Kerja.
Kerja untuk hidup,
Bukan hidup untuk kerja.
Belum pernah terlambat untuk mengejar mimpi,
Perhalusi tujuanmu.
Terpenting bersemukalah dan kenali lalu kikis egomu.
Materi bisa aja dan selalu aja ilusi,
Kamu mahu bersenang senang mengopi bicara soal kerja pejabat,majikan bengis,karenah birokrasi & stress tugasan?
atau
berbagi cerita tentang rekaan d.i.y terbarumu,lukisan,fotografi,pengembaraan,pendakian di gunung-ganang,pemandangan di kampung halaman,rakan yang kamu baru kenali dan resepi masakan terbaru?
Pilih.
Bersenang senanglah,macam nenek moyang kita dulu,duduk di pangkin beralas tikar mengkuang menikmati udara nyaman sambil mengunyah tempe dengan rokok daunnya,tidak bingung tentang mesin faksimili,aturan pejabat,kekemasan uniform,atau kesesakan jalan dan kafeteria.Sudah tentu mereka juga berkerja,maka kamu ada disini,hari ini,membaca ini.
Sayangku,dah tentu aku tidak menyuruh kamu berhenti kerja,dan duduk di atas tikar mengkuang hanya bermalasan,ini hanya pembayangan,tentu saja kamu boleh bersenang di dalam hammock yang serba fashionable di tepi pantai yang penuh turis itu.
Kalau separuh dari umurmu berbekas di kantor/ofis,apatah lagi di stor stor,maaflah tapi itu sangat malang.Itu tidak sepatutnya.Kerana sedang kamu sibuk bekerja (dikerjakan) , kehidupan sedang bekerja untuk kamu,bedanya kamu tidak merasa itu dan terlepas momen momen kehidupan.
Percayalah,dunia akan baik baik aja,jika kamu kerja untuk hidup,bukan hidup untuk kerja.Manusia berbekal dengan kehebatan nalurinya,jadi jangan bisa tertipu dengan momokan "tak kerja -tak makan".
Kamu sudah habiskan suku hayatmu belajar,sekarang mahu menghabiskan sisanya di pejabat,hanya kerana kamu pernah belajar?
Kenali "musuhmu".Barangkali ia hanya di dalam diri kamu.
ANDA SEDANG MEMBACA
Mendekap Semesta
Poesía"dari hidup hanya ikut-ikutan dan menganut tanpa sedar, lebih baik mati kerna percaya" Kompilasi puisi , coretan , makanan jiwa dan buahrasa sepanjang pengembaraan,perjalanan bertemakan kehidupan,kritik sosial dan revolusi spiritual dari pengalaman...
