Our Story

508 40 2
                                        

Hyunjae
🐣🐣🐣

~

Kisah menyedihkan ini dimulai
Kisah dengan melodi memilukan yang terputar bersama rinai hujan
Kenangan terulang bagai kaset rusak
Mengharap semua kembali
Tapi sayang
Benang kusut tidak akan bisa kembali lurus
Kecuali kita dengan tega memotongnya

~

Hyunjae memainkan ponselnya dengan gelisah.

Dia terus saja menanti kelanjutan mengenai kabar kekasihnya dari Yein, pengawal pribadi gadisnya.

Atau bisa dibilang. Perawat pribadinya.

"sarang ambruk kenapa kamu gamau jenguk sih jae?"

Dengan buru buru Hyunjae menyembunyikan ponselnya dan menatap ibunya yang mendekat sambil membawakan secangkir teh hangat untuknya.

"ngapain jenguk? Mama aja sama papa, dia kan kesayangannya mama sama papa"

"kamu kok ngomongnya gitu sih jae? Mama papa kan jodohin kalian juga karena dulu kalian deket waktu kecil"

"dulu tu ya dulu mah"

"nikah tu ngga segampang--hhh kalo sarang udah meninggal duluan sebelum kita nikah gimana?"

Mama hyunjae terbelalak dengan apa yang baru saja keluar dari mulut anaknya.

"Jae! Kalo ngomong dijaga! Sarang itu pasti sembuh, tinggal nunggu donor ginjal buat dia"

"iya kalo ada donor, dan kalo ada donor tapi ternyata di cancel lagi kaya kemarin gimana? Penyakit kaya gitu tu gapasti mah sembuhnya kapan"

Wanita dihadapan hyunjae memegang dadanya menahan sakit.

Bagaimanapun, sarang sudah ia anggap anak sendiri, karena gadis itu memang dekat dengan hyunjae sedari lama.

"jae, setidaknya coba anggep dia adik kamu, gimana kalo adik--"

"aku gapernah punya adik sakit sakitan kaya gitu"

"aku gamau..." lanjut hyunjae.



Kemudian pria itu masuk ke dalam kamarnya dan menutup pintu itu keras keras.

~

Hyunjae mengusap matanya yang mulai sembab, dia menangis.

Jangan tanya siapa yang dia tangisi.

Tentu saja dirinya.

Dirinya yang sejujurnya masih mencintai sarang sampai sekarang.

Gadis lucu yang selalu bermain bersamanya saat kecil. Kini sakit, dan hyunjae dengan egoisnya hanya memikirkan perasaannya sendiri.

Dia tidak mau merasa sakit hati. Tidak mau menangisi sarang jika dia benar banar pergi nanti.

Dan akhirnya yang pria itu bisa lakukan hanya menolak kebenaran dari perasaannya

Menjauhkan diri dari sarang sebisa mungkin.

Tapi menolak pertunangan dia dengan sarang? Dia tidak sanggup.

Ting!

Pesan masuk membuat hyunjae reflek melihat ponselnya.

Yein :

sarang baik, udah mendingan, besok jadwalnya cuci darah, kamu ga mau nemenin?




Hyunjae menghela nafasnya dan menundukkan kepalanya.

Jujur dia ingin menemani sarang disaat seperti ini, tapi akal sehatnya menolak.



nggak



Satu kata dia kirimkan untuk Yein. Dan hyunjaepun langsung merebahkan dirinya dikasur.

Dikepalanya berkecamuk berbagai macam pikiran.

Tapi keputusannya tetap sama.

Sebenarnya dia hanya tak ingin menangisi hal yang tidak perlu.


Karena mimpinya.



Dia takut kalut dalam perasaanya dan melupakan mimpinya.

Karena itu sama saja, dia akan menghancurkan mimpi 11 temannya yang lain pula.

-tbc-









































-tbc-

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Sorry for slow update

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Sorry for slow update

❤️

DATING || THE BOYZTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang