3 : Lemon, Mint dan Apel Hijau

3K 406 131
                                        

Menurut Hermione, Professor Slughorn adalah guru yang baik―sangat baik, kecuali hari ini.

Ia sudah mengetahui bahwa Gryffindor akan satu kelas dengan Slytherin di Pelajaran Ramuan, hari ini. Tapi, ia tidak akan pernah mengira bahwa Slughorn akan memerintahkan mereka untuk berkelompok ; empat orang, dua Slytherin dan dua Gryffindor. Parahnya, kelompok itu ditentukan oleh Slughorn sendiri.

Sialnya, Hermione dan Ginny harus pasrah dipasangkan dengan Draco dan Blaise untuk membuat Amortentia, mengerikan. Bayangkan saja kau harus membuat ramuan cinta bersama musuhmu. Yang bahkan hanya ada kebencian dalam pembuatannya!

"Oh, aku bisa gila," ujar Ginny. "Membuat amortentia dengan mereka? menggelikan. Seharusnya aku sekelompok dengan Harry!"

Hermione hanya menatap pasrah Ginny yang tempramen nya kambuh. Ia menatap sengit dua Slytherin di depannya. Sama-sama tidak suka.

"Silahkan saja, Weasley. Tapi aku tidak mau kehilangan nilai," balas Blaise. Ia tampak menyikut Draco. "Sekarang apa yang harus kita lakukan?"

"Membuat ramuan," jawab Draco singkat. Ia tampaknya sudah tidak peduli dan menyerahkan kewajiban pada Hermione. Blaise tampak pasrah dan Ginny tampak marah ketika melihat Astoria menepuk pundak Harry.

Hermione memutar bola matanya. Bagaimana bisa ia mendapat kelompok se-random ini. Akhirnya, Hermione memutuskan untuk mengambil buku ramuan. Ia membuka halaman tentang Amortentia dan mencatat bahan yang diperlukan serta cara pembuatannya. Setelah selesai mencatat, ia membacakannya.

"Yang kita butuhkan adalah : 1 telur ashwinder, 7 duri mawar, sejumput peppermint kering, 1 lingkup bubuk moonstone dan 4 kelopak bunga belladonna," jelas Hermione. "Dan kalian para laki-laki, bersikaplah ksatria―bawakan bahan-bahan ini," ia menyerahkan perkamen itu pada Draco.

"Maafkan kami nona muda," Draco memulai adegan teaternya. "Tapi kami bukan Gryffindor yang ksatria dan pemberani,"

"Baiklah, Slytherin yang pengecut, bawakan bahan-bahan ini sekarang!" perintah Hermione.

"Wow-wow tidak bisa, Granger."

"Malfoy," Hermione memiringkan kepalanya. "Jika kau mau mengambilkan―"

"Tidak ada negosiasi,"

"Oh, ya? Mau bertaruh?"

"Aku punya ratusan ribu galleon untuk kupertaruhkan. Kau?"

"Mal―"

"Sebagai laki-laki yang memiliki penis, cepat bawakan ini!" Ginny akhirnya meledak. Wajahnya tampak sangat kesal. Hal itu membuat Draco dan Hermione berhenti bertengkar sementara Blaise membelalakkan matanya.

"Biar aku saja yang ambil," Blaise akhirnya menawarkan diri. Ia mengambil perkamen itu dan pergi ke lemari bahan-bahan.

"Pengecut sekali," bisik Hermione, ia melipat tangannya di depan dada.

"Bossy," balas Draco sambil ikut-ikutan melipat tangan.

Ginny hanya bisa menggelengkan kepalanya. Bagaimana dua orang ini bisa berkompromi ketika tinggal berdua dalam satu Asrama?

Blaise akhirnya datang. "Aku sudah membawakan bahannya," kini, ia mulai meletakkan bahan-bahan itu di meja. "Sekarang, kita tinggal membuatnya,"

Semuanya pun segera membuka buku ramuan. Mereka mulai membuat dan Semuanya berjalan lancar ; mulai dari mendidihkan air dan memasukkan satu butir telur Ashwinder, menambahkan duri mawar dan sejumput peppermint kering sampai akhirnya―

"Kau tidak bisa mengaduknya seperti itu, semak," ejek Draco. "Kau harus mengaduknya searah jarum jam,"

"Oh, ya? Bagian mana Aku harus mempercayaimu?" Hermione merasa tidak terima. "Di buku tidak ditulis seperti itu. Hanya ditulis aduk sampai merata, bukan aduk searah jarum jam sampai merata!"

Miss You Stories to obsess over. Discover now