Chapter20 - Sebal

4.5K 196 7
                                        

Bahagia itu sederhana.
Sovia Amanda.
.

.

.

.

.

.

Alunan lagu classik mengalun dengan lembut di cafe tempat Bebi bekerja, saat ini terlihat pengunjung yang tengah menikmati sebuah band yang tengah bernyanyi lagu lagu santai yang membuat para pendengarnya merasa hanyut bersama lagu yang mereka bawakan.

Di sudut barista Bebi tengah duduk mengistirahatkan tangannya yang sejak tadi sore tak berhenti membuat kopi dengan beragam gambar pesanan para pelanggan. Ia mengambil ponselnya yang ada di saku celemek yang ia pakai.

Ada beberapa pesan masuk di WhatsApp dan sisahnya adalah pemberitahuan game yang baru baru ini Bebi mainkan.

SoviaCantik

Bebi
P
P
P
P
P
Oii
Lumutan dah
Sok ngartis ni
Weh
Malih?
P
P
P

Bebi menggeleng melihat banyak pesan yang telah Sovia tuliskan untuknya.

Brak!

Baru saja akan membalas pesan tersebut Bebi sudah di kagetkan oleh suara keras meja yang di gebrak. Bebi memandang aneh si pelaku yang sedang memandangnya dengan wajah tertekuk dan cemberut itu.

"Lu kenapa?" Bebi menghampiri meja yang berada satu meter dari mesin pembuat kopi tempat ia tadi bersandar.

Sovia berdecak. "Lu sok ngartis banget sih!?"

Bebi memegang dadanya yang berdetak kencang seketika saat mendengar suara Sovia yang lumayan kencang. "Tadi rame banget." Bebi mengambil bangku husu untuk pekerja yang ada di dekatnya.

Dahi Sovia mengernyit lalu ia mengalihkan pandangannya ke arah pelanggan yang benar kata Bebi. Ramai.

"Jadi kenapa?" Bebi kembali bertanya.

Sovia menghela nafas kesal. "Tadi gua di bikin malu ama Ubi."

"Ubi?" Bebi membeo.

"Ish! Iyah Ubi!" Sovia menekan semua kalimatnya saking kesalnya walau hanya menyebut nama Abhie membuat ia teringat tentang kejadian di mall tadi.

"Ubi siapa? Makanan?" Tanya Bebi tak mengerti.

"Abhie bep Abhiee."

"Yang kemaren?" Tanya Bebi masih tak maksut.

"Siapa lagi?" Sovia melihat keadaan di balik meja itu dan ternyata sepi. "Aus gua. Bikinin jus jeruk ya." Sovia tersenyum manis.

Bebi memutar matanya lalu membuat ekspresi wajah jelek saat melihat Sovia mulai merayu dengan wajah sok imutnya.

Bebi menuju ke arah lemari kulkas, lalu kembali dengan jus jeruk di tangannya.

My Cold Possesive Boyfriend(Lengkap)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang