Keesokan paginya
"Seokjin, makan seadanya dulu, nanti kita beli bulgogi setelah menjemput paman dan bibi."
"Hyung, garamnya kelebihan." Ucap Jin memakan omelet buatan Dae Ho.
"Yaa, makan saja. Kalau tidak mau biar aku yang habiskan." Ujar Dae Ho mengambil omelet dari penggorengan untuk dirinya sendiri.
"Aku makan kok" ucap Jin mengambil satu suap dan memasukkannya kedalam mulut.
Setelah makan, Seokjin dan Dae Ho berangkat ke bandara. Ramainya bandara dan bosannya menunggu membuat Seokjin menguap.
"Matahari belum muncul dan kamu sudah menguap?" ujar dua orang paruh baya menghampiri Seokjin dan Daeho.
"Bibi, paman.."
Mereka pun saling berpelukan, lalu masuk ke dalam mobil.
"Bagaimana keadaanmu nak?" tanya bibi dengan raut wajah sedih lalu mengusap wajah Seokjin dengan lembut. Seokjin mengambil tangan bibinya dan mengusap tangannya untuk menenangkannya.
"Aku sudah sehat bi, tidak ada yang perlu dikhawatirkan."
"Bibimu ini sangat khawatir, bahkan dia tidak mau makan sejak kemarin malam." ujar paman yang berada di depan kursi penumpang.
"Bibi bisa sakit kalau tidak makan..."
"Tapi bibi gak bisa makan kalo belum liat kamu baik-baik saja."
"Sekarang aku sudah sehat, Jadi bibi harus makan." ucap Jin.
"Ayo kita makan bulgogi!!" seru Dae Ho sambil menyetir.
"Tapi kamu yang bayar ya" ucap pamannya dengan menepuk pundak Dae Ho.
"Okee, let's go!!" Dae Ho langsung menambah kecepatan mobilnya saat lampu hijau menyala.
Seorang namja tengah duduk di taman kota, menggunakan baju kaos dan celana jeans, dengan masker yang menutupi sebagian wajahnya.
"Oppa!!" panggil yeoja dengan seringai yang lebar sambil menggendong gitar di punggungnya, menghampiri namja tersebut.
"Kenapa lama sekali? Aku masih ada urusan." ujar namja itu bangun dari duduknya.
"Mereka tidak mengijinkanku pulang, karena mereka pikir aku yang membawakan pelanggan untuk mereka." ujar yeoja itu berjalan disampingnya sambil bersemangat.
"Lalu kenapa kamu pulang? Memang suaramu sebagus itu?" tanya namja itu melihatnya heran.
"Apa perlu aku merekam suaraku untuk kamu dengarkan setiap saat, Yoongi oppa?" tanya yeoja itu menghalangi jalan Yoongi dan berkacak pinggang.
"Ide bagus." ucap Yoongi menyentuh kepala yeoja itu dan melewatinya.
"Yoongi!!" kesal yeoja itu mengejar Yoongi.
Mereka berdua masuk ke dalam sebuah rumah. Tempat itu mereka gunakan untuk menciptakan lagu bersama, mungkin terdengar aneh tapi kami berdua kebetulan bertemu ditempat ini juga, dari sinilah kita saling membagi inspirasi dalam pembuatan musik.
"Apa yang kamu lakukan?" tanya Suga.
"Mengganti senar gitarnya yang putus tadi." ujarnya masih sibuk dengan gulungan senar itu.
"Oh.." Suga tidak bertanya lagi. Ia membuka penutup piano didepannya. Lalu memainkan sembarang nada.
"Lagi bingung ya?" tanya Su Hyeon.
"Masih nyari inspirasi." jawabnya.
"Aku punya beberapa instrumen yang mungkin akan memberikanmu ide." Su Hyeon menaruh gitarnya lalu mendekati Suga yang duduk di depan piano dan ia duduk disebelah Suga.
KAMU SEDANG MEMBACA
Leave (Kim Seokjin)
Casuale"everything goes back to you" Seokjin bertemu dengan dirinya dimasa depan. Sejak itulah kehidupan Seokjin berubah, dimana ia mulai menyelamatkan teman-temannya yang celaka di masa depan.
