Tas Sekolah

20 3 4
                                    

Saat ini pukul sudah menunjukan 23:50 malam, tetapi gadis bersurai hitam itu tidak juga beranjak tidur. Netra hitam matanya yang dibalut kacamata itu tengah membaca buku dan tangannya sibuk menulis apa yang dikira nya penting dari buku yang ia baca.

"Hahhhh... Nande tugas harus banyakk, ngantukk" gumam gadis itu, Aoka Aray.

Aray sesekali merenggangkan badannya akibat pegal dan nyeri, kadang-kadang ia juga menguap. "Ayolah tugass kelarlahh" keluh Aray lagi, sembari tangannya kembali menulis apa yang diminta oleh soal.

Aray melirik kearah kasur nya, melihat saudara kembarnya, Aoka Yomi, sudah tidur terlelap. Menghela nafas kembali ia memfokuskan diri pada tugas yang tiada habisnya.


                                                    ***

Beberapa saat berlalu, dan akhirnya  Aray sudah selesai dengan tugasnya. Dengan mata menahan ngantuk dan rasa lega ia melihat jam dinding dan waktu sudah menunjukan pukul 01:30 pagi.

"..... Tidur.. Tidur" Aray bergumam. "Besok sekolah harus tidur.." gumam Aray lagi, sebelum tidur ia membereskan buku sekalian menyusun buku lalu menaruhnya di dalam tas.

Setelah itu ia jatuh diatas kasur nya yang empuk membuatnya langsung menuju kealam mimpi.

***

Yomi bangun lebih dulu Aray, ia langsung menggunakan kacamatanya dan mengok pada kakaknya, mengerutkan kening lalu menggeleng. Pasalnya Aray tidur tidak melepas kacamatanya yang untungnya tidak patah.

'Jam berapa dia tidur?' batin Yomi lalu ia menghela nafas lagi kini matanya menatap jam di dinding.

"05:00... Hah aku harus mandi" ujar Yomi sembari bangkit dari kasur nya, sejenak terhenti dan menoleh pada Aray yang masih tidur meringkuk. Tangan Yomi tergerak kearah Aray dan melepas kacamata Aray dan menaruhnya di meja nakas milik Aray. Lalu ia beranjak keluar kamar menuju toilet.

-

Yomi sudah rapi memakai seragam, ia melihat Aray yang juga sudah rapi memakai seragam, hanya saja sinar matanya tak ada. Aray terlihat seperti orang yang tak ada semangat dipahi hari.

Menggeleng lalu menyisir rambutnya, Yomi langsung berangkat sekolah meninggalkan Aray yang tengah... entahlah?

"Aray-tan kayak orang yang tak ada semangat" gumam Yomi dengan wajah datar lalu langsung mengambil tasnya dan keluar mengambil sepedah, lalu mengayuh sepedahnya menuju sekolah.

***

"Aray? Yomi mana?" tanya kakak lelaki dari keluarga Aoka pada adiknya(?)

"Onii-chan? hng, tidak tau.. sudah berangkat? hoam.." jawab Aray matanya menatap mata Ray tanpa semangat.

"KENAPA KAMU BELUM BERANGKAT HAH?! TELAT NANTI! AYO NII ANTAR!!" tegas Ray lalu keluar guna menghidupkan motor.

Aray mengangguk paham, lalu kembali menghabiskan sarapannya dan jalan tanpa semangat ke arah Ray.

"Ayo!" ucap Ray

"Huung" Aray menjawab lalu naik keatas motor dan akhirnya Aray diantar oleh Ray kesekolah.

--

Ketika sudah jauh dari rumah mendadak Aray merasakan hal janggal dari dirinya. Ia berpikir sementara Ray terus-menerus menancap gas motornya -alias ngebut-.

Sesaat itu, Aray melebarkan matanya dan sinar di mata nya muncul lalu ia menepuk kuat punggung Ray, lalu mendekatkan diri pada Ray, sampai dada nya menyentuh punggung Ray.

"RAY-NII!! ONII-CHAN!! YABAI!!" ucap Aray panik.

Ray yang kaget sedikit memelankan laju motornya dan menatap Aray dari spion motor, mengabaikan rasa risih akibat Aray yang mendekatkan diri padanya mendadak.

"Ada apa Aray?"

"YABAI!"

"Nande??"

"PUTAR BALIK SEKARANG!! PULANG!!!"

"Nande? Ini sudah jauh dari rumah..."

"TAS SEKOLAHKU KETINGGALAN, NII-CHAN"

"........"

ABOUT US!
Chapter 15
-END-

See ya~!
516 kata

ABOUT US!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang