Pacaran itu menyenangkan dan setiap orang pasti mempunyai gaya pacaran yang berbeda-beda. Ada yang gayanya super sweet, ada yang gayanya serasa dunia milik berdua yang lain ngontrak, ada yang gayanya sok cool, dan ada juga yang standar-standar aja.
Irene-Kyungsoo? Jelas dong mereka kategori terakhir. Saking biasa-biasanya Irene sampai yakin gak ada hal menarik yang bisa diceritakan ke orang. Irene bukannya mau mengumbar hubungan dia dan Suami ke orang lain dengan asal cerita, tapi tahu kan kadang ada orang-orang yang gampang penasaran dan ujung-ujungnya akan bertanya hal-hal pribadi semacam 'Kyungsoo orangnya gimana Ren?' atau 'Setelah nikah gaya pacaran lo sama Kyungsoo gimana Rene?' dan pertanyaan lainnya semacam itu.
Terus ujung-ujungnya Irene cuma bisa cengar-cengir dan tersenyum sok dewasa, karena ya itu tadi mau cerita Kyungsoo orangnya gimana atau gaya pacaran mereka setelah menikah itu seperti apa, Irene bingung harus jawab apaan. Wong emang gak ada cerita special yang perlu dibagi-bagi.
Duk..Irene meletakkan remote Tv sedikit kasar. Kyungsoo melirik Irene sepintas, lalu kembali menatap layar Tv yang menampilkan seorang aktor korea yang tengah berperan sebagai pria kaya raya namun dengan arogannya mengganggu seorang guru wanita.
"Kyung."
"Hm."
"Ish Kyung."
"Hm." Gumam Kyungsoo lagi namun masih tidak mengalihkan pandangannya dari drama korea yang sedari tadi Irene paksa untuk mereka tonton.
"Suamiii..." Kali ini Irene berpindah dari letak duduknya di samping Kyungsoo menjadi menduduki meja kecil depan sofa hingga posisinya kini berhadap-hadapan dengan Kyungsoo.
"Apa?"
"Aku bosen." Tandas Irene setengah merengut.
Kyungsoo mengambil remote Tv yang tadi Irene letakkan dengan sedikit kasar dan mematikan Tv.
Irene menatap Tv yang mendadak mati dan menatap suaminya bingung. "Kenapa Tv nya dimatiin?"
"Kamu bilang bosen."
"Ck..Iya aku bosen tapi emang aku ada bilang bosen nonton Tv apa?"
Kyungoo mengangkat kedua bahunya lalu menyalakan kembali Tv tersebut. "Loh loh sekarang kenapa dinyalain lagi??"
Kyungsoo menatap Istrinya dengan tatapan datar lalu menghela napas. "Kamu maunya apa?"
"Aku boseeeennnn."
"Iya terus kamu mau apa? Mau ngapain?"
"Nge-date."
"Hah?"
"Iyaaa nge-date, emang kamu gak bosan apa setiap weekend kita keseringan di rumah doang? Kyung inget kita tuh enggak pernah pacaran, mumpung udah halal gak ada salahnya pacaran kaan."
Tubuh Kyungsoo terbangun dari duduknya lalu meraih salah satu lengan Irene, hingga Irene terperangah kaget. "Kamu ngapain siiihh." Ujar Irene jengkel.
"Ngajak kamu ke kamar. Kata-nya mau pacaran."
Mulut Irene terbuka dengan lebar, takjub sih sama isi pikiran suaminya. Di ajak nge-date malah ngajak ke kamar, ini korelasinya dimana?? Hubungannya apa?! "Kok jadi ke kamar? Ngapain? Bobo siang?"
"Pacaran halal, dapat pahala lagi." Ucap Kyungsoo santai.
Irene mengernyit masih tidak mengerti maksud Kyungsoo.
"Kata Onje, kita tuh enak udah halal pacaran mau 'ena-ena' dapatnya pahala bukan dosa." Jelas Kyungsoo.
Detik itu juga Irene langsung menangkap maksud suaminya, ia lepaskan tangan Kyungsoo, ia ambil bantal di sofa dan ia pukul kan ke salah satu sisi tubuh Kyungsoo, "IH KYUNG!! MAKSUD AKU PACARAN NONTON BIOSKOP KEK, DINNER DI LUAR KEK, KE DUFAN KEK SAMBIL GANDENGAN TANGAN GITU. Kenapa malah jadi ke 'ena-ena'."
KAMU SEDANG MEMBACA
S U A M I
FanfictionThere is no happily ever after. Yet, You could find a little happiness between the before ever after. Irene tahu keputusannya menerima perjodohan dengan Kyungsoo tidak akan berjalan semulus jalan tol cipali. Irene itu lebih tua, bawel, cerewet apala...
