Note : Bagi yang sudah membaca Viola E Blu dari awal, ada beberapa isi setiap part yang aku tambahin sama aku ganti ya. Jadi lebih baik di baca kembali. Terimakasih ❤️
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***
Jalanan di daerah Hannam-dong
kala itu terlihat cukup ramai. Ada begitu banyak orang-orang yang bergegas untuk pergi bekerja ataupun pergi ke sekolah. Mengingat jika sekarang sudah pukul tujuh pagi, sehingga tidaklah heran jika sampai trotoar pun juga dipadati oleh para pejalan kaki. Namun beruntungnya, hal itu tidak menimbulkan macet sekalipun. Sehingga perjalanan Taehyung pagi itu lancar tanpa hambatan menuju ke rumah Jennie.
Sesuai perintah papa nya, Taehyung pasrah menuruti. Daripada harus berurusan dengan Papa nya yang berbahaya, lebih baik dia berurusan dengan Jennie yang mungkin nanti sedikit merepotkan.
Merepotkannya karena apa? Karena Jennie adalah gadis manja. Dia begitu berisik dan selalu menangis jika Taehyung mengabaikannya. Bahkan, selama gadis itu masih di New Zealand, handphone nya setiap menit memunculkan notifikasi baik itu pesan, telefon ataupun video call dari Jennie.
Taehyung cukup sadar diri, dia memang tampan. Tapi jika cara Jennie menaklukkan hatinya seperti seorang fans fanatik, maka jangan harap Taehyung mau membuka hati meskipun secelah lubang semut.
Jika di pikir dengan kepala dingin, tidak ada salahnya juga untuk Taehyung bertemu dengan Jennie. Lagipula Papa nya hanya menyuruh untuk bertemu dengan Jennie dan tidak lebih. Toh, cuma sebentar saja, tidak akan berlangsung lebih lama. Hanya untuk sekedar menyapa, setelah itu pergi. Selesai sudah urusan perkara.
Tidak terasa mobil Taehyung mulai memasuki pekarangan rumah keluarga Jennie yang terlihat sepi. Hanya saja saat itu, di depan halaman rumah, dia sudah disambut hangat oleh seorang pembantu rumah tangga yang dia kenal, namanya Bibi Hong. Wanita yang sudah beranjak masuk ke usia senja nya itu, ternyata masih bekerja disana.
"Selamat datang Tuan muda," sambut Bibi Hong menunduk hormat meski kedua tangannya masih memegang sapu.
Taehyung tersenyum tipis "Apa kabarmu bibi? Bibi terlihat awet muda saja, tidak banyak yang berubah," balas nya terkekeh kecil.
Mendengar hal itu, Bibi Hong ikut terkekeh.
"Aih, aih! Tuan muda bisa saja. Bibi kan jadi malu karena baru dipuji sama tuan muda yang tampan," sahut Bibi Hong memukul lengan Taehyung dengan genit.
Kemudian, Bibi Hong membuang sapu yang dia pegang ke sembarangan arah begitu saja. Lalu dia mengamit lengan Taehyung dan menyeret laki-laki itu untuk segera masuk ke dalam rumah.
"Mari masuk tuan muda. Nyonya besar pasti akan senang dengan kedatanganmu," kata Bibi Hong terdengar antusias.
Meskipun di umurnya yang sudah senja, namun wanita itu masih terlihat bersemangat sekali. Taehyung pun hanya mengikuti saja ketika dia disuruh untuk menunggu di ruang tamu keluarga Jennie yang luasnya setara seperti ruang tamu di rumahnya.
"Ah bibi, tunggu!" panggil Taehyung
Dia membuat Bibi Hong menghentikan langkahnya yang baru saja berniat untuk memanggil sang pemilik rumah.
"Aku kesini untuk bertemu dengan Jennie sebentar. Waktuku tidak lama karena harus menghadiri meeting dengan klien. Kira-kira, bisa panggil Jennie nya saja?"
Bibi Hong tidak langsung menjawab. Wanita tua itu tampak berpikir hingga pada akhirnya dia bertepuk sampai membuat Taehyung sedikit terkejut karena ulahnya yang tiba-tiba.
KAMU SEDANG MEMBACA
VIOLA E BLU (KIM TAEHYUNG X JENNIE KIM)
Fanfiction=====VIOLA E BLUE===== Mereka berteman dari kecil. Mereka juga dijodohkan kemudian bertunangan. namun cinta mereka tidak saling melengkapi. Taehyung menganggap jennie adalah warna violet, sedangkan bagi Jennie, Taehyung adalah sang Biru. aura mereka...
