spell no. 14

45 3 6
                                        

Holla semuanya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Holla semuanya...
Ada yang kangen Kavi ga nih? Hehehe
Maafin zara ya baru sempat up sekarang... soalnya zara sibuk bgt hehehe (sok sibuk sih sebenernya 😂)
Semoga pada blm lupa sama Kavi ya... yg lupa bisa baca ulang heuheu
Udah gitu aja cuap2nya... selamat membaca 🙌

Playlist : the Weeknd - I Feel It Coming

🎼 happy reading 🎼

Aku itu nggak enak buat dimakan... enaknya buat disayang.

— your admirer —

"Masukin gigi persneling-nya, terus lepas kopling-nya pelan-pelan," ujarku, memberi arahan sembari mengawasi Nafeesha yang saat ini tengah mengendarai Mokka. Sedangkan aku duduk di belakangnya, membonceng.

Nafeesha menurut. Dia melakukan apa yang kuperintahkan dengan baik. Yah, meski masih terlihat keteteran. Padahal jalan di sekitaran komplek rumahku sangat lengang saat ini, tidak seperti biasanya yang ramai.

Setelah lima belas menit berlatih, akhirnya Nafeesha sudah bisa mengendarai Mokka dengan lancar. Bahkan gadis itu sudah bisa membawa Mokka mengebut. Membuatku tersenyum lebar.

"Nah, saya bilang apa... gampang, kan?" ujarku dengan sedikit berteriak yang langsung diangguki oleh Nafeesha.

"Iya... ternyata sama aja kayak nyetir mobil," balas Nafeesha semangat.

Aku yang mendengar semangat Nafeesha pun tertawa senang. Saking senangnya, Mokka sampai sedikit oleng karena aku tertawa sangat keras.

"Astaga, Kavi... jangan gerak-gerak entar jatuh!" bentak Nafeesha kesal. Gadis tersebut gelapan menghadapi Mokka yang sedikit oleng.

Namun, aku justru semakin tertawa senang saat mendengar bentakan Nafeesha. Entah sihir apa yang digunakan gadis itu, sampai-sampai bisa membuatku segila ini.

"Kavi! Bisa diem nggak sih?! Nanti jatuh, bego!" bentak Nafeesha lagi.

"Ya udah, kalau gitu, saya pegangan kamu aja biar nggak jatuh," jawabku santai sambil terkekeh, kemudian memeluk perutnya.

Entah karena terkejut atau apa tubuh Nafeesha menjadi kaku dan tegang. Namun, aku mengabaikannya dan tetap memeluk perutnya. Ini sangat nyaman.

"Lepas, Kav! Dasar, tukang modus!" Nafeesha berteriak marah.

"Nggak mau, Sha. Saya takut jatuh," ujarku dengan nada sok innocent.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Dec 11, 2019 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Kavi's SpellsTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang