Gang Buntu 13:40
"Mau ke mana lo?"
Suara berat itu membuat Sovia dan Ulia menengokkan kenapa mereka, mencari darimana suara itu berasal. Tidak jauh dari mereka ternyata ada seorang lelaki yang memakai hoddie juga topi yang menghiasi kepalanya.
Ulia dan Sovia saling berpandangan beberapa saat, dari tatapan mata mereka menyiratkan hal yang sama. Kemudian mereka melihat lagi ke arah sang pemuda itu, Sovia baru sadar kalau ternyata di gang tersebut ada beberapa anak lelaki yang memakai seragam putih abu abu duduk di sana. Ada yang merokok,bermain game,makan sampai yang tidur juga ada. Mereka menengok ke arah Sovia dan melihat sovia dengan pandangan bertanya tanya.
"Gue tanya,lo mau kemana?" Lagi suara itu sepertinya sangat tidak bersahabat. Lihat saja wajahnya juga cuma datar aja daritadi. "Ngapain juga lo di gang sepi kaya gini?"
Baru Sovia ingin membuka mulut menjawab pertanyaan itu, tiba tiba ada suara lain yang langsung membuat Sovia dan Ulia memasang kuda kuda siap bertarung.
"Di sini lo ternyata."
Suara itu adalah suara orang yang mengejar mereka tadi, tapi jumlahnya sekarang sangat banyak. Bisa di hitung mungkin ada 15 orang di sana. Dan mereka juga terlihat menyeramkan. Ada yang botak, ada yang bertato ada juga yang di tindik. Tebakan Sovia dia itu sedang berurusan dengan preman.
"Salah apa gua di kejar kejar kaya gini?" Sovi bertanya dengan nada sebalnya. Wajahnya langsung berubah merah karena menahan kesal.
"Lo yang tadi ngelempar botol ke gua kan?" Tanya sang preman sambil melotot.
"Lah iya,terus?" Sovia bertanya dengan polosnya,yang malah membuat Ulia kesal sekaligus gemas.
"Ya lo harus ganti rugi,baju gua kotor karna lo." Ujar si preman sambil menunjukkan bajunya yang terkena air minuman tadi.
"Ya maap om,dede namanya ga tau. Lagian ngapain om lewat pas saya lagi lempar botolnya?"
"Udah jangan banyak bacot,ganti rugi loh."
"Berapa emang?"
Sang preman melihat ke arah motor Ulia,yang langsung membuat perasaan Ulia tidak enak.
"Motor itu aja kalo lo mau keluar dari sini idup idup."
'What the hell'
"Ngga ada gila aja baju di tuker ama motor sarap kali loh." Sovia ngegas kawan.
"Iyah mao motor kerja dong,huuu" Ulia ikutan menyoraki.
"Ohh jadi lo milih keluar tinggal nama?" Ancamnya.
"Elah maju aja ngapah banyak bacot." Ulia merasa sudah sangat kesal. Dia berlagak berani padahal dia sendiri mager melawan,dalam hati dia hanya ingin nonton Sovia yang berantem tontonan gratis.
"Ulia lo bosen idup yah?" Sovia jadi kesal setengah mampus. Matanya melotot.
"Hajar sov hajar." Ulia malah menyuruh sovia menghajar,tanganya meninju ninju angin seolah ia sedang memukul. Matanya juga bergerak memberi kode pada Sovia jika para preman tadi sudah mulai maju.
Tanpa mereka sadari ada beberapa orang yang sedaritadi meperhatikan mereka dengan ekspresi anehnya. "Ngga di tolongin itu?" Ucap salah satunya.
"Gue aja,kalian jaga jaga aja." Ucap si lelaki berhodie.
"Ayo sov hajar sov." Ulia bersorak karna Sovia sudah mulai bertarung melawan mereka,dia juga mengeluarkan Handphonnya dari tas membuka aplikasi Instagram dan memilih gambar kamera di bagian atas pojok kiri,dia mulai memilih fitur dan pilihannya jatuh pafa fitur Langsung. Itu dia ngga lagi siaran langsung di Instagram kan?
"Oke gaes liat di sono tuh ada temen gua,namanya Sovia Amanda. Dia lagi berantem keren ga tuh? Satu lawan libelas brooo." Ulia emang sinting.
"Lo emang sinting li!"
Tanpa terasa sudah 7 orang tumbang karena serangan Sovia. Dia memang jago dalam hal beladiri,karna di sendiri sangat rajin dalam mengikuti latihan Muay Thai.
Saat akan menumbangkan orang ke-8 Sovia lengah dan hampir terkena serangan dari salah satu orang itu. Sovia berusaha untuk tetap menyerang,dari ekor matanya dia dapat melihat ada yang berniat memukulnya dengan kayu balok,namun dengan lihai Sovia mehindar,ia menunduk dan menyikut orang itu tepat di bagian perut. "Delapan." Ucap Sovia dengan nafas sesikit tersenggal.
Dari arah belakang ada seseorang yang berniat memukul sovi,tapi tiba tiba ada seseorang yang menendang orang tersebut hingga ia terpental menabrak tembok dan pingsan seketika.
"Sudah melemah Baby?" Ucap orang itu menekan kata Baby.
Mereka berpandangan sebentar,namun setelahnya mereka kembali fokus untuk melawan orang orang yang tersisa. Mereka memukul menendang dan juga menyikut.Sovia dengan Muay Thainya dan si lelaki berhodie dengan beladiri jalanannya Tak butuh waktu lama mereka sudah memenangkan pertandingan.
"Okee gaess pertunjukan selesai. Dan pertandingan kali ini di menangkan oleh pihak romeo dan julietnya. Jadi sampai jumpa di pertunjukan selanjutnya" ucap Ulia sambil menyelesaikan live instagramnya. Dengan tampang tanpa dosa di mengampiri motor cantiknya,lalu memakai helmnya dan duduk di atas motornya.
"Sop ayam! Hayu?!" Ulia ngegas lagi teman.
Sovia melihat ke arah Ulia dengan padangan sebal dan juga kesalnya,kemudian menghampiri sang teman yang telah anteng di atas motornya. Dengan perasaan dongkol Sovia naik ke atas motor,dia menengok sebentar ke arah pemuda berhodie itu.
Deg!
Mata itu ucap Sovia dalam hati.
"Li ayo kita cabut sekarang." Ucapbya sambil berbisik.
"Lah kenapa?"
"Udah cepet!"
"Iya iya."
"Eh? CEWE PELAN!"
Brummm
Belum selesai pemuda itu beeucap Sovia dan Ulia sudah menghilang dari sana.
Tbc!
Maafkan typo yang bertebaran readers. Jangan lupa Vote nya yah😘
KAMU SEDANG MEMBACA
My Cold Possesive Boyfriend(Lengkap)
RomanceSovia Amanda -Manis -Baik hati -ramah -pintar -bar-bar Abhie Narendra -Tampan -Dingin -Kaku -Datar -Pintar Sovia dan Abhie hanyalah dua orang asing yang di pertemukan oleh takdir yang kemudian membuat mereka saling memiliki rasa satu sama lain. Hing...
