—————
🎬1
"Huft, telat 5 detik saja kami pasti sudah dinyatakan gugur"
Batin Rida.
"Menyusahkan sekali, andai kita tidak dikejar anjing sialan tadi, pasti kita tidak akan ngos-ngosan seperti ini!"
Ricky berteriak kesal.
Rida mengelap keringat yang ada di dahinya.
Memberikan minumnya pada Ricky.
...
"Loh, dimana bocah itu?"
"Shon?"
Mereka berdua baru sadar kalau Shon sudah bersama mereka.
"Rida! Di mana bocah itu?"
"Mana aku tahu! Jangan malah membentakku begitu dong!"
Mereka segera mengambil ponsel masing-masing dan mencoba menghubungi Shon.
...
'tap tap tap'
"Ricky, Rida, maaf...huhh.."
Shon datang dengan nafas terengah-engah.
"Kamu dari mana saja?"
Tanya Rida.
"Tadi kalian berlari terlalu cepat karena takut telat, sehingga aku tertinggal di belakang."
"Aku tidak bisa berlari secepat kalian..."
Shon berusaha mengatur nafasnya.
"Benar juga, anak ini kan evanescent independen, pasti dia belum bisa menggunakan kekuatan evanescentnya sebaik kami yang berasal dari asosiasi."
Pikir Rida.
—————
🎬2
Shon, Ricky dan Rida menunggu seseorang yang seharusnya sudah datang lebih dulu.
"Aku masih tidak habis pikir kenapa Nona direktur mau memberi sponsor pada anak itu."
"Kalau masalah itu, sebaiknya kita percayakan saja pada Nona direktur, keputusannya pasti sudah dipikirkan matang-matang."
Rida berusaha menenangkan Ricky.
"Kita sudah berlatih dan berjuang mati-matian untuk posisi ini, untuk mewakili Asoka dalam program ini, sedangkan bocah itu dengan mudahnya masuk dan menjadi salah satu dari kita tanpa proses apapun!"
'BUGH'
Ricky membanting tasnya.
"?!"
Shon yang terkejut sontak langsung menoleh.
Dia sangat terkejut hingga terdiam kaku.
Shon tidak pernah terekspos dengan pertarungan dengan sebenarnya.
"Ah, Ricky tidak sengaja menjatuhkan tasnya, acuhkan saja yaa."
KAMU SEDANG MEMBACA
Evanescent
FantasyPersaingan dan konflik antar evanescent yang semakin memanas membuat Shon harus beradaptasi dengan kehidupan barunya. Ikuti perjalanan Shon dan teman-temannya di sini! 18+ credits to Zhena & Jeho Son and the writer herself.
