Gabut ver Ray

24 6 5
                                    

Saat ini Aray tengah tiduran diatas sofa dengan posisi telentang sembari memainkan hapenya, rambutnya berantakan serta kacamatanya tidak rapih karena posisi dan kondisi yang sangat tidak etlit.

Kakak cowok Aray yang entah datang dari mana, melihat tingkah adiknya terbesit ide.

Ray, mendekati Aray sembari membawa pulpen yang bisa ilang jika disiram dengan air, Aray masih tidak sadar dengan kehadiran Ray dan masih sibuk dengan handphone nya tersayang.

Ray sendiri tak melewatkan kesempatan itu segera saja ia menerjang Aray.

Ray menyelipkan kakinya diantara kedua paha Aray, segera setelah itu ia mengambil handphone Aray membuat yang punya kaget.

"Hu-Huwaa!! Ra-Ray-niichan!?" seru Aray

Tapi aksi Ray tak sampai disana

Kedua tangan Aray diangkat keatas dan dikunci pergerakannya agar tak banyak bergerak oleh tangan Ray, sementara satu tangan Ray yang memegang pulpen dan menatap remeh Aray.

"Ahahah~~, siapa suruh kamu terlalu memperhatikan hape mu secara berlebihan.. sampai melupakan Nii-chan mu ini~?" ucap Ray dengan nada ngejek. Mendengar itu Aray hanya mengerutkan alisnya.

"Nii-chan menyingkirlah dariku, posisi ini sangat tidak enak dipandang" ucap Aray dengan nada datar.

Bagaimana tidak, sekarang posisinya Aray berada dibawah Ray, dengan posisi tangan tak bisa di gerakan. Jangankan tangan badan saja tak bisa.

"hah! Memang itu tujuanku Imou-chan~" setelah mengatakan itu Ray segara mendekatkan pulpen tadi ke wajah Aray.

"Rasakan hukumanmu~"

"HUWAA!! GA MAU! AAA RAY-NIICHANNN!!"

Aray mmenggelengkan wajah, menghindar dan sebagai macam nya agar wakahnya tak dicoret-coret.

Tapi naas wajahnya tetap tercoret dengan tulisan.. Entahlah, itu Ray yang tau.

"RAY-NII!!"

"Iiia~"

"RAY-NIICHAN YAMEROO!!"

"Gaa~"

"Apa sih berisik banget.." seorang pemuda dengan rambut hitam mata biru datang dari ruang tengah, melihat posisi yang tidak elit dari Ray dan Aray hanya memasang wajah datar.

"RYU-NII HELEP MIH!"

"Jangan mau Ryu~"

Dan mereka berdua kembali lagi berulah, sementara Pemuda bernama Ryu itu hanya diam.

Sampai...

"Tadaima... Aray-tan ada ap--" perkataan gadis yang mirip dengan Aray itu terhenti bukan hanya perkataan tapi gerakan tubuhnya juga berhenti.

Tatapannya tak kalah datar dari Ryu, gadis itu. Yomi adik kembar dari Aray.

"Yomi-chan, hiks tolong aku wajahku hueee" panggil dan adu Aray pada Yomi. Ray menatap Yomi dengan tatapan sweatdrop.

"ini hukuman karena--"

"Ray-niisama menyingkir dari sanaa.. sekarang.." ucap Yomi menekan kata-katanya.

'mampus aku'

------

"Kenapa Ray-niisama berbuat begitu hah?" -Yomi

"Aku hanya gabut..." -Ray

"Wait.. kok Aku juga kena??" -Ryu

"Aaaa, wajahku!!" *ngacir ke toilet* -Aray

ABOUT US!
CHAPTER 14
-END-

405 Kata
See ya~!

ABOUT US!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang