17 belas Agustusan

849 118 22
                                    

Warga Blok A sibuk membuat berbagai macam lomba. Mulai dari makan kerupuk yang berhasil bikin Jisung, Jeno, Mark, dan Chenlee kering kerontang, karena selain jumlah kerupuknya cukup banyak hari juga sedang terik-teriknya, sampai lomba panjat pinang yang berhasil bikin Ibu-Ibu di Blok A teriak-teriak minta permainan dihentikan karena tidak sanggup melihat anak-anak mereka mendadak menjadi simpase. 

Ditengah-tengah lomba semarak itu, Irene tentunya tidak mau melewatkan keseruan di Blok A, tidak peduli ia sedang hamil besar dan Kyungsoo sudah melarang mati-matian Irene untuk ke Blok A, Irene tetep kekeuh menonton dengan menggunakan alasan ngidam.

"Kyung yang bener dong kipasinnya. Panas nih." Gerutu Irene.

"Kan saya sudah bilang panas gak usah nonton lomba."

"Ih tapi baby nya pengeeenn, lagian aku kira kan kalau nonton lomba masak di balai pasti lebih adem ternyata enggak ya." Tangan Irene meraih kaos Kyungsoo dan mulai memeperkan keringan di dahinya.

"Eeehhh, ya gak usah ngelap pakai kaos aku dong Rene. Kyuull, tissue kyuuull."

Kyulkyung yang tengah sibuk menyiapkan peralatan masak bersama Ayah Jungsuk dan Jackson jadi tergesa-gesa karena panggilan abang nya itu. "Ih Mas Kyungso, Kyul kan lagi sibuk, ambil sendiri kek." Omel nya sembari memberikan tissue yang diminta Kyungsoo. "Kamu gak lihat Mas Kyungsoo dipegangin gini sama Mbak mu."

"He he he makasih Kyuuull, nanti masak yang enak yaa Mbak pengen coba pokoknya."

"Insyaallah ya Mbak, sabagai anak kandung Ayah Jungsuk ku yakin Mbak pasti tahu sendiri kan kemampuannya. Gak bikin kebaran aja Kyul udah bersyukur banget nih."

Berhubung lomba hari ini memang khusus antara Ayah dan Anak, jadi Ibu Gummy pun hanya bisa duduk disamping Irene dan pada akhirnya harus pasrah meminta Kyulkyung untuk membantu suami dan anak cowoknya. Bukannya apa, Jisoo tengah ditunjuk menjadi MC, Irene jelas tidak mungkin sedang hamil besar. Untung saja Papa Joongki selain tidak boleh perpartisipasi karena istrinya adalah juri perlombaan tersebut, ia juga tidak bisa karena tengah menghadiri operasi penting di rumah sakit.

"Ha ha ha jahat kamu. Udah sana mau mulai tuh." 



💐💐💐



"Selamat siang menjelang sore gaaaeeeeeessss" Sapa Bobby lantang. "Balik lagi sama saya Bobby MC terkece se-Bogor Permai!!!"

"Huuuuu...."

"Bruk bruk brukk...."

"Priwwwiiiiitttttt kiwwwww Iboooobbbbb...."

"Yayayaya sudah ya sudah," Jisoo yang ditunjuk sebagai MC pendamping bersama Bobby berusaha meredakan efek dari sapaan Bobby yang bikin Jisoo ingin memaki karena tingkat ke-pede-an nya yang suka gak lihat kondisi. "Dan saya Jisoo, gak perlu perkenalan lah ya kalian udah pasti tahu seberapa cantik dan memikatnya se-orang Jisoo."

"Woooooooooooo....."

Tanggapan warga Blok A membuat Jisoo hanya tertawa-tawa. "Jadi Bapak Bobby, kita tuh ngumpul di balai karena apa sih?"

"Yaak seperti yang para Bapak Ibu Om Tante Kakek Nenek Mbak Mas di Blok A bisa lihat di sini kita sudah menyajikan banyak sekali meja-meja berisikan kompor dan panci. Jadi tentunya sore ini kita berkumpul untuk menyaksikan lomba masak Ayah dan Anak warga Blok A. Gimana seru kaaaannn??????"

"SERUUUUUUU!!!"

"KEBAKARAN PLIS!!! AYO OM HEECHUL KU YAKIN PASTI GOSOOONGGG!!!"

Celetukan tersebut jelas membuat Om Heechul mengacungkan spatula ditangannya kepada si peneriak tadi. Dan jelas warga Blok A semakin terhibur akan hal tersebut.

S U A M ITempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang