Part 4

4.4K 582 194
                                        

PERHATIAN!!

Note : Bagi yang sudah membaca Viola E Blu dari awal sebelum di unpublish, ada beberapa isi setiap part yang aku tambahin sama aku ganti ya. Jadi lebih baik di baca kembali. Terimakasih ❤️
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.

Happy reading

🌹🌹🌹

Pada akhirnya Jennie pun harus terjebak pergi berdua dengan Taehyung. Padahal dia masih belum siap untuk bertemu setelah kejadian kemarin malam. Bayangan saat laki-laki yang dicintainya itu berciuman dengan wanita lain, terus saja menghantui pikirannya dan menimbulkan denyutan di hatinya.

Jika ditanya Jennie tidak senang bertemu dengan Taehyung setelah sekian lamanya, maka jawabannya bohong.

Jika ditanya dia tidak rindu pada Taehyung, maka jawabannya itu juga bohong. Gadis itu bahkan setengah mati merindukan sosok laki-laki yang sangat di cintainya. Dia ingin mendekap tubuh kokoh itu dan mencari kenyamanan disana. Tapi karena rasa kecewa masih menderai begitu kuat di dalam dada, membuat dia memilih untuk bersikap biasa saja seolah-olah ketika melihat Taehyung adalah hal yang sudah biasa baginya. Jika bukan karena Mommy yang mendesaknya tadi, dia pasti akan tetap kekeuh untuk menolak ikut ajakan tunangannya itu.

Tapi meski begitu, Jennie juga tidak menampik jika dia bahagia karena bisa pergi berdua saja dengan Taehyung. Anggap saja ini adalah kencan. Apalagi faktanya laki-laki itu yang mengajak duluan. Tentu saja kejadian yang cukup langka.

"Kau mau makan apa?"

Suara baritone Taehyung membuat Jennie segera tersadar dari lamunannya. Gadis itu sejak tadi hanya terdiam tanpa mengeluarkan suara dengan tatapan tanpa minat yang tidak pernah teralih dari buku menu di depannya. Padahal kegiatannya cuma membolak-balikkan buku menu berulang kali.

Saat ini Taehyung mengajak Jennie untuk makan di sebuah restaurant mewah. Mengingat jika keduanya belum sarapan pagi, membuat laki-laki itu berpikir untuk mengajak Jennie makan di luar saja. Dengan begini, dia sudah menuruti perintah sang papa meski cukup membuang waktunya yang berharga.

"Aku tidak makan," jawab Jennie sekenanya sembari menutup buku menu dan perlahan menggesernya menjauh begitu saja.

Dahi Taehyung mengerut tidak suka. Sikap Jennie yang seolah diam dan acuh tak acuh itu membuat dia seperti tidak di anggap dan di hargai. Lihatlah, bahkan ini pertemuan pertama mereka setelah lama tidak berjumpa. Tapi sikap Jennie yang terlihat seperti jual mahal, malah membuat Taehyung jadi muak.

Dalam hatinya laki-laki itu mendecih "Cih, jika bukan karena ancaman papa, aku tidak akan sudi menemui gadis manja sepertinya."

Tapi tunggu! apa gadis itu sedang marah kepada nya?

Sejenak Taehyung menoleh ke samping, dimana ada seorang pelayan yang sejak tadi berdiri menunggu untuk mencatat pesanan mereka berdua. Setelah membisikkan sesuatu kepada pelayan itu, tidak berapa lama kemudian si pelayan mengangguk dan pergi meninggalkan mereka berdua begitu saja.

Kepergian si pelayan membuat suasana keduanya kembali hening.

Bagi Jennie sendiri meski merasa senang karena bisa berkencan dengan Taehyung, gadis itu masih begitu enggan untuk sekedar membuka mulut dan mengatakan 'hai' pada laki-laki yang sekarang sedang duduk di depannya itu.

"Jennie, kau...tampak berbeda," gumam Taehyung pada akhirnya menyerah dengan memecahkan keheningan yang melanda di antara keduanya.

Jennie berkedip beberapa kali. Mencoba untuk tersadar jika tunangannya itu sedang mencoba membuka percakapan dengannya duluan. Bukankah ini suatu hal langka yang dilakukan oleh Taehyung lagi?

VIOLA E BLU (KIM TAEHYUNG X JENNIE KIM)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang