Part 03 - Eomma

2.5K 252 24
                                        

Seorang namja tinggi mengendap-endap di belakang namja manis nan mungil.

"YAH!" Teriak namja tinggi itu.

"Park Chanyeol!!!!!!!!"

Namja tinggi itu hanya menertawakan namja mungil itu sambil memegangi perutnya.

"Sorry Jun, aku tidak bisa tahan untuk melihat muka kagetmu itu." Tawanya semakin kencang hingga mereka menjadi pusat perhatian.

"Dasar bodoh! Bisa pelankan suaramu tidak? Apa maumu Yoda?" Junmyeon mencapit bibir Chanyeol dengan jarinya.

"Y-eum-yya lepasshkaan."

Sekarang Junmyeon yang gantian tertawa terbahak-bahak melihat sahabatnya itu. Orang-orang sekitar hanya menggelengkan kepalanya melihat duo sahabat yang sama-sama bodoh itu.

"Astaga Jun~ bibirku bisa-bisa tambah tebal, kau mau tanggung jawab jika makin banyak yang tergila-gila padaku?" Chanyeol mengelus-elus bibirnya yang memerah itu.

"Tch~ menjijikkan, kau pikir bibirmu seseksi itu?"

"Aku kan tidak ada bilang bibirku seksi, aaahh~ kau menyukai bibirku ini yaa?" Chanyeol memberikan kecupan di udara pada Junmyeon.

Junmyeon berusaha menghindari kecupan itu dengan memiringkan kepalanya. "Najis!"

"Eh, Jun, itu lihat di depan." Chanyeol tiba-tiba berbicara sedikit berbisik.

Junmyeon mengedarkan matanya menuju arah yang ditunjuk oleh Chanyeol.

Deg

Junmyeon dengan cepat mengalihkan pandangannya ke jam tangannya, lalu merangkul lengan Chanyeol.

"Yah! Kita sudah hampir telat Yoda!"

"Astaga kau benar!"

Chanyeol menarik Suho dan mereka berdua berlari bersama menuju kelas.

*****

Hei, bukankah itu Junmyeon?" Namja tan yang menjadi sahabat tak terpisah semenjak mereka SMP pun menunjuk namja mungil itu.

"Hmm~" Jawab manusia tanpa ekspresi.

"Benar juga, aku jarang melihat dia akhir-akhir ini. Tumben sekali. Yah! Apa kalian bertengkar?"

"Siapa yang bertengkar sih?" Namja putih itu mulai mengeluarkan ekspresi tidak sukanya.

"Apa kalian putus?"

"Yah! Kkamjjong! Berapa kali harus kubilang kalau dia bukan pacarku?" Sehun mendengus kesal.

"Aku tetap merasa kalian pacaran. Dia kan perhatian sekali padamu. Eh, tapi laki-laki tinggi tadi siapa? Apa itu pacar sesungguhnya?"

"Aku tidak tahu dan tak mau tahu."

"Tapi aku seperti familiar pada laki-laki itu." Kai mengusap-usap dagunya sambil berpikir.

"Tidak usah sok berpikir, aku seram melihatmu berpikir. Kau kan tak pernah menggunakan otakmu untuk berpikir. Kecuali untuk tes masuk kuliah."

"Hahaha benar juga, kau memang sahabatku yang paling pengertian." Kai tertawa lalu merangkul Sehun menuju kelasnya.

Setelah mata kuliah berakhir, Kai dan Sehun menuju kantin untuk makan siang.

"Aaaaahhhh aku ingat!" Kai menggebrak meja kantin hingga membuat namja datar itu terkejut.

"Yah! Apa-apaan kau?"

BreakevenCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang