Gundukan dibalik selimut itu menggeliat tak nyaman saat suara yang tak asing baginya menyapa indra pendengarannya, indra penglihatannya perlahan terbuka walaupun tak sepenuhnya terbuka kala suara itu tak kunjung kunjung berhenti. Tangan kanannya sibuk menjulur ke samping, meraba sekitaran nakas yang tak jauh dari tempat tidurnya.
Tak jarang jari jemarinya itu salah menyentuh suatu barang, namun ia tetap mencari suatu benda yang sudah mengganggunya. Mematikan benda tersebut agak kasar saat dirinya berhasil menemukan benda yang telah mengganggu tidurnya, meletakan kembali benda tersebut ke tempatnya semula dan berniat untuk memejamkan kembali matanya, namun sesuatu seolah mengganggu pemikirannya.
Alarm? Benda tadi yang mengganggu tidurnya adalah alarm?
Mugi tak ingat jika dia mensetting alarm semalam, sudah lama jam weekernya tidak ia setting alarm tapi kenapa sekarang jam weeker tadi berbunyi? Kembali Mugi menerawang sesaat sebelum ia tertidur, setelah ia pulang dari apartemen Jin ia diantar oleh Taehyung, berbincang sebentar dengan.....
Taehyung?
Ahh bukannya Taehyung semalam tidur disebelahnya? Kesadaran Mugi seolah ditarik paksa saat ia mengingat kejadian semalam, segera tangannya meraba kasur sebelahnya, tidak ada orang disana bahkan disana sedikit dingin, Mugi menyibak selimut yang menutupi tubuhnya dan bernafas lega saat tak menemukan keberadaan Taehyung dikasurnya.
Apa mungkin Taehyung tidur dikamar sebelah?
Perlahan kaki kaki mungilnya membawa Mugi ke kamar tamu yang berada tepat disebelah kamarnya. Mendapati pintu yang tertutup rapat Mugi memutuskan untuk mencoba mengetuk ngetuk pintu tersebut.
"Taehyung kau di dalam?" Sesekali Mugi mengetuk pintu itu saat dirinya tak mendapati jawaban apapun dari dalam. Mugi memutar handle pintu untuk memastikan keberadaan Taehyung, namun yang didapatinya hanyalah ruangan kosong yang belum tersentuh oleh orang lain, kembali Mugi menutup pintu dan berjalan ke kamarnya sendiri.
Jadi Taehyung memutuskan untuk pulang semalam?
Dering notifikasi pesan masuk pada ponselnya membuat Mugi sadar dari pemikirannya sendiri. Terlihat ID Taehyung yang berada dilayar ponselnya saat Mugi sudah mengeceknya.
Untuk apa ia mengirimi pesan sepagi ini padaku?
Namun dirinya tetap membuka pesan tersebut.
To : Lee Mugi
Kau sudah bangun?
To : Taehyung
Sudah, bagaimana bisa aku tidak bangun saat alarm itu terus mengganggu tidur nyenyakku?
To : Lee Mugi
Kau mendengarnya? Baguslah kalau begitu tak sia sia aku mensetting alarm untukmu, jika tidak kau pasti menaiki bus saat berangkat nanti, cepatlah bersiap aku akan tiba 30 menit dari sekarang.
To : Taehyung
Kau gila? 30 menit? Oh Taehyung, bahkan aku belum menyiapkan seragam serta buku bukuku kau memberiku waktu 30 menit untuk bersiap? Pergi saja kau sialan kau hanya membuatku kesal dipagi hari.
To : Lee Mugi
Kalau begitu cepat bersiap dan segeralah mandi Mugi.
To : Taehyung
Aku bahkan tidak sempat membersihkan apartemenku dan membuat sarapan untuk diriku sendiri.
To : Lee Mugi

KAMU SEDANG MEMBACA
The Seldom Boys
Fanfiction"Jika kukatakan ada seseorang dari kelas lain yang menyukaimu apakah kau akan membalas perasaannya?" "Kurasa aku tak bisa membalasnya" "Mengapa?" "Karna mungkin orang itu akan berbeda dari dia" Laut lepas itu benar benar membawa penuh kendali pikira...