si songong

65 13 0
                                    

" inceeesssss... Lo tau gak ada berita apa?" tiba2 saja mala berteriak.
Gadis itu tergesa gesa menghampiri yola.

"Kenapa sih lo mal?. Habis dari ruang guru langsung sawan " omel vani. kegiatan membacanya jadi terganggu  karna teriakan mala.

"Apa sih mal? Heboh amat " Tanya yola penasaran.

Mala duduk didepan bangku yola. dan memutar  kursi itu kebelakang menghadap yola.

Mala menarik nafas panjang .
" gue kan tadi ke rugu, trus...
Belum selesai bicara, yola memotongnya.
" tunggu, rugu paan ya?" tanya yola tidak mengerti.

Mala tersenyum. "Rugu, ruang guru incess". Jelasnya.
Vani dan yola menggeleng gelengkan kepala. Memang sahabat mereka yg satu ini agak alay. Mulai dari kata yg di singkat singkat, baik tentang gosip gosip mala lah yg lebih dulu tau. Bahkan Cogan2 sekolah lain pun dia tau. Sangat cocok menjadi wartawan nyinyir.

" kirain... Terus lanjut!"

" iya incess, tadi kan aku ke rugu. Terus bu egah nyampein, kalo ulang tahun sekolah tahun ini akan sangat meriah. Setiap kelas harus menunjukkan kreasi mereka" mala menghentikan bicara. Ia menunggu respon yola dan vani.

"Jadi lo tadi teriak2, hanya mau kasih tau ini?. Kirain penting banget" protes vani tidak puas dengan berita dari mala, karna kurang hot menurutnya.

Maklumlah yola, vani, dan mala memang suka ngerumpi setiap harinya. Dari masalah abang penjual  mie ayam depan sekolah yg istrinya cantik banget. Sampai bu endang yg wajahnya kinclong karna pake bedak kiloan.

"Bukan hanya itu geblek, ulang tahun sekolah ini beda dari tahun sebelumnya. Kalau tahun kemaren kan cuma ada perlombaan perlombaan gitu. naaahh, kalo yg sekarang bakalan ada pementasan drama. Hot kan?"

Mala menaik turunkan kedua alisnya. menunggu respon kedua sahabat nya.

Sedangkan yola dan vani saling berpandangan. Lalu mereka tertawa .

Melihat mereka tertawa, Mala sangat kesal pada keduanya. Namun iya tidak mungkin bisa marah kepada incess dan vani. Karna rasa sayang mala ke mereka seperti saudaranya sendiri. Terdengar lebai memang, Tapi begitulah kenyataannya.

"Mala sayaang, terus hot nya mana?.. Lo mah, itu aja heboh". Vani menertawakannya lagi.

" lo nih kebanyakan minum susu kambing ya?. Udah makanya dengerin nih... Ada lanjutannya tauuk" mala mengerucutkan bibirnya.

"Iya deh, ya udah lanjutin" vani masih tertawa kecil.

Mala kembali tersenyum dan siap melanjutkan ceritanya.

" jadi drama ini tuh kan butuh pemeran utama dulu. dan yg akan jadi pemeran itu belum ada. Jadiii...masing2 tiap kelas sudah dipilih satu orang untuk dicalonkan jadi pemeran utama. Dan yg terpilih dari kelas kita untuk memperebutkan pemeran utama dg kelas lain itu adalah incesss. Yeee yeee yeeee" mala bertepuk tangan dengan riuh.

Vani pun juga terlihat senang. Walaupun itu masih perwakilan, pasti akan ada pertarungan dulu melawan kelas lain supaya menjadi pemeran utama. Tapi vani senang sekali, sebab incess nya lah yg terpilih mewakili kelas.

"Duh kok gue sih. Oga ah, ga tertarik" protes yola kurang senang.

"Yah incess, kok gitu. Padahal vani seneng banget denger incess yg jadi perwakilan kelas kita" vani sedikit kecewa dg jawaban yola.

"Yah gimana dong van, gue ga suka ikut yg kaya gitu" yola memelankan suaranya.

"Iya incess, apa keputusan incess vani akan dukung incess" vani tersenyum.

Princess YOLATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang