
Ia meraih handphone nya, lalu menatap kontak Hinata. Tiba-tiba ia rindu Hinata. Tapi, apakah Hinata mau mengangkat telponnya? Sasuke mendengus, lalu kembali meletakkan handphone nya.
Beberapa menit kemudian, sebuah pesan masuk. Sasuke melirik kearah handphone nya. Ia kembali mendengus saat mengetahui pesan itu dari Sakura. Sasuke mengerutkan kening saat melihat foto yang dikirim Sakura.
Di foto itu memperlihatkan Hinata sedang pergi ke hotel bersama seorang pria. Hinata dan pria itu tampak mesra. Ia langsung menelpon Sakura.
"Apa-apaan kau Sakura! Beraninya kau mengedit foto Hinata dengan seorang pria seperti itu!" Bentak Sasuke.
"Itu bukan editan! Itu nyata! Aku benar-benar melihatnya. Kalau kau tidak percaya, cepat datang ke Hotel Orchid sekarang. Mereka sedang memesan kamar."
Sasuke langsung bangkit dari duduknya. "Sialan!"
***
Hinata duduk gelisah di sofa kamar hotel. Apakah yang ia lakukan ini benar? Kenapa perasaannya jadi gelisah seperti ini? Ada perasaan bersalah yang terus menyelimuti hatinya.
"Aku ingin pulang saja." Kata Hinata sambil bangkit dari duduknya.
"Jangan! Kau akan menghancurkan rencananya." Kata Kiba tanpa mengalihkan perhatian dari layar handphone nya.
Hinata menghela napas, lalu kembali duduk. Ia tidak bisa seperti ini terus. Ia benar-benar ingin pergi dari sini.
"Hinata!" Teriak seseorang dari luar sambil menggedor-gedor pintu kamar.
Hinata langsung gelagapan. Itu pasti Sasuke. Apa yang harus ia katakan?
"Kau tunggu disini. Aku yang akan membukakan pintu. Buat penampilan acak-acakan seperti yang direncanakan." Kata Kiba.
Hinata mengangguk, lalu membuka dua kancing kemejanya dan mengacak rambutnya. Tangannya berkeringat dingin dan bergetar. Rasanya ia ingin menangis karena semua ini tidak benar! Ia muak berbohong seperti ini.
"Brengsek kau!" Umpat Sasuke sambil menghajar Kiba yang sudah membuka pintu lebar-lebar.
"Sasuke!" Pekik Hinata panik saat Kiba langsung jatuh lemas akibat Sasuke menghajar pria itu.
"Hinata!" Panggil Sasuke. Wajah panik tidak bisa pria itu tutupi.
Hinata bangkit dari duduknya dan diam membeku.
"Apa yang dia lakukan padamu?" Tanya Sasuke sambil memegang kedua pundak Hinata. "Kenapa penampilanmu begini? Ini seperti bukan dirimu. Kau dipaksa?"
Hinata menelan ludahnya, lalu menggeleng pelan dan menepis tangan Sasuke. "Kau mengganggu waktuku dengan pacarku. Untuk apa kau kesini?"
Sasuke terdiam sejenak, lalu menggeleng. "Jangan bercanda Hinata."
"Aku tidak bercanda." Kata Hinata. Matanya mulai terasa panas.
"Kau milikku Hinata. Aku tahu kau berbohong."
Hinata menggeleng sambil menatap bahu Sasuke. Ia tidak berani menatap mata Sasuke. "Berhentilah mengatakan kalau aku milikmu. Aku sudah punya pacar!"
KAMU SEDANG MEMBACA
Hate or Love?
Teen FictionHinata membenci Sasuke dan membuatnya menyesali pertemuan mereka. tetapi, Sasuke merasakan hal yang sebaliknya. ia merasa sangat senang mereka bisa bertemu yang membuatnya tertarik dan jatuh cinta dengan Hinata. jadi, siapakah yang menang? benci? at...
