"Believe me, if Kavi's Spell is working you will not be able to avoid it." ~Kavi Devara Janendra
----------------------------------------------------------
Kavi bilang dia adalah penyihir ganteng yang memiliki banyak mantra untuk membuat Nafeesha ja...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Hallo guys 🙋 ketemu lagi sama author kece disini 😎 Udah sampai part 3 nih hehe Semoga kalian suka ya sama ceritanyaaja deh Oke cukup cuap-cuap nya Maaf kalo typo bertebaran Jangan lupa kritik + saran + votenya ya 😁
Playlist : Baby, I Love You - Tiffany Alvord
🎼 happy reading 🎼
Ada aliran listrik yang menyambar-nyambar hatiku. Membuatku merasa bergetar dan tersengat. Tapi anehnya, rasanya sama sekali tidak menyakitkan, malah menyenangkan. Dan lebih aneh lagi, hal itu terjadi setiap aku menatap wajahmu. Apa kamu tahu apa artinya itu?
- your admirer -
Huff!
Aku menghembuskan nafas keras. Terhitung sudah sepuluh hari semenjak aku berkenalan dengan Nafeesha, namun hingga saat ini tidak ada perkembangan sama sekali. Seharusnya saat itu aku menanyakan nomornya, atau paling tidak akun media sosialnya. Namun, karena terlalu terpesona dengan gadis jutek itu, aku justru lupa menanyakan hal tersebut. Benar-benar bodoh!
Aku juga sudah berusaha mencarinya di Tara's Cafe. Berharap dapat bertemu dengan gadis tersebut di sana. Namun, nihil. Padahal sudah satu minggu terakhir ini aku rutin berkunjung ke cafe itu. Para pelayan cafe di sana pun tidak ada yang mengenal Nafeesha. Mereka menjelaskan bahwa memang ada cewek yang sering menyanyi di sana, dan dia merupakan pemilik cafe, akan tetapi namanya bukan Nafeesha. Membuatku seketika putus asa.
Sekarang bagaimana caranya agar aku dapat bertemu dengan Nafeesha? Apa pertemuan kami memang harus berakhir seperti ini saja?
Well, entah kenapa aku begitu penasaran dengan Nafeesha. Padahal kalau dipikir-pikir gadis tersebut terlalu jutek dan dingin. Bicaranya juga irit. Satu-satunya kelebihan yang terlihat jelas adalah kecantikannya.
Tetapi aku bukanlah orang yang mudah terpikat dengan kecantikan. Bukannya sombong, tetapi selama ini banyak cewek-cewek yang wajahnya tak kalah cantik dari Nafeesha yang juga mengejarku. Namun, aku mengabaikan mereka karena aku merasa masih belum pantas memikirkan hal tersebut. Karena bagiku yang terpenting adalah kecukupan juga kebahagiaan Mami dan Aeera.
Aku juga orang yang biasanya berpikir rasional. Bagiku suka atau cinta tanpa alasan adalah bullshit. Aku selalu berpikir jika seseorang menyukai atau mencintai seseorang lainnya pasti karena ada alasannya. Misalnya, karena dia cantik atau ganteng, karena dia baik, karena dia lucu, karena dia asik, karena dia pintar, ada saja alasannya. Begitu pula dengan benci. Tidak mungkin kalian membenci tanpa ada alasan tertentu, bukan?
Namun, semua pemikiran tersebut terbantahkan ketika sudah berurusan dengan Nafeesha. Berurusan tentang gadis jutek itu. Aku sendiri dibuat bingung kenapa aku bisa tertarik padanya. Karena jika hanya karena cantik rasa-rasanya tidak mungkin jika aku sampai segila ini. Setiap hari berkunjung di tempat yang sama, juga menebalkan wajah untuk bertanya pada setiap karyawan yang ada di sana, hanya untuk dapat bertemu ataupun melihatnya. Walaupun hasilnya masih nihil. Mungkin benar kata Stephen Hawking, bahwa kita tak bisa memilih kepada siapa kita jatuh cinta. Bahkan kepada orang yang baru kita lihat juga kenal.