Part 12 - Niat

1.4K 139 33
                                        

"Hun, ayo bangun, ini sudah siang."

"Eung~ 5 menit lagi Jun."

"Kalau begitu aku pergi berbelanja dulu ya."

"Tunggu!! Aku bangun aku bangun, tunggu aku siap-siap sebentar."

Sehun berlari menuju kamar mandi untuk membersihkan badannya.

"Dasar anak itu." Junmyeon hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah kawan serumahnya.

Dua sejoli tampak sedang berjalan di dalam supermarket. Pria yang lebih mungil terlihat sedang menimbang-nimbang barang mana yang akan dibelinya.

"Ambil saja yang itu." Sehun menunjuk spaghetti yang mahal.

"Ya itu memang enak, tapi kau lihat harganya Sehun. Itu disampingnya ada yang sedang diskon."

"Ya sudah kalau begitu ambil yang diskon."

"Tapi nanti kalau kurang enak bagaimana?" Si mungil menatap bingung pada Sehun.

"Astaga, ya kalau begitu ambil saja yang harga normal." Sehun memutar bola matanya tak mengerti terhadap pola pikir makhluk dihadapannya ini.

"Hmm~ baiklah. Karena kau sedang sangat ingin makan spaghetti, kita ambil yang ini saja. Huuft~ kenapa tidak ini saja yang sedang diskon sih." Junmyeon sedikit merengut sambil memasukkan 4 bungkus spaghetti ke dalam troli.

"Finally!" Sehun menghembuskan nafasnya. "Tapi kenapa kau mengambil banyak?"

Mereka berdua kembali berjalan menyusuri lorong-lorong supermarket mencari bahan-bahan yang lainnya.

"Ya sekalian saja stok. Kau kan suka makan spaghetti." Ucap si mungil membuat di jangkung tersenyum mendengarnya.

"Kau ingin pakai daging asap atau seafood?"

"Daging asap saja, kau kan tidak begitu suka seafood."

Mendengar itu Junmyeon kembali melangkahkan kakinya dari tempat seafood menuju daging sapi.

Sekitar satu jam mereka berbelanja kebutuhan sehari-hari. Setelah selesai membayar dan memasukkan barang belanjaan ke dalam mobil, Sehun si pengemudi melajukan mobil mereka.

"Jun, apa kau belum lapar?"

"Ya, aku sudah lapar sekali. Mau bagaimana, kita kesiangan bangun tadi."

"Bagaimana kalau kita siang ini makan di luar saja? Spaghetti nya untuk dinner saja."

"Geurae?"

"Hmm~ lagipula menunggu untuk memasak lagi akan memakan waktu cukup lama."

"Call! Aku memang sepertinya sudah kehabisan tenaga." Junmyeon pout dengan imutnya sambil mengusap-usap perutnya.

Melihat pemandangan itu dari ekor matanya membuat Sehun tertawa dan mengusak lembut kepala Junmyeon sambil tetap fokus menyetir.

"Kau mau makan apa?" Sehun bertanya.

"Pizza!" Junmyeon tersenyum senang menatap Sehun ketika membayangkan makanan favoritnya itu.

"Okay, princess, kita akan makan pizza."

"Yeay!" Junmyeon melonjak kegirangan di tempat duduknya. "Tapi aku prince bukan princess Oh Sehun."

"Aw..aw..ampun Jun, ampun." Sehun kesakitan karena Junmyeon mencubit lengannya. "Baiklah little prince, your wish is my command."

Junmyeon tertawa melihat Sehun yang memberikan hormat seperti panglima tentara pada rajanya.

"A lot of cheese, okay?"

"A lot of cheese then, my prince."

Junmyeon cekikikan sepanjang perjalanan menuju restoran pizza.

*****

Junmyeon dan Sehun meletakkan barang belanjaan mereka di atas meja dapur.

"Jun, ini ditaro dimana?" Sehun mengayunkan-ayunkan sayur yang ada di tangannya.

"Sayur letakkan di paling bawah, Hun."

"Kalau keju ini?"

"Letakkan saja di bagian pintu biar mudah mencarinya."

"Saos dan spaghetti ini?"

Kesal mendengar celotehan teman serumahnya Junmyeon pun meninggalkan belanjaan lain menuju ke kulkas.

"Kau ini niat membantu atau merusuh sih sebenarnya?" Gerutu Junmyeon sambil mengambil barang dari tangan Sehun.

Ia pun meletakkan barang-barang lainnya juga ditempat biasa ia letakkan. Tanpa sadar mereka berdiri di depan kulkas dengan sangat dekat, dengan Sehun yang terlihat mengungkungnya karena ia meletakkan tangannya di pintu kulkas yang terbuka itu.

Setelah selesai meletakkan semuanya, Junmyeon berdiri tegak menghadap kiri, ia tertegun, karena yang tampak hanya leher jenjang Sehun. Reflek ia memandang keatas ke wajah Sehun. Kedua pasang mata itu pun bertemu.

Tangan kiri Sehun yang bebas pun ia arahkan ke poni Junmyeon yang sedikit berantakan menutupi matanya.

"Sorry, I can't help it. Aku senang saat mendengar kecerewetanmu." Sehun tertawa kecil memamerkan senyumnya yang secara kurang ajar membuat wajahnya semakin tampan.

" Sehun tertawa kecil memamerkan senyumnya yang secara kurang ajar membuat wajahnya semakin tampan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Sepertinya kau kelelahan." Sehun mengusap bulir keringat yang jatuh dari dahi Junmyeon. "Duduklah di ruang tamu. Aku yang akan merapikan ini semua."

"H-hah?" Junmyeon tergagap.

"Sana, kau istirahat saja. Aku bisa kok menghandle ini." Sehun pun mendorong Junmyeon yang masih menghadap dirinya, dan mendorong Junmyeon sehingga pantatnya dengan sukses menyentuh sofa empuk mereka. Sekali lagi Sehun mengusap kepala Junmyeon, lalu kembali ke dapur.

"Yaampun, bodohnya aku! Apa yang kau lakukan Junmyeon, bisa-bisanya kau tergagap, buat malu saja! Bodoh! Bodoh!"

Junmyeon merutuki dirinya sendiri sambil memukul kepalanya pelan.

"Jun! Kalau beras diletakkan di mana?"

"Yah! Oh Sehun! Kau sebenarnya niat tidak sih?" Junmyeon berteriak sambil merengut dari ruang tamu. Ia hanya mendengar tawa dari arah dapur yang membuatnya jengkel namun anehnya terasa hangat di dadanya. Lalu ia tersenyum kecil.

 Lalu ia tersenyum kecil

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

TBC


Hai guys🙋🏻‍♀️🙋🏻‍♀️
Cheer up for me, please🤗🤗🤗

Ditunggu voment nya ya guys🤗

BreakevenCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang