"Believe me, if Kavi's Spell is working you will not be able to avoid it." ~Kavi Devara Janendra
----------------------------------------------------------
Kavi bilang dia adalah penyihir ganteng yang memiliki banyak mantra untuk membuat Nafeesha ja...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Holla 😁 Jumpa lagi sama author terkece, tergokil, tercakep ter- ter- ter- pokoknya 😳😛 wkwk bercanda guys Akhirnya Kavi's Spells bisa update juga 😂 Semoga kalian suka sama part ini Kalo ada kesalahan tolong author diingatkan Jangan lupa vote & comment 😆 Okee selamat membaca aja Here we go ☺
Playlist : The Script - The Man Who Can't be Moved
🎼 happy reading 🎼
Apa aku harus beralih profesi dulu menjadi penjual siomay? Agar bisa bertemu denganmu setiap hari?
— your admirer —
Nafeesha memakan siomay Mang Jaja dengan sangat lahap. Bahkan ini sudah piring ketiganya.
Aku menahan tawa melihat itu. Takut jika aku tertawa, dia akan mengamuk, lalu menghabiskan semua dagangan Mang Jaja. Dan akhirnya dompetku terkena kanker alias kantong kering.
"Enak, Sha?" tanyaku.
Nafeesha mengangguk-anggukkan kepalanya dengan pipi menggelembung penuh siomay. Setelah menelan siomaynya, gadis tersebut menjawab, "Enak banget! Mang Jaja sering lewat rumah kamu?"
Aku terkekeh. "Nggak cuman sering, tapi tiap hari."
Mata Nafeesha berbinar-binar senang. Seperti tuyul kalau melihat uang. "Serius?" tanyanya meyakinkan.
Aku terkekeh lagi, lalu mengangguk. "Serius."
Nafeesha menolehkan kepalanya ke arah Mang Jaja. "Mang Jaja, lewat rumah saya dong, Mang! Nanti saya beli tiap hari deh."
Alamak, menang banyak dong Mang Jaja! batinku tidak terima.
Apa aku harus beralih profesi dulu menjadi penjual siomay? Agar bisa bertemu Nafeesha setiap hari?
Aku hanya mendengar mereka berdua sambil menghela nafas malas. Masa iya, seorang Kavi dikalahin sama tukang siomay?!
"Wah, kejauhan atuh, Neng. Mamang kan jualannya jalan kaki sambil dorong gerobak. Bisa-bisa gempor kaki Mamang kalau nekat jalan ke sana," jelas Mang Jaja panjang lebar.
Nafeesha langsung murung. Sedangkan aku menahan senyum. Thanks, God!
"Sering-sering aja main ke rumah Mas Kavi, Neng. Mamang kan sering ke sana," ujar Mang Jaja memberi saran.