▪MIMPI ▪

1.2K 90 3
                                        

~~~~~~~~~~~~~~~E)(O~~~~~~~~~~~~~~

Chen dan baekhyun baru saja keluar dari mini market dengan minuman soda ditangan mereka.

Mereka meminum minuman soda itu sambil terus berjalan menyusuri jalan dipinggir jalanan kota Seoul.

"Yak...baekhyung" Panggil chen kepada namja yang ada disampingnya.

"Hemm..." Jawab baekhyun sambil meminum minumannya.

"Kau tahu tidak?" Tanya chen dengan wajah datar dan terus memandang kedepan.

"Ya mana aku tahu,kau saja belum cerita padaku" Sahut baekhyun lalu membuang kaleng minumannya kedalam tempat sampah yang ia lewati.

"Hemm...benar juga" Kata chen yang memasang wajah berfikir.
"Yasudah aku ceritakan dulu" Tambah chen.

"Baiklah,ayo ceritakan" Sahut baekhyun sambil duduk dikursi taman.

Chen juga mulai duduk disamping baekhyun.Chen dan baekhyun menatap taman yang ada didepan mereka.

.
.

"Yak!kau jadi cerita atau tidak?!katanya mau cerita,tapi malah diam saja!" Bentak baekhyun sambil melihat kearah chen kesal.

"Ooh iya, maaf-maaf" Chen hanya tersenyum melihat baekhyun sambil menggaruk belakang kepalanya.

Baekhyun yang melihat tingkah chen hanya menatap chen sinis dan berdencihk kesal.

Chen menghela nafasnya panjang,lalu memandang taman dihadapannya.

"Tadi malam...aku bermimpi aneh" Chen mulai bercerita.

"Aneh bagaimana?kau mimpi buruk?" Tanya baekhyun datar sambil menyandarkan kepalanya ditempat senderan kursi taman.

"Bukan!..." Sahut chen.
"Entahlah....aku juga tidak
mengerti,tapi semuanya terasa nyata" Tambahnya lagi.

Baekhyun nampak bingung dengan cerita chen.

"Didalan mimpiku aku melihat ada beberapa orang namja,dan salah satu diantara namja-namja itu adalah kau" Kata chen.

"Aku?!" Tanya baekhyun terkejut,lalu melihat kearah chen.

"Iya!...dan yang lebih aku tidak mengerti adalah,para namja-namja itu juga seperti memiliki kekuatan" Kata chen dengan serius.

"Kekuatan?!" Baekhyun terlihat terkejut,lalu membenarkan posisi duduknya.
"Tunggu-tunggu....maksudmu seperti kita?" Tambahnya dengan menunjuk kearah chen dan dirinya bergantian.

"Iya,tapi tidak seperti kau yang bisa mengeluarkan cahaya dan aku yang bisa mengeluarkan petir.....Mereka seperti memiliki kekuatan masing-masing yang berbeda satu sama lainnya" Jelas chen dengan nada dan wajah yang sudah sangat serius.

"Ta...tapi bagaimana bisa?kita saja tidak tahu kenapa kita bisa memiliki kekuatan ini,dan bagaimana bisa ada orang lain yang sama seperti kita?" Tanya baekhyun yang kelihatan sudah  sangat bingung.

"Entahlah,aku juga tidak tahu.Aku saja mengetahui kekuatan petir ini ada padaku saat usiaku 16 tahun" Sahut chen.

"Iya!dan kau hampir saja membunuhku waktu itu" Kata baekhyun dengan tatapan sinis melihat chen.

________________________

Seorang anak laki-laki yang memakai seragam Senior Hight School sedang duduk disalah satu bangku taman sambil memegang kertas berwarna merah muda ditangannya.

Ya,dia adalah Chen.Chen terus memandang kertas itu sambil terus tersenyum.

Namun tiba-tiba saja seorang anak laki-laki yang memakai seragam yang sama dengan chen datang diam-diam dari belakangnya,lalu mengambil kertas yang ada ditangan chen.

"Widiii....apa ini? UNTUK WANG SAUJI" Kata namja itu yang ternyata adalah baekhyun.

"Yak!baekhyun,kembalikan!" Teriak chen sambil berusaha mengambil kertasnya kembali.

"Sauji-yaa sebenarnya aku sudah lama menyukaimu,tapi aku malu mengatakannya" Kata baekhyun yang membaca isi dari kertas itu dengan nada yang dibuat sangat lembut.

"Yak!kau!!jangan dibaca!" Kata chen dan terus berusaha mengambil kertas itu.

"Kenapa tidak boleh,weelll...." Sahut baekhyun dengan menjulurkan lidahnya mengejek chen.

Baekhyun terus berlari menghindari chen,sementara chen yang dari tadi mengejar baekhyun kini berhenti dan menatap tajam baekhyun didepannya.

"Kembalikan kertas itu sekarang" Kata chen datar kepada baekhyun.

"Kalau aku tidak mau" Tantang baekhyun sambil menaruh kedua tangannya dipinggang.

Chen hanya diam,ia menundukkan kepalanya menahan amarah.Ia mulai merasakan ada yang aneh pada dirinya.

Baekhyun yang melihat tingkah chen juga mulai merasa takut.Apalagi tiba-tiba saja awan-awan dilangit berubah menjadi hitam.

"Che...chen,kau baik-baik saja?" Tanya baekhyun gugup.

Chen langsung melihat kearah baekhyun dengan tatapan penuh emosi.Tangan chen kini sudah dialiri kilatan arus listrik.

Baekhyun yang melihat itu langsung takut,tubuhnya gemetar bahkan kertas yang ada ditangannya tadi jatuh ketanah.

"Che...chen" Lirih baekhyun.

Namun tiba-tiba chen tersenyum sinis kepada baekhyun,lalu ia mengangkat tangan kanannya kearah baekhyun.

Dan dengan cepat,petir atau listrik keluar dari tangan chen mengarah kepada baekhyun.

Baekhyun yang terkenah sambaran petir chen langsung jatuh ketanah dengan baju seragam yang terkoyak-koyak seperti terbakar dan rambutnya berantakan.

"Che....chen~" Lirih baekhyun yang kini sudah menangis dan masih tergeletak diatas tanah.

Chen yang dari tadi memasang wajah marah,kini mulai kembali seperti semula.Ia melihat baekhyun yang teegeletak ditanah takberdaya.

"Bae....baekhyun,
a...apa yang kulakukan?" Kata chen lalu menghampiri baekhyun.

Baekhyun yang menyadari kalau chen sedang ada disampingnya langsung menghindar.

"Ada apa denganmu?ke...kenapa kau bisa mengeluarkan petir?" Tanya baekhyun yang sudah ketakutan.

"Ma....maafkan aku,
aku juga tidak tahu,tanda ini juga muncul begitu saja" Jawab chen yang terlihat bingung sambil melihat pergelangan tangannya.
"A....aku merasa aneh pada tubuhku" Tambah chen yang kini menangis dan menundukkan kepalanya.

Baekhyun hanya memandang chen,ia mulai merasa kasihan melihat sabatnya itu.Kemudian ia memegang bahu sahabatnya itu.

"Ba....baiklah,ayo kita pulang" Ajak baekhyun.

Chen hanya mengangguk sambil menghapus air matanya seperti anak kecil.

Chen membantu baekhyun berdiri dan juga membantu baekhyun berjalan dengan memegang lengannya.Mereka mulai berjalan bersama meninggalkan tempat itu.

__________________________

"Hehehe.....maaf" Kata chen dengan tersenyum manis.

"Yasudah,ayo kita pergi,dan soal mimpimu itu....itu mungkin hanya mimpi biasa dan kalau pun mereka ada,mungkin suatu hari nanti kita bisa bertemu mereka" Kata baekhyun dan mulai bangkit dari kursi taman itu.

"Hemm....mungkun saja" Sahut chen.

Baekhyun sudah berjalan meninggalkan chen yang masih duduk disana.

"Yak!baek,tunggu!" Panggil chen dan mulai mengejar baekhyun.

~~~~~~~~~~~~~~E)(O~~~~~~~~~~~~~~~




















Annyeong chingu-yaa
Maaf kalau kurang menarik,ini cerita pertama saya.Mohon dukungannya yaa😊

Terima kasih untuk yang udah vote😉
Jangan lupa vote and komend yaa






EXO PLANETCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang