"Tumben lo ngajak gue ke sini" tanya Gamma
Adit menoleh,menengok ke arah sahabatnya itu "gak tau pengen aja"
Gamma hanya menganggukkan kepalanya. Tumben sekali sahabatnya memintanya untuk menamani ke tempat ini. Ya pantai,sudah lama sekali mereka tidak kesana,mungkin sekitar 1 tahun lalu waktu liburan bersama dengan bertiga dengan Arya waktu itu.
Ya memang mereka bertiga sudah bersahabat sejak kelas VIII. Mereka mulai bersahabat saat Adit pindah ke sekolah yang dulu mereka tempati.
Ah kalau diingat-ingat mereka lucu banget. Mukanya masih polos-polos bangsat gitu. Suka bikin gemes pengen bawa ke kuburan. Dimakamin sekalian,mereka sih ngajak ribut mulu
"Dit lo pernah jatuh cinta?" tanya Gamma pada sahabatnya itu. Entah tidak ada angin tidak ada hujan kenapa kata-kata itu yang keluar dari mulutnya
"Pernah,percaya gak lo kalau gue suka sama sahabat kecil gue. Gue tau pasti itu cuma cinta monyet,tapi entah kenapa rasa itu muncul lagi ketika gue ketemu sama dia lagi" jawab Adit tanpa menengok ke arah Gamma. Ia hanya menatap lurus ke arah pantai.
Gamma membulatkan mulutnya membentuk huruf "O". Ia membuka mulutnya kembali " Percaya gak lo kalau gue suka sama cewek"
Adit sontak menengok ke arah Gamma dan tertawa sekeras-kerasnya
"Lo jatuh cinta?" Gamma hanya mengendikkan bahunya acuh
"Bwahahahahahahaha"
"Lo jatuh cinta? Beneran? Gue kira lo homo men" tanya Adit di sela-sela tawanya
Gamma menatap tajam sahabatnya itu,masa ganteng-ganteng gini dikira homo. Sorry masa sawi makan sawi,gini-gini ia masih suka yang bening ya!
"Beneran lo suka sama cewek?" tanya Adit pada Gamma ketika ia sudah menghentikan tawanya
Gamma hanya menganggukkan kepalanya lalu menggelengkan kepalanya. Bingung sih,ia kan gak pernah suka sama cewek. Memang sampai saat ini belum ada yang bisa menarik hatinya kecuali gadis itu
Gamma tersadar dari lamunannya ketika melihat Adit berdiri
"Mau kemana lo"
"Beli minum bentar" jawabnya ketika ia sudah berjalan meninggalkan Gamma
"Gue titip dit" teriak Gamma. Takut gak denger si Adit,kan tu kupingnya rada konslet
=== ×× ===
Angin berhembus kencang,menerpa wajah gadis cantik yang sedang duduk di bibir pantai itu. Ya memang Oca sangat menyukai pantai. Tempat favorit yang ia dan seseorang yang dicintainya.
"Caca?"
Oca tersentak dari lamunannya. Ia menoleh kebelakang dan menemukan sosok laki-laki yang tak dikenalnya.
"Caca?" panggilnya lagi.
Mendengar nama panggilan itu membuat Oca berfikir. Hanya satu orang yang memanggilnya seperti itu. Sahabat kecilnya,ya hanya dia karena memang dulu ia akan marah jika ada yang memanggilnya seperti itu.
Adit berjalan mendekati Oca yang sedang duduk bersender di pohon kelapa "Ca itu beneran lo kan?" tanyanya pada gadis yang kini berada di hadapannya
"Adit?" tukas Oca agak sedikit ragu
"Iya ini gue" Oca berdiri dari tempat yang tadi ia duduki. Tubuhnya menegang ketika merasakan seseorang memeluknya erat
"Gue kangen ca,udah hampir 5 tahun kita gak ketemu" tukasnya lagi
"Gue juga" jawab Oca dan tangannya mulai membalas pelukan Adit
"Lo makin cantik aja" puji Adit pada Oca sambil menelusupkan wajahnya di leher Oca.
"Lo juga,makin cakep aja" jawab Oca sambil melepaskan pelukannya,namun usahanya sia-sia Adit malah memeluknya erat-erat.
"Biarin gini ca,gue kangen banget sama lo" ucapnya sambil mengecup rambut Oca
Mereka tidak menyadari bahwa ada sepasang mata yang menatapnya sedikit tajam dengan mengerutkan dahinya
Mereka punya hubungan apa? Batinnya.
______________________________________________________
Happy reading guys💕
Please Vote and comment!
KAMU SEDANG MEMBACA
STRONG GIRL
Teen FictionGamma mengedarkan pandangannya dan berhenti ketika ia melihat sosok gadis cantik di pojok sana. Ya dia Oca teman sebangkunya dikelas. Adit dan Arya yang tadinya ngobrol langsung menatap ke arah Gamma yang sedari tadi diam saja. Mereka mengikuti arah...
