Chapte 12 - Perkara Celana

5.6K 278 0
                                        

Hubungan yang di bangun oleh anak SMA adalah hubungan yang memiliki dua kemungkinan. Kalo ga putus di tengah jalan ya berlanjut hingga pelaminan.

.

.

.

Sovia memandang Abhie dengan horor. Bagaimana bisa laki laki di depannya ini bisa berucap hal sevulgar itu? Ya memang jika di lihat lihat Abhie itu punya tubuh yang lumayan bagus.

Sovia langsung menggelangkan kepalanya lalu mengetuk kepalanya sendiri dengan tangannya untuk mengusir seluruh fikiran mesumnya yang tiba tiba muncul di kepalanya.

"Heh! Gimana lo bisa masuk sini?!" Tanya Sovia dengan galaknya.

Abhie memandang Sovia dengan seringai kejamnya. Ia melangkah ke arah Sovia dengan tatapan mengintimidasinya.

Sovia gugup dan langsung memundurkan langkahnya seiring dengan Abhie yang terus maju ke arah Sovia.

Mereka berpandangan dengan tatapan yang sama tajamnya. Abhie semakin mendekat kepada Sovia, sementara Sovia tetap memundurkan langkahnya secara teratur.

Bruk!

Sovia terjatuh di atas kasurnya yang empuk, dengan Abhie menjulang di atasnya.

Abhie mendekatkan dirinya ke arah Sovia, kemudian semakin mendek.

"Gimana kalo kita coba?" Bisiknya di samping telinga Sovia membuatnya memjamkan mata. Ia gugup bercampur takut, jantungnya bekerja lebih cepat.

'Angkat kaki lo,dan arahin tepat di selangkangannya.' Sovia mengangkat kakinya dengan reflek ke arah selangkangan Abhie saat mendengar sekelebat kalimat yang pernah Bebi lontarkan padanya.

Dug!

"Ahh! Shitt!" Abhie mundur beberapa langkah kebelakang sambil memegang selangkangannya yang terasa sakit karna ulah Sovia.

Sovia membuka matanya dan langsung melotot melihat keadaan Abhie di hadapannya. "Ma-maaf gu-gue ga sengaja." Sovia mengampiri Abhie bermaksut menolong,tapi saat langkah kedua ia langsung mundur lagi. Bagaimana ia bisa menolong jika masalahnya ada pada bagian di tengah itu?

"Lo-lo gapapa?" Pertanyaan bodoh Sovia.

Abhie menatap Sovia dengan tajam,tangannya masih setia menjaga asetnya yang tadi di serang secara mendadak.

"Lo buta?! Sakit nih!" Geramnya sambil melotot. "Udah tau sakit pake nanya."

Sovia meringis mendengar penuturan Abhie barusan. 'Apa iya gua kekencengan nendangnya?'

"Ya-yaudah sini gua obatin." Ucapnya sambil mendekat lagi kearah Abhie.

Abhie malah memandang Sovia dengan horor,di obati katanya tadi? Abhie bergidik, bagaimana cara obatinya? Apa gadis di depannya ini mau melihat Abhie membuka celananya? Ohh Abhie tidak akan pernah mau.

"Lo mau obatin gimana? Ha?"

"Ya pake obat, betadin gitu." Jawab Sovia kikuk.

My Cold Possesive Boyfriend(Lengkap)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang