6

120 89 171
                                        

Aku akan menjadi lengkap untuk kurangmu, menjadi genap untuk seluruh ganjilmu.

-Alam Rasya-

~💘~

Bella yang berdiri di tepi lapangan melihat kakaknya bermain bola basket. Ralat, tepatnya gadis mungil ini melihat pria yang sudah beberapa hari ini membuat blush pipinya memerah.

Bola Alam yang akan dimasukkan kedalam ring, tiba-tiba meleset dan memantul agak jauh. Bola itu menggelinding lalu berhenti didepan kedua kaki Bella.

Alam yang mengikuti bola itu menggelinding, bisa melihat keberadaan pujaan hatinya itu.

Bella kemudian mengambil bola basket itu. Ia melempar ke arah Alam berdiri, lantas Alam dengan sigap menangkapnya.

Bella tersenyum. Alam juga tersenyum. Beberapa saat mereka saling melempar senyum dilapangan yang agak panas itu.

Verel yang melihat kejadian itu hanya tersenyum 'gue seneng liat lo bahagia dek. Kebahagiaan lo kebahagiaan gue. Kesedihan lo kesedihan gue juga. Semoga dia orang yang tepat buat lo' batin Verel.

***

Seorang wanita berjalan meninggalkan perpustakaan setelah menemukan buku yang ia cari. Lalu muncul seorang pria dari arah berlawanan. Pria itu tampak terburu-buru sampai tidak memperhatikan jalannya dan menabrak seorang wanita yang datang dari arah berlawanan.

Brukk!!!

"Huaa... Sakitt....bundaaa..."

Gadis itu menjerit. Bagaimana tidak secara yang menabrak nya ini adalah sosok yang memiliki tubuh kuat dan kekar.

"Maa-maaf... gue ga sengaja" ucap pria itu. Terlihat dari ucapannya, ia tampak khawatir.

"Lo ga punya mata ha?!! Jalan tu pakai mata! Masa gue yang segede ini ga kelihatan?!" nyinyir wanita itu. Ketika kepalanya mendongak ke atas, ia begitu terkejut ternyata yang menabraknya ini adalah sang pujaan hati.

"Eh kak Alam, maa-maaf kak" ucap Bella tertunduk malu karena sudah meneriaki pria yang menabraknya secara tidak sengaja itu.

"Bella? Duh... maafin aku ya udah nabrak kamu. Tadi aku buru-buru ga merhatiin jalan"

Eh buset jalan aja ga diperhatiin apa lagi gue.

"Kak Alam? Aa-aku kirain siapa"

'Bego lo Bel bego!! Ngapain lo teriak-teriak di depan dia. Duhh...mau di taruh dimana muka gue' batin Bella.

"Aku juga baru tau kalau itu kamu. Ada yang sakit ya? Mana, coba aku periksa?"

"Ga ada ko kak. Cuma bahu aku aja yang sakit, di body sama kakak si" ketus Bella.

Alam hanya menyengir dan mengusap-usap bahu Bella. Usapan hangat yang Bella rasakan membuatnya begitu nyaman. Bella mematung di tempat ia berdiri. Lagi-lagi pria ini berhasil membuat blush pipinya memerah.

"Ii-iya gapapa ko kak" kikuk Bella.

"Masih sakit?"

TWILIGHT Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang