Hermione menghela nafas dan mencoba untuk mengatur detak jantungnya yang sedikit lebih cepat dari biasanya. Dan hal itu terjadi karena Draco Malfoy dan senyumannya.
"Puas memandangiku?" tanya pemuda itu. "Aku tahu aku sangat tampan dan menawan tapi, tolong, aku tidak suka dipelototi seperti itu,"
"Tidak usah terlalu berharap. Aku hanya sedang memikirkan bagian tubuhmu yang akan aku hanguskan setelah ini," ucap Hermione berbohong. Ia pun berjalan mendahului Draco sampai akhirnya pemuda itu menyusulnya dan berakhir dengan berjalan berdampingan.
"Tadi itu lumayan, kan?" Draco membuka topik. Tidak tahan dengan suasana sunyi yang menyelimuti mereka sedari tadi.
"Apa?"
"Ya, bermain air di toilet. Aku belum pernah melakukan hal semacam itu," ujar Draco yang diikuti senyuman kecil.
"Kau belum pernah melakukan hal seperti itu?" tanya Hermione. Draco menggeleng. "Kau harus bertemu George dan Fre―maksudku, George,"
Draco melihat Hermione yang terdiam dan menunduk. Awalnya, Draco hendak menepuk pundak Hermione, namun niat itu ia urungkan. "Kau baik-baik saja?" tanya pemuda itu.
"Ya," Hermione tersadar. "Maaf, aku sepertinya agak emosional. Rasanya begitu, asing... Mengucapkan nama George tanpa Fred,"
"Hei," ujar Draco, membuat Hermione menengok ke arahnya. "Aku turut berduka cita atas kepergiannya. Tetapi, Fred Weasley tidak akan senang ada yang sedih dengan kepergiannya, maksudku, ia pergi dengan tenang dan berkorban dengan melawan si entitas tak berhidung itu ,"
Hermione tersenyum kecil. "Apa kau berusaha menghiburku, Malfoy?"
"Tidak!" Draco membelalakkan matanya. "Hanya saja Fred Weasley akan menjadi jauh lebih baik daripada melihat wajahmu yang jelek karena sedih itu," Draco berbohong. "Lagipula aku tidak tahan melihatnya berlama-lama,"
Hermione mendengus dan memukul punggung Draco dengan keras. "Dasar!"
Draco tertawa. Melihat gadis di depannya ini tersenyum membuat hatinya jauh lebih ringan dan jantungnya.. lagi-lagi bermasalah. Ia merasa detakannya lebih cepat dan membuatnya khawatir, apakah ini hal yang normal, atau tidak.
"Hermione?" sebuah suara membuat keduanya berhenti bertengkar. Draco dan Hermione melihat ke arah sumber suara dan tampaklah Harry serta Ron berdiri mematung. Buku Harry jatuh ke lantai dan ia buru-buru mengambilnya.
Hermione merasa sesuatu mulai tidak beres dan memerintahkan Draco untuk kembali ke asrama lebih dulu. "Malfoy, sebaiknya kau kembali ke asrama lebih dulu,"
"Khawatir aku dilukai Potty dan Weasel? tenang saja," ujar Draco santai Tetapi Hermione menyikut rusuk pemuda itu.
"Kau akan pingsan jika ada disini. Dan sulit bagiku membawamu ke atas sana," cibir Hermione.
"Ya-ya―memangnya siapa yang mau menungguimu?" Draco pun melangkah pergi meninggalkan trio emas Gryffindor. Suasana menjadi sedikit menegangkan.
Ron maju, Harry menahannya. "Sudahlah, Ron," ujar pemuda berkacamata itu.
"Bersenang-senang setelah mengurangi poin Gryffindor, eh?" tanya Ron sarkas. Hermione menyipitkan matanya.
"Maksudmu?"
"Semua orang di asrama kebingungan karena poin berkurang. Dan setelah kuselidiki, Slytherin juga mengalami hal yang sama," Ron menatap Hermione sengit. Harry menelan ludah berusaha untuk menenangkan Ron.
"Ron, sudahlah," ujar Harry sambil menahan tubuh sahabat karibnya itu.
"Tidak, Harry. Biarkan dia bicara padaku," ucap Hermione sambil maju menghadapi Ron.
YOU ARE READING
Miss You
Fanfiction"Shit, Maybe I Miss You, Granger," © moonypotatoes 2 0 1 9 character by J.K Rowling
