Plot B: Mysterious Guy

190 8 0
                                        

Shawn, CEO sekaligus Pewaris tunggal dari Perusahaan Raksasa 'Weber Corporation'. Ia mejalani hidupnya seperti mayat berjalan, sikapnya yang dingin dan kejam, serta raut wajahnya yang terlihat tidak pernah bahagia membuat beberapa orang menjulukinya 'Zombie'. Tapi hari ini, mungkin untuk pertama kali dalam hidupnya ia terlihat sangat bahagia, sebuah senyum tercetak jelas di wajahnya, beberapa kali ia terlihat bersiul. ia melangkah keluar dari apartemennya dengan wajah berseri-seri dan menyapa setiap orang yang ditemuinya, membuat orang-orang menggelengkan kepala untuk memastikan yang dilihatnya benar-benar nyata.

...

Pagi-pagi sekali Allie terbangun, perutnya terasa perih karena lapar, ia segera keluar dari kamarnya. Pemandangan Kota tampak cerah di pagi hari. Suasana apartemen sangat sepi, Allie hanya sendiri sejak Shawn meninggalkannya kemarin. Dia masih belum tahu sama sekali apa tujuan Shawn sebenarnya, atau lebih tepatnya apa yang akan dilakukan Shawn padanya. Allie kembali teringat perkataan Shawn kemarin '...aku tau kau telah sangat menderita selama ini, kupastikan penderitaan itu berakhir detik ini' apa maksudnya?.

Allie mengambil beberapa bahan makananan dari kulkas untuk membuat Sandwich. Saat sedang mencuci sayuran di westafel, bell apartemen berbunyi membuat Allie sedikit tersentak. Ia segera menuju pintu depan dengan sedikit berlari, sebelum membuka pintu, Allie mengintip pada Peephole dan mendapati Shawn yang sudah rapi dengan setelan kantornya.

"Pagi Allie" sapa Shawn tersenyum lebar.

"Pagi Tu maksud saya Shawn" ucap Allie gugup dan menundukkan kepalanya.

"Kau sudah sarapan?"

"Saya baru saja akan membuat Sandwich"

"Kalau begitu buatkan untukku juga, kita sarapan bersama" Tukas Shawn

"Baik, silahkan duduk dulu" ucap Allie segan, Shawn hanya tersenyum menatapnya.

Pandangan Shawn tidak pernah lepas dari Allie yang tengah sibuk di dapur, membuat Allie gugup setengah mati. Sesekali ia terlihat salah tingkah, seperti menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, menjatuhkan sendok, atau menumpahkan air ke lantai.

Sarapan sudah siap di meja makan, selanjutnya Allie mengambil kotak susu dari kulkas.

"Apakah anda juga ingin minum susu atau ingin kubuatkan Jus?" Tanya Allie.

"Buatkan aku Kopi dengan gula seperempat sendok" jawab Shawn.

Mereka makan dengan khidmat, tidak ada suara hingga Shawn berucap,

"Bagaimana? Apa kau nyaman tinggal di sini?" Tanyanya

Allie hanya menampakkan senyum manisnya dan mengangguk. Sejenak Shawn terdiam menatap Allie seperti memikirkan sesuatu kemudian kembali menggigit Sandwichnya.

"Terima kasih sarapannya, Sandwich buatanmu benar-benar lezat" ujar Shawn. "Aku akan ke kantor sekarang. Jam 1 siang ini aku akan menjemputmu, temani aku makan siang" sambungnya lagi.

Shawn berdiri mengambil jas dan tas kerjanya yang ia letakkan di sofa. Sebelum mencapai kenop pintu, tiba-tiba Allie berujar di belakangnya,

"Shawn, boleh aku menanyakan sesuatu?" Tanyanya

"Go a head"

"Untuk apa sebenarnya anda menyewaku?" Tanya Allie lagi, Shawn berpikir sejenak menatap Allie lekat.

"Kau tidak perlu tahu, yang harus kau lakukan adalah mematuhiku dan jangan pernah mencoba untuk kabur dariku" Katanya dingin seperti ada sedikit nada ancaman di dalamnya.

Allie bungkam, menatap punggung Shawn yang menghilang dibalik lift.

Allie baru saja selesai mandi dan merapikan kamarnya, setelah itu meraih ponselnya dan menghubungi Ansel sahabatnya.

Mystery of LoveCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang