'NEWS! Shawn R Weber and Jannet Johanson finally hold their Engagement today'.
Headline news yang sedang ramai dibahas di berbagai media, baik di stasiun televisi, media cetak maupun Online di Kota London, karena hari ini merupakan acara pertunangan Shawn R Weber dan kekasihnya Jannet Johanson. Pesta diselenggarakan sangat mewah dan meriah, acara itu dihadiri oleh berbagai kalangan, mulai dari pengusaha, selebriti, hingga pejabat negara, tentu saja juga keluarga dari kedua pihak, kecuali Ibu Shawn.
media-media besar seperti tidak ingin melewatkan momen tersebut.
Jannet terlihat sangat bahagia, senyum manis tidak bisa lepas dari bibirnya, menyapa dan melambai pada setiap tamu yang hadir. Sangat kontras dengan Shawn, ia terlihat sangat muram, gelisah dan tidak bersemangat, seperti setengah hati menjalani pertunangan tersebut. Dipikirannya hanya ada Allie, ia begitu khawatir, sudah satu minggu ia tidak melihatnya bahkan mendengar kabarnya-pun tidak. Ia terlalu sibuk mempersiapkan pertunangan yang sebenarnya tidak ia inginkan, namun ia harus melakukannya demi mempertahankan kejayaan perusahaannya. Jannet adalah Brand Ambassador sekaligus putri dari salah satu investor terbesar milik Weber Corporation, membatalkan pertunangan tersebut sama saja memutuskan investor itu juga.
Pesta baru saja usai, beberapa tamu masih terlihat berbincang-bincang dengan Shawn, kini sebuah cincin melingkar dijari manisnya sebagai simbol ikatan pertunangan. Ia sedang berbincang dengan Ben, sahabat bisnisnya, CEO Maynard Group.
"By the way, where is your Beautiful Boy Allie?" Tanya Ben. Shawn mengerutkan keningnya, terlebih ia menyebut Allie dengan 'Beautiful Boy'
"Kau kenal Allie dari mana?" Tanya Shawn tanpa menjawab pertanyaan Ben
"Aku yang mengantarnya pulang ke hotel saat di Laos, apa dia tidak memberitahumu?"
"Benarkah? Sejauh mana komunikasi kalian?" Tanya Shawn lagi dengan oktaf suara yang lebih tinggi.
"Easy bro, aku sudah tidak pernah berkomunikasi dengannya sejak itu, kenapa kau bersikap posesif seolah-olah dia kekasihmu?"
"Bukan urusanmu" ucapnya singkat kemudian berbalik meninggalkan Benjamin.
Shawn duduk di sofa apartemennya sambil memegang handphone, wajahnya tertekuk kesal, sudah berpuluh-puluh kali ia menghubungi Allie, namun nomornya tidak kunjung aktif, 'apa dia mengganti nomornya?' pikir Shawn.
Merasa jenuh, ia memutuskan untuk mendatangi Ansel sahabat Allie ke Club, 'barangkali Ia tahu dimana Allie berada' pikirnya.
Hampir setengah jam Ia berkendara untuk tiba ke Club, suasana tidak terlalu ramai, saat memasuki club, hanya ada beberapa orang yang terlihat sedang berbincang. Ansel sedang sibuk meracik minuman saat Shawn mendekat ke meja bartender, saat menyadari kehadiran Shawn, ia terlihat kaget, nyaris saja menjatuhkan mixer-nya.
"Dimana Allie?" Tanya Shawn straight to the point.
"I-i don't know" Ansel menggelengkan kepalanya sangat cepat.
"Kau jangan main-main denganku Ansel"
"Aku serius, bahkan jika kau menghancurkan club ini atau menggeledah apartemenku. Dia menghilang sejak lima hari yang lalu, aku dan Oliver sudah mencarinya kemana-mana, kupikir ia bersamamu" tutur Ansel
Shawn tersentak, ia menggebrak meja bartender, mengalihkan semua perhatian padanya.
"JANGAN BERCANDA! BAGAIMANA BISA KAU MEMBIARKANNYA PERGI SENDIRI!?" Teriaknya didepan wajah Ansel,
"Aku tidak membiarkannya pergi, Dia tinggal di apartemen ku beberapa waktu lalu, saat aku pergi bekerja, Ia menghilang, kabur, entahlah, sejak itu nomor handphone-nya tidak pernah aktif" jelas Ansel lagi. "Selama lima hari ini, Aku dan Oliver terus mencoba menghubungi dan mencarinya, tapi akhirnya kami berpikir bahwa Dia bersamamu" lanjutnya lagi.
Shawn semakin frustasi, ia melangkah mundur, menabrak meja disekitarnya, setelah melompat ke kursi kemudi mobilnya, ia meraih handphone-nya, menelpon Alex, ketua salah satu mafia di London.
"Temukan Allie Sivan untukku, aku tidak peduli bagaimanapun caranya. bawa penculiknya hidup-hidup kehadapanku"
"Baik tuan" jawab Alex dibalik telepon.
Shawn mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi, tapi ia tidak tahu harus pergi kemana, yang ia pikirkan hanya bagaimana cara menemukan Allie. Ia terus mengemudi hingga tiba ke sebuah tempat yang lapang, jauh dari pemukiman, ia menghentikan mobilnya, mengantuk-antukkan kepalanya pada setir, menimbulkan bunyi klakson.
"DON'T TAKE HIM AWAY FROM ME!!!" teriaknya sambil memukul setir mobil dengan tangannya.
"HE'S MINE!!!"
"I don't wanna lose him" ucapnya dengan suara merintih "Not anymore" kemudian ia menangis sesenggukan, sesaat kemudian ia tertawa terbahak-bahak, lalu menangis lagi.
Tiba-tiba handphone-nya berdering,
"Hi mom" jawab Shawn dengan suara serak,
"Shawn? Are you ok?"
"I've lost him mom hiks" ucapnya diiring senggukan
"Seriously? Jadi kau dimana sekarang? Kau sedah meminum obatmu?" Tanya Devi dengan nada khawatir
"I don't know Mom, i don't wanna lose him" rintih Shawn
"Tetap di sana, jangan berkendara, aku akan menelpon Jonathan untuk menjemputmu, otakmu sedang tidak stabil, do you here me Shawn?"
"He means the most to me mom, i don't wanna lose him"
"Ok-ok, i get it, Allie akan ditemukan sesegera mungkin, yang harus kau lakukan sekarang adalah diam di mobilmu, tunggu hingga Jonathan menjeputmu, ok?"
Shawn lalu mematikan teleponnya, ia kembali mengantukkan kepalanya pada setir mobil.
"This is my fault!" Sesalnya
Beberapa saat kemudian, sebuah mobil menghampirinya, seseorang turun dan mengetuk pada jendela mobilnya,
"Nyonya Devi meminta saya menjemput anda Tuan" ucap Jonathan, supir pribadi Shawn.
Tanpa berbicara, ia segera turun dan berpindah ke jok belakang, sementara Jonathan mengambil alih mobilnya.
Saat tiba di Apartemen, ia berjalan gontai ke kamarnya, membuka laci dan mengeluarkan sebuah map berwarna hitam, ia lalu mengambil sesuatu dari map tersebut, menatap sendu foto yang dipegangnya, selanjutnya ia tertidur sambil mendekap foto tersebut.
Dalam mimpinya, ia melihat dirinya mendekap seseorang, orang itu tampak kurus dan putih, wajahnya manis dihiasi bibir yang ranum, tubuhnya kecil sangat pas dilengannya, memberikannya rasa nyaman, melebihi apapun yang pernah ia rasakan.
_________________TBC_________________
Hi 👋
Maaf episode kali ini sangat pendek. Tapi semoga kalian suka.
Bagi kalian yang baca, sempatkan vote dan comment yah. Jangan cuma jadi silent reader hehe
Bantu saya mengoreksi typo, penggunaan diksi, dan bahkan alur jika perlu.
Terima kasih~
Dirtyink_
KAMU SEDANG MEMBACA
Mystery of Love
RomanceWARNING!!! Cerita ini mengandung unsur Gay atau Homosexual. Namun, saya membuka cerita ini bagi siapa saja yang ingin membacanya, baik itu Homosexual, Bisexual maupun Heterosexual. Saya membuat cerita ini se-natural mungkin, menggambarkan kehidupan...
