Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
***
"Sorry.."
Siheon melewati Hyunjin begitu saja. Waktu lima menit mereka juga sudah selesai, tidak ada yang ingin Siheon katakan. Lebih baik pergi daripada diam dibebani pilihan dari Hyunjin.
Ia ingin sekali langsung menjawab dengan memberi pelukan untuk Hyunjin namun ada yang diragukannya saat ini.
"Gue kangen sama lo, kak.."
Langkah Siheon terhenti setelah mendengar pengakuan Hyeyeon pada kakaknya.
"Perasaan gue masih sama, Hyeyeon. Tapi, keluarga gue terlanjur kecewa sama lo."
"Gue tau pasti mereka kecewa. Maafin gue, kak."
"Gapapa, gue juga terlibat dalam pelarian lo ini. Gimana hubungan kalian berdua?"
Hyeyeon tersenyum tipis. Gadis itu menatapi mata kecil di hadapannya. Ia merasa kuat menatap mata itu lebih lama dari biasanya. Dalam tujuh detik lebih mereka diam begitu juga Siheon, Hyunjin datang berdiri di belakang Siheon.
"Hubungan kami baik, kak.." jawab Hyunjin. Ada hantaman keras di hati Siheon.
Baekhyun mengangguk paham dan menarik Siheon ke sampingnya. Mereka berniat pamit namun ditahan Hyeyeon. Gadis bermarga Cho itu meraih tangan Siheon, menariknya untuk memeluk Siheon dengan perasaan bersalah.
"Kita belum baikan yang sebenarnya. Gue minta maaf, Siheon."
"Gue udah niat ga mau maafin lo, Hye. Tapi karena lo udah bikin kakak gue senyum lagi, gue tarik kata- kata gue."
"Gue bakal sering temui lo kalo ada waktu kosong, Heoni~"
Siheon mengangguk kecil. Mungkin ini yang terbaik, memaafkan seseorang yang akan menemai hari-hari lelaki yang ia cintai. Mendadak perutnya yang lapar luarbiasa menjadi kenyang seketika mencernai kejadian hari ini. Kurang sabar dan baik apalagi hatinya saat ini.
"Kami pergi dulu ya. Ayo, Jin.." panggil Hyeyeon.
Siheon bisa merasakan Hyunjin menatap tajam punggungnya. Angin kecil berhembus saat Hyunjin berjalan melewatinya lalu berhenti satu langkah di depannya. Tangan putih kekar itu mengusap rambut Siheon pelan. Siheon hanya bisa menunduk.