"HAH?!" Gunsmile, Off dan Toota kembali tak percaya dengan apa yang mereka dengar.
Krist mengendikkan bahunya mencoba memaklumi kekagetan teman-temannya.
Bukan hanya teman-temannya kok yang terkejut, Krist juga. Tidak percaya bahwa dia harus bertemu dengan SingTuan dalam waktu... 2 minggu.
Krist menghela napas berat.
.
.
.
Krist akhirnya sibuk dengan lemari bajunya yang sebelumnya sudah tak karuan kini semakin nampak tak karuan saja bentuknya. Baju, kemeja, celana bahkan pakaian dalam pun bercampur menjadi satu, karena Krist telah mengobrak-abriknya tanpa ampun mencari sepasang baju yang mungkin dalam satu minggu ini akan pantas dirinya pakai untuk bertemu dengan SingTuan.
Tinggal satu minggu? Ya, nyatanya waktu cepatlah berlalu. Satu minggu telah terlewati dengan Krist yang mencoba menengkan dirinya sendri, ya, kalian bayangkan saja selama satu minggu belakangan, Krist hanya tidur-memakan makanan kesukaannya-melamun-berdebar, dan ya begitulah Krist.
Namun, kini Krist telah mampu melewati itu semua dan kini malah dipusingkan dengan baju apa yang akan dirinya pakai.
SingTuan pun belum memberi kabar mereka akan bertemu dimana, ya sih, masih satu minggu lagi. Tapikan Krist harus menyiapkan dirinya.
Krist menghela napasnya berat-berat dan memilih memasukkan baju yang tadi sempat dirinya bawa lalu memasukkan kedalam lemarinya yang tak karuan tanpa menatanya sedikitpun. Krist menutupnya keras-keras.
Tubuh Krist jatuhkan ke ranjangnya dengan posisi terlentang.
Ting
Krist menjulurkan tangannya untuk mengambil handphone di saku celananya.
Dengan menyipitkan mata, Krist melihat bahwa SingTuan mengirim pesan untuknya.
SingTuan
Hari jumat besok aku akan berangkat dari Ciang Mai dengan pesawat.
Sialan. Si SingTuan ini membuatnya semakin gugup saja.
Kriesttps
Berapa lama perjalannya?
Karena memang Krist tidak pernah pergi jauh ke Ciang Mai, jadi dirinya tidak tau berapa jam perjalanan yang harus ditempuh.
SingTuan
Kalau naik pesawat kira-kira 1 jam 15 menit. Bisa kurang atau lebih. Yah, tergantung nanti delay atau tidak.
Krist menganggukkan kepalanya tanpa sadar.
Kriesttps
Oh.
SingTuan
Hei, boleh tau alamat sekolahmu?
Sontak saja Krist melebarkan pupil matanya yang hitam.
Kriesttps
Untuk apa?
SingTuan
Yah, biar gampang saja, sih.
Aku jarang pergi ke Bangkok dan ke sana hanya untuk urusan kantor.
KAMU SEDANG MEMBACA
Chatting with CEO!?
FanfictionSebelumnya Krist yang hanya pemuda yang bahkan baru saja naik kelas 12 SMA tidak pernah menyangka bahwa dia bisa berkenalan dengan seorang CEO yang sangat terkenal di negaranya---iya, dia berkenalan dengan Singto Prachaya Ruongraj, sebuah keluarga y...
