1. SOLO

3 1 2
                                        

Hari ini Bulan tidak lagi terlambat. Seperti hari kemarin, Bulan berangkat dengan naik ojek online dengan ciri khas helm hijaunya. Bulan juga tidak terburu-buru membayar ongkosnya, hari ini Bulan terlihat sangat santai.

Bulan melangkahkan kakinya melewatinya gerbang sekolah dan berrjalan sendirian masuk ke dalam area sekolah barunya. Bulan belum memiliki teman. Ia masih tetap sendirian.

Di kelas, beberapa orang sudah datang, ada yang berlarian, ada yang duduk berdekatan, ada yang tidur, bahkan ada yang sibuk main game. Bulan masuk, dan langsung duduk dibangkunya, barisan kedua dari kanan, dan urutan kedua terakhir dari bangku paling belakang. Setidaknya Bulan tidak duduk palinh belakang di pojokan.

Bulan emandangi bangku sebelahnha yang masih kosong. Sial, dengusnya. Orang yang akan duduk disebelah Bulan tak kunjung datang, bahkan batang hidungnya juga tidak kelihatan.

Bodoh. Ucap Bulan dalam hati. Bagaimana ia bisa melihat batang hidungnya kalau Bulan sendiri belum mengenal dan melihat wajahnya, kenapa ia malah bilang belum melihat batang hidungnya ?, Bulan bertanya pada dirinya sendiri.

Satu-satu siswa perempuan,laki-laki, perempuan, laki-laki, masuk ke kelas Bulan. Tapi tidak ada yang berjalan menuju tempat duduknya. Bulan menunggu pemilik bangku sebelah, berharap dia akan datang dan mengusir kesendiriannya di bangku tempatnya duduk.

Tiga siswa laki-laki masuk, diikuti oleh perempuan memakai bandana warna hijau itu. Dia berjalan ke arah Bulan, Bulan menebak, pasti dia pemilik bangku sebelah. dugaan Bulan benar, memang dia pemilik bangku sebelahnya. Dia menatap Bulan bingung, tanpa bertanya dia duduk di samping Bulan, meletakkan tasnya diatas meja. Dan dia menoleh dan mengulurkan tangannya.

"Hai, gue Adira Cana, Lu pasti siswa baru itu kan?" Pemilik bangku sebelah Bulan itu bernama Adira, Dia baru saja mengulurkan tangan dan mengajak Bulan berkenalan. Akhirnya, Bulan punya teman.

"Hai, aku Casimira Bulan Tanese. Salam kenal." Bulan tersenyum, mengulurkan tangan juga. .

"Manggilnya gimana nih? Casi? Mira? Asa? Bulan?" Dira memandangi Bulan seolah-olah sedang mengidentifikasi wajahnya.Tangannya mengelus rambutnya supaya rapi.

"Bulan, aku biasa dipanggil Bulan."

"Oh Bulan, by the way selamat datang dikelas ini semoga betah." Adira menepuk pundak Bulan, dia berjalan meninggalkan Bulan sendirian.

Bulan termenung setelah adira meninggalkannya. Bulan melihat suasana sekeliling dengan risau. Sedikit rasa menyesal menyelimuti perasaannya kini. Tinggal di Jakarta tidak sesuai dengan ekspektasi dan harapannya.

#GrasindoStoryInc

P.s kata berbahasa Inggris seharusnya bercetak miring tapi ini aku edit gak bisa2 nanti akan aku benahi hehe


Mond Und MarsTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang