Tidak terasa sudah 6 bulan Irene dan Kyungsoo menjalani kehidupan berumah tangga. Dan selama itu pula mereka semakin belajar mengenai kebiasaan dan karakter satu sama lain. Dan percaya deh itu sulit untuk dilakukan.
Irene yang bawel vs Kyungsoo yang pendiam,
Irene yang romantis vs Kyungsoo yang cuek,
Irene yang hemat vs Kyungsoo yang dermawan,
Irene yang berantakan vs Kyungsoo yang rapih,
Irene yang tidak bisa masak vs Kyungsoo yang pintar masak,
Irene yang pintar mengurus anak kecil vs Kyungsoo yang awam dengan anak kecil,
Pokoknya beda. Irene dan Kyungsoo adalah definisi si kutub utara dan si kutub selatan magnet namun anehnya akan selalu saling tarik menarik.
Selama 6 bulan itu pula, Irene dan Kyungsoo pun mulai melewati banyak hal bersama, salah satunya kerepotan pindah rumah, and yes mereka akhirnya tetap memilih komplek perumahan yang sama yaitu "Bogor Permai" namun berbeda blok, kini Kyungsoo dan Irene sudah officially menjadi warga Blok F yang jaraknya tentu tidak terlalu jauh dari Blok A.
Kini setelah perihal pindah rumah sudah usai dan adik-adik mereka sudah tidak ada yang melancarkan aksi mogok karena lokasi yang tidak jauh, Kyungsoo dan Irene pun sepakat untuk mencoba program hamil (promil). Jadi gak heran kan kalau hidup mereka semakin berwarna dengan adanya rentetan perdebatan yang silih berganti.
"Udah?" Tanya Irene sembari mengatur nafasnya.
"Udah." Jawab Kyungsoo parau.
"Oke sana sana hush." Usir Irene sembari mendorong tubuh Kyungsoo dari atas tubuhnya.
"Loh biasanya kamu langsung minta peluk sampe pagi Ren, kok aku malah di usir." Gerutu Kyungsoo bingung dengan tingkah laku Irene malam ini. Bener deh biasanya Irene paling gak mau kalau habis berhubungan badan, Kyungsoo langsung menjauh maunya pasti dipeluk sampe pagi.
"Aku mau terlentang sambil naruh kaki ke atas tembok. Kalau kamu masih di atas aku kan susah gak bisaaa." Dengan cepat irene memutar tubuhnya sehingga kaki Irene berada di dinding dan tubuh nya terlentang sempurna.
"Terus maksudnya kamu begitu biar apa?"
"Aduh Suami kamu kan Dokter masa gak paham, nih ya dari artikel yang aku baca karena vagina secara alami condong ke bawah, maka berbaring telentang setelah berhubungan badan akan membantu sperma untuk tinggal dan tidak tumpah ke luar, jadi bakal mempermudah sperma untuk berenang menuju rahim and eng ing eng...hamil deh."
"Tapi apa perlu sampai mengangkat kaki seperti itu?" Bukannya apa, tapi posisi Irene saat ini terlihat begitu ridiculous untuk Kyungsoo pahami.
"Yaa kata artikelnya biar makin gak ada celah spermanya keluar dari vagina, posisi ini patut di coba."
Kyungsoo hanya menggelengkan kepalanya takjub tak habis pikir dengan artikel yang istrinya baca, okelah perihal terlentang dia yang Donter tahu hal itu baik untuk dicoba bagi pasangan yang tengah melakukan program hamil, tapi sampai mengangkat kaki? Apa malah gak bikin pegal kaki, karena aliran darah jadi gak lancar? Tapi yasudah lah Kyungsoo lebih memilih mencari boxer dan kaus putih oblongnya yang tengah berserakan di lantai dari pada berdebat dengan Sang Istri di tengah malam buta seperti ini.
Usai berpakaian Kyungsoo pun mengambil daster Irene yang terletak di lantai, dan dengan entengnya meletakkan daster tersebut ke muka Irene yang sudah mulai terpejam. "Tapi gak perlu sampai telanjang begitu kan Ren? Emang kamu mau hamil sambil masuk angin?"
"Hehehe iya sih pantes aku kedinginan dari tadi."
"Ckckck, selimutnya juga pakai itu."
"Iya Suamiiii"
KAMU SEDANG MEMBACA
S U A M I
FanfictionThere is no happily ever after. Yet, You could find a little happiness between the before ever after. Irene tahu keputusannya menerima perjodohan dengan Kyungsoo tidak akan berjalan semulus jalan tol cipali. Irene itu lebih tua, bawel, cerewet apala...
