Suasana bandara I Gusti Ngurah Rai terlihat begitu ramai. Begitu turun dari pesawat Kyungsoo sampai harus menggandeng tangan Istrinya agar tidak terpencar kemana-mana.
Irene yang sedari tadi sudah mulai pusing melihat banyaknya orang pun lebih memilih mempererat genggaman tangan Suaminya.
"Ambil bagasi dulu Kyung." Pinta Irene.
Kyungsoo hanya bergumam pelan dan mengarahkan kakinya menuju tempat pengambilan bagasi.
Begitu usai dengan urusan bagasi Irene dan Kyungsoo sepakat untuk langsung ke Mulia resort tempat mereka akan stay selama 5 hari. Iya 5 hari itu pun berhasil Irene dapatkan setelah diskusi dan sedikit berdebat panjang bersama Suaminya.
"Seminggu? Enggak, 3 hari cukup." Sanggah Kyungsoo begitu Istrinya meminta agar mereka melaksanakan honeymoon seminggu full.
"Rene kamu tahu aku gak bisa ninggalin Rumah Sakit lama-lama."
"Ya tapi gak 3 hari juga sih Kyung."
"Yaudah 4 hari."
"6 hari." Seru Irene.
"5 hari take it or leave it."
"Ada pilihan bantuan 'phone a friend' atau 'ask the audience' gak nih? Heran nentuin waktu stay bulan madu aja udah kayak macem main kuis." Gerutu Irene, yang akhirnya mau gak mau menyetujui keputusan sepihak Kyungsoo.
Tapi sekarang? Suaminya yang bilang 'gak bisa jauh dari rumah sakit lama-lama' nyatanya malah menjadi orang paling niat untuk terputus dari dunia luar.
"Rene." Panggil Kyungsoo dari dalam kamar mandi.
"Yaa." Jawab Irene agak berteriak balik lantaran ada suara kucuran air yang sedikit menghalangi.
"Hp aku sama kamu matiin aja." Sedari tadi perasaan yang ponselnya terus berdering itu punya Kyungsoo, terus kenapa sekarang ponselnya ikut-ikutan disuruh matiin?!
Tanpa mengindahkan permintaan Kyungsoo, Irene hanya mematikan ponsel milik Suaminya, biarin aja toh ponsel Irene dari tadi tenang-tenang aja tuh.
Usai membersihkan tubuhnya Kyungsoo benar-benar keluar masih dengan rambut setengah basah dan sebuh handuk putih melingkari pinggangnya.
Irene sedikit mengerjap. Mmm..apa ya, udah gak sekali dua kali sih Irene liat Kyungsoo pakai handuk doang, lah gak pake baju aja udah sering liat—namanya juga udah sebulan lebih nikah kan. Tapi apa ya? Kok aura Kyungsoo kali ini kayak lebih gemesin gitu, bikin Irene jadi pengen melukin Kyungsoo. Fix Irene yakin ini pasti efek aura lagi honeymoon!
Irene menghela napasnya, pikir Irene yaudahlah daripada di pendem jadi bisul, akhirnya Irene bangkit dari posisi duduknya dan langsung menghampiri Kyungsoo yang masih sibuk mengeringkan rambutnya.
"Kenapa kamu." Tanya Kyungsoo datar. Padahal sekarang tuh Irene lagi meluk dia dari belakang secara mendadak loh. Tapi tetep aja suaminya ini datar.
"Gak tau, kamu keliatan gemesin kali ini aku jadi pengen peluk." Kyungsoo selalu tahu istrinya ini terlalu jujur dan sering kali tidak menyaring apa yang ada di dalam kepala cantiknya. Namun, meski begitu Kyungsoo tetap saja selalu kaget kalau istrinya sedang bertingkah seperti ini.
Kadang seperti aneh saja, harusnya Kyungsoo yang ngucapin kata-kata seperti istrinya, bahkan kalau perlu merayu plus menggoda istrinya until they're kissed each other passionately and end up spending all their times on the bed, after all they're in the stage of honeymoon right? Sayangnya yang ada Kyungsoo hanya menggelengkan kepalanya takjub, lalu mendorong tubuh istrinya hingga pelukan istrinya terlepas dan ujung-ujungnya membuat istrinya cemberut karena perkataan Kyungsoo selanjutnya. "Mandi baru peluk aku. Bau pesawat kamu tuh."
KAMU SEDANG MEMBACA
S U A M I
FanfictionThere is no happily ever after. Yet, You could find a little happiness between the before ever after. Irene tahu keputusannya menerima perjodohan dengan Kyungsoo tidak akan berjalan semulus jalan tol cipali. Irene itu lebih tua, bawel, cerewet apala...
