II

3K 377 31
                                    

°°°

I was trapped in a maze, and you appeared to save me

°°°

"Jungkook, sudah siap belum?" pertanyaan yang Seulgi lontar kan mendapat dehaman Jungkook yang berada diruang tengah. Seulgi baru saja menyelesaikan riasan diwajahnya dan sekarang Kakak beradik itu akan berangkat dan melakukan aktifitasnya masing-masing.

Jungkook berdiri tegap ketika sudah mengikat tali sepatunya yang baru saja dibeli Seulgi tiga hari lalu saat libur. Hari sebelumnya, Jungkook pulang sekolah dengan kaki telanjang dan itu membuat kakinya lecet. Ketika Seulgi bertanya mengapa ia tidak memakai sepatunya, Jungkook menjawab dengan acak namun Seulgi yang sudah terbiasa tahu apa yang dimaksud Jungkook.

"Remaja lelaki-banyak-pulang-tali-digunting." Seulgi geram mendengar ucapan sang Adik pada saat itu. Banyak remaja lelaki yang iseng saat Jungkook pulang dengan menggunting tali sepatu milik Jungkook. Maka dari itu, sekarang Seulgi harus bisa menyempatkan diri mengantar dan menjemput Jungkook. Lagi pula Bosnya baik, pasti mengerti kondisi dirinya kan?

Kini, Seulgi dan Jungkook sudah menaiki bus yang berhenti tepat di halte dekat dengan sekolah Jungkook berada.

Diperjalanan, Seulgi dan Jungkook tidak banyak bicara karena Jungkook sibuk dengan pikirannya dan Seulgi sibuk dengan ponselnya yang berwarna putih. Di chat group khusus bawahan CEO sedari tadi ramai dan Seulgi juga tidak tahu karena apa. Dia sibuk membalas pesan kekasihnya.

Seulgi memang sudah memiliki kekasih dan itu sudah berjalan dua tahun lamanya. Jooheon, ia menjadi kekasih Seulgi karena ya pria itu sangat mencintai Seulgi. Tapi, cara mencintainya sangat salah. Jooheon adalah pria terkasar yang pernah Seulgi temui. Entah itu perkataan ataupun perbuatan Jooheon selalu menyakiti Seulgi. Sikap Jooheon yang seperti itu mulai nampak saat setahun mereka menjalin hubungan.

Seulgi ingin memutuskan hubungannya dengan Jooheon pada saat itu, namun niatnya tidak bisa terealisasikan karena Jooheon selalu memukulnya jika ia berkata seperti itu.

Halte yang dituju pun sudah sampai. Tungkai Seulgi dan Jungkook perlahan turun dari bus dan berjalan lagi untuk menuju sekolah khusus anak seperti Jungkook. Seulgi sudah terbiasa mengantar Jungkook jika berangkat karena kantor tempat ia bekerja pun tidak jauh dari sana.

Sesampainya didepan gerbang, Jungkook langsung berlari senang melihat teman-temannya. Ya, ada teman yang sebaya dan ada pula yang lebih muda dari Jungkook. Contohnya anak laki-laki dengan hoodie ungu yang sedang dirangkul Jungkook, dia bernama Hueningkai dan Jungkook lebih senang memanggil dia Ningning. Jungkook sering sekali menceritakan temannya itu kepada Seulgi jika sedang hari libur.

Wanita dengan setelan jas lengkap menghampiri Seulgi yang sedang menatap Jungkook dari kejauhan. Seulgi tahu betul siapa wanita ini. Dia adalah Bu Choi, wali kelas sekaligus dokter yang menangani Jungkook.

"Jungkook semakin hari semakin membaik, Seul. Hanya saja pendengaran dan cara bicaranya memang agak susah disembuhkan. Tapi, melihatnya sudah bisa beraktifitas seperti kebanyakan orang itu progres yang bagus." ujar Bu Choi membuat Seulgi tersenyum tipis.

"Semoga kedepannya Jungkook bisa sembuh total agar bisa bermain dengan orang normal." Seulgi memeluk dirinya sendiri akibat cuaca yang dinginnya sama seperti di kutub utara.

"Ya, kuharap begitu. Selain bisa bermain dengan orang normal, kuharap kau cepat menemukan lelaki yang pantas untukmu, Seul. Dan cepatlah akhiri hubunganmu dengan Jooheon."

Seulgi termangu mendengar rentetan kata dari wanita yang sudah berkepala empat itu. Ia juga ingin sekali rasanya lepas dari jeratan Jooheon dan mencari pria yang lebih baik. Ya, Seulgi harus memikirkan itu mulai sekarang karena usianya yang semakin bertambah membuat ia akan susah mencari pria yang Seulgi idamkan.

CEO, Mr. Park [SeulMin]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang