13.00, 6 May 2012.
Pikiran Irene kosong, ia hanya menatap kosong gelas minuman yang kini sudah berembun total. Di sebrangnya Mino tidak henti-hentinya mengoceh entah tentang karya lukis siapa yang Irene tidak pernah tahu. Jangankan tahu ya dengar namanya atau tertarik untuk melihat lukisannya saja Irene tidak.
Beberapa kali Irene hanya bisa menghela napas, seakan-akan ia tengah memikul beban diseluruh dunia. Ocehan Mino yang tidak kunjung reda seakan-akan menjadi alunan musik rap yang malah membuat pikiran Irene teringat akan situasi beberapa jam lalu. Situasi yang membuat pikiran seorang Bae Irene mendadak gelap. Situasi yang membuat Irene dengan sembarangan menerima ajakan makan siang dari Mino hanya sekedar di sisa hari ini Irene tidak perlu seorang diri mengingat-ngingat kejadian itu.
00.00, 6 May 2012.
"Ssssttt....jangan berisik Tae nanti Kakak lo bangun." Ucap Irene pelan mengingatkan Taehyung.
"Gak Bakal Mbak Rene, Kak Baek kan kebo banget tuuuh."
Irene, Changsub, dan Hoony meski aslinya malas, mereka sepakat untuk menuruti permintaan Baekhyun yang pengen banget di-surprise in tengah malem pas dirinya ualng tahun hari ini. Bukannya Irene, Changsub, dan Hoony gak mau ya cuma kebayang gak sih walaupun mereka tetanggaan yang namanya datengin tetangga tengah malam tuh tetep aja butuh effort! Mereka harus bergadang, belum lagi nyiapin kue dari sore biar gak basi, terus kudu minta ijin dulu kan sama Om Heechul dan Tante Hong, namanya mau bertamu di jam tidak manusiawi.
Ya tapi resiko punya temen cempreng nan ember seperti baekhyun, ternyata segala kesulitan yang harus Irene, Changsub, dan Hoony tempuh rasa-rasanya tidak sebanding dengan menahan telinga dari ocehan plus rengekan Baekhyun selama hampir seminggu ini! Rasanya berobat ke THT bakal lebih menguras kantong ketimbang beli antangin buat masuk angin karena bergadang. Maka di sini lah mereka bertiga, dengan mengandalkan restu dari Om Heechul dan Tante Hong serta kebaikan hati Taehyung yang mau berperan aktif membukakan pintu tepat tengah malam untuk mereka bertiga.
"Mbak kue nya berat gak? Biar Tae pegangin sini, kan kasian nanti tangan mulus Mbak Rene lecet atau keselo lagi hehehehe..." Rayu Taehyung dikondisi yang hanya membuat Irene geleng-geleng kepala tak habis pikir.
Hoony menoyor kepala Taehyung pelan, "Heh bocah sempet-sempetnya ngegombal. Tabok juga nih."
"Sssssttt. Udah berisik banget sih kalian berdua." Omel Irene mulai risih.
Changsub yang tahu bisa-bisa Irene ngamuk karena kelakuan Hoony dan Taehyung pun turut menengahi. Disaat-saat seperti ini nih gimana Irene gak makin klepek-klepek coba sama Changsub yang selalu bisa diandalkan. Perasaan berbunga-bungan Irene hilang seketika begitu mereka sudah membuka pintu kamar Baekhyun super pelan.
Hoony mengeluarkan trompet kecil yang sayangnya suaranya dijamin tetap cempreng bikin kaget. Changsub pun sudah siap dengan confetti. Taehyung sendiri? Memang dasar adik Baekhyun ini kelakukannya mirip sama kakaknya alias super jahil dia malah sudah siap dengan drum mainan anak-anak dipunggungnya.
"Udah siap?" Tanya Irene memastikan, begitu mendapati ketiganya mengangguk, Irene pun menyalakan lampu kamar Baekhyun. "1..2..3.."
PREEEEETTT.....Pret...PREEETTTTTT.....!!!!
TSAAAHHH!! Tsah...!!
DUGDUDUDUGGDUGDUG....DUG DUG DUG....!!!
"HAPPY BIRTHDAY BAEK!!! HAPPY BIRTHDAY BAEK!!!!" Ucap ke-empatnya dengan lantang, bahkan Irene tidak segan-segan turut menjulurkan kakinya dan menendang-nendang pantat Baekhyun supaya anak itu cepat bangun. Dan benar saja, Baekhyun langsung loncat kepojokan kasur saking jantungnya serasa mau copot mendengar keberisikan dikamarnya yang tidak terlalu luas itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
S U A M I
Fiksi PenggemarThere is no happily ever after. Yet, You could find a little happiness between the before ever after. Irene tahu keputusannya menerima perjodohan dengan Kyungsoo tidak akan berjalan semulus jalan tol cipali. Irene itu lebih tua, bawel, cerewet apala...
